Bakso Malang Asli Cak Tio, Telp: 08129181453 - (021)9599.5354 - 8885.6037

Tampilkan postingan dengan label Ayam Bakar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ayam Bakar. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 April 2011

Lele Bakar Duren Jaya

Gurihnya Daging Lele Lebih Nyontok dengan Bumbu Bali

Tampilannya lebih sangar dari pecel lele biasa
Bekasi - kulinerkuliner.com
Bisa jadi setiap jalan raya di kota-kota besar seperti Jabodetabek hampir dapat kita jumpai jajanan kaki lima populer seperti pecel lele, ayam goreng dan juga bebek goreng. Khusus untuk pecel lele yang kini jadi makanan rakyat populer, kita bisa jumpai dimana saja bahkan di jalur jalan ramai perkotaan bisa jadi setiap 500 meter kita menemukan pecel lele. Hal ini bisa dimaklumi karena proses pemasakan makanan instan ini relatif mudah dan cepat tak lebih dari 15 menit, dan rasanya pun tak kalah nikmat dengan jenis daging favorit lainnya.

Lebih Nyontok dengan Bumbu Bali
Lain halnya dengan lele bakar, karena proses pembuatannya yang sedikit lebih rumit dan lebih lama, lele bakar memiliki tekstur dan aroma tersendiri daripada pecel lele konvensional. Jika kita mencoba menu harum lele bakar, dijamin kita bisa ketagihan seperti halnya menu sate. Sayangnya mendapatkan menu lele bakar tidak semudah menu pecel lele.


Mas Iyan sepintas mirip Fauzi Baadillah
Untuk itu, liputan kuliner kali ini menuliskan hasil kelana kuliner di jalur jalan baru Duren Jaya sepanjang underpass rel kereta api hingga kampung Cerewet Duren Jaya, tentang Lele Bakar. Lele Bakar di satu ruko jalan tersebut tepat berada di depan warnet, sehingga para pelalu lalang jalan baru bisa dengan mudah melihat banner besar bertulisan lele bakar Durenjaya.

Warung Lele Bakar Duren Jaya yang dikelola oleh mas Iyan, masih satu keluarga dengan pemilik warnet, awalnya adalah usulan beberapa pelanggan dan kolega warnet supaya pengunjung warnet bisa menikmati makan dan minum saat mereka menjelajah dunia maya atau bermain game online. Namun harapan mereka menu yang disajikan tidaklah terlalu umum, dan kebetulan seorang kenalan menawarkan menu lele bakar bumbu sambal Bali dan bumbu kacang serta kecap. Maka jadilah menu lele bakar sebagai sajian unik yang akan meramaikan warnet tersebut.

Lele dibakar disapu bumbu Bali
Kalau menunggu waktu proses pembuatannya memang sedikit lebih lama daripada menu pecel lele yang pada umumnya berkisar antara 10 sampai 15 menit. Lele bakar harus melalui dua proses pemasakan, yakni penggorengan lele dan kemudian lele dibakar seperti halnya sate. "Karena jika lele setelah disiangi langsung dibakar, sering sekali lengket di kawat panggangan," ujar mas Iyan, lelaki lajang kelahiran 1980-an ini.

Tampilannya bikin lapar perut dan mantap
Meski memakan waktu lebih lama, namun kita bisa menikmati wangi harumnya lele saat dipanggang di atas bara yang diangini kipas listrik dengan kecepatan kecil. Rasanya terbayar sudah penantian lama menunggu matangnya lele bakar dengan aroma dan lezatnya daging lele bertekstur lembut namun crispy itu. Apalagi bakaran lele goreng itu dibaluri dengan bubu bali yang pedas asam dan manis, sehingga tampak buih-buih bumbunya masuk meresap dari rekahan daging lele yang kulitnya hangus menghitam.

Gampang dikenal, Lele Bakar DJ
Kalau sudah begini dijamin air liur bakalan mengalir deras... dan jangan kuatir, semuanya bisa dinikmati hanya dengan merogoh kocek Rp 6.000,- saja per porsi. Waw, what a best price you can get... for a delicious meal! Apalagi saat sedang browsing internet di warnet tersebut, sambil cetak-cetok menekan kibod, tangan kita bisa menyuap lele bakar dengan sendok. Atau mau menikmatinya dengan tangan saja, sementara tangan kiri menekan tuts kibod. Pokoknya untuk rasa lele bakar ini bisa dapat skor 7,8 untuk skala 1-10. Mantap kan?

Mas Iyan-the owner serius melayani
Intinya daging lele bakar ala warung internet Durenjaya ini tak bisa dibiarkan begitu saja untuk dilewati. Anda harus mencoba sensasi uniknya... dengan jaminan lidah pasti bergoyang senang sambil mata kita menari-nari menatap layar monitor komputer. Hehehehehe... sensasi beberapa indera sekaligus dalam petualangan kuliner kali ini. Mau coba? Silakan kunjungi Lele Bakar Durenjaya di jalan baru underpass Bekasi Timur.

Sidik Rizal - bekasi-online.com

Selasa, 01 Maret 2011

Pondok Ayam Bakar Sambal Kesurupan Cak Met

Sambalnya Bikin Kesurupan, Apalagi Ayam Bakarnya...
 NONJOK HABIS!

Udah Nonjok Habis... Eh bikin kesurupan...!
Harapan Baru Regency - webrizal.com
Well... mungkin bukan sekali dua ketemu dengan makanan bernama unik dan bikin penasaran. Tapi kalau ayam bakar dengan tambahan sambal yang sebutannya saja sudah bikin rasa ingin tahu membuncah. Sambal kesurupan... hah? Sambal macam apa pulak ini? Daripada malu bertanya sesat di lidah, mendingan langsung nyobain aja kali yah?

Gak Rame... Eh Salah Gak Enak Uang Kembali
Ayam Bakar ala Cak Met sih bisa jadi mungkin biasa saja. Tapi jangan salah, Cak Met sang pemilik sekaligus pengelola Pondok Bakar Ayam Sambel Kesurupan ini secara khusus membuat bumbu rempah sebelum ayam maupun ikannya dibakar. Saus rahasia ala Cak Met berbentuk seperti kecap kental manis dengan ramuan rempah masakan yang bukan saja membuat wangi ayam atau ikan yang hendak dibakar, tapi sekaligus juga membuat rasanya semakin gurih dan lezat.


Ada bumbu rahasia olahan tangan Cak Met
Bersama sang istri yang memang ahli membuat racikan bumbu rempah untuk bakaran, Cak Met membuat semuanya siap saji sehingga saat pengunjung tiba di warung makan mereka, Cak Met tinggal mengoleskan ke ayam (yang sudah diungkeb) maupun ikan dengan saus kecap kental rahasianya. Sebagai pelengkapnya, biasanya Cak Met juga menambahkan ulekan sambal cabe rawit mentah plus terasi bakar yang harum. Nah sambel inilah yang disebutnya sebagai sambal kesurupan.


Dijamin mencicipi sedikit saja sambel ulek yang terbuat dari cabe rawit merah yang sangat pedas ini (wajar kalau disebut cabe setan oleh orang Betawi), bisa bikin penikmat minta tambah nasi sebakul (ah nggak juga, sepiring aja juga cukup kok!!!!) demi menghabiskan ayam bakar atau ikan bakarnya.


"Kalo Elo mang punya nyali gede dan lidah anti pedas, cobain aje Ayam Bakar Sambel Kesurupan ala Cak Met!" demikian ujar seorang pelanggan bang Mamat yang biasa nongkrong di Pondok Bakar Cak Met. Lelaki berambut gondrong ini menambahkan, "Bisa tahan pedesnya sambel di warung makan ini, berarti Lu nggak bakalan kesurupan... Kalau nggak tahan pedesnya, ya lu bakalan kayak orang kesurupan," tambahnya sambil ketawa keras. Busyet dah tuh orang, ditraktir makan gratis aja komentarnya galak amat, apalagi kalo beli sendiri.... Hehehehehe...!

Bukan Cuma Ayam Bakar loh ada yg lain
Keistimewaan warung makan sederhana yang punya 12 kursi dan 3 meja ini, adalah kecepatan penyajian ayam bakar ataupun ikan bakar yang bisa dihitung tak lebih dari 10 menit semenjak kita memesan.

Lumrah bila para pelanggannya kebanyakan adalah warga Harapan Baru Regency dan para karyawan kantor yang berkendaraan pulang melewati jalan utama Harapan Baru Regency dari stasiun kereta api Cakung.

Bila tertarik memesan ayam bakar di tempat ini nggak ada salahnya langsung menghubungi Cak Met di telp 0812.8399.4129. Kayaknya sih Cak Met pernah bilang, bila dia juga menerima pesanan nasi kotak dengan ayam bakar sambel kesurupan hingga 500 box. Pesanan antar pesan bisa melalui (021)9346.1965 tentunya dengan harga sangat bersaing antara Rp 15.000,- s/d Rp 45.000,- per box-nya.

Sidik Rizal - bekasi-online.com

Rabu, 12 Januari 2011

Ayam Bakar Siram Bumbu Bali VS Soto Ayam Bakar

Seribu Gaya Menikmati Sensasi Baru Ayam Bakar Unik

Bulevar Hijau Bekasi & Perumnas Klender - kulinerkuliner.com
Mungkin jika kita bicara ayam bakar adalah hal biasa dan banyak ditemui dimana tempat. Tapi pernahkan Anda mencoba menu Ayam Bakar dengan kuah siram atau Ayam Bakar berkuah soto? Kali ini bukankelanakuliner mencari dua sajian unik berbahan dasar ayam bakar yang tak bisa ditemui di lain tempat kecuali di sini, di bukankelanakuliner.com

Yang pertama adalah Ayam Bakar Siram Bumbu Bali yang bisa Anda nikmati di kawasan Bulevar Hijau Kota Harapan Indah. Hanya dengan merogoh kocek sebesar Rp 12.000,- kita bisa menikmati satu porsi. Lalu bagaimana rasanya? Sensasinya seperti Anda makan ayam bakar yang beraroma kuat bakarannya namun dengan kelezatan kuah siram bumbu Bali yang beda dari ayam bakar pada umumnya.


Koh Abun, sang pemilik Mie Keriting Bulevar Hijau ini memang sengaja meracik bumbu siram khas Bali saat seorang pelanggannya menyarankan untuk membuat menu khusus dari Bali ini sebagai salah satu sajian halal yang bisa jadi unggulan resto sederhana yang terletak tepat di samping Pecel Lele Lela Bulevar Hijau Kota Harapan Indah.

Koh Abun mendapat ide setelah sang pelanggan memberinya resep khusus bumbu siram khas Bali yang jadi pelengkap ayam bakarnya. Setelah dibuat sendiri oleh Koh Abun saran menu tersebut, malah sang pelanggan memberikan komentar bahwa rasanya jauh lebih enak dibandingkan dengan yang ada di satu tempat di kawasan Jawa Tengah.

Sedangkan Koh Abun memberikan sentuhan inovasi dengan kuah siram bumbu Bali. "Ayam Bakar Siram nya memang khas dari Jawa Tengah, namun saya memberikan tambahan kuah siram bumbu Bali," ungkap lelaki beranak dua ini kepada kulinerkuliner.com. Justru di sinilah keunikan yang bisa kita dapatkan. Sensasi bumbu bali bercampur ayam bakar siram, pantas Anda coba.

Biar begitu, kulinerkuliner.com mendapat pengalaman sensasi baru menikmati ayam bakar dengan ciri khas rasa kuah bumbu Bali yang pedas dan mantap. Lalu apa bedanya dengan sajian lainnya, yakni Soto Ayam Bakar yang bisa kita pesan di Rumah makan Soto Marmer di kawasan Jl Raya Mawar Merah Perumnas Klender?

Ayam Bakar Siram Bumbu Bali vs Soto Ayam Bakar

Kalau di liputan kulinerkuliner.com sebelumnya adalah ayam bakar dengan sajian kuah siram bumbu Bali, maka Soto Ayam Bakar yang adanya di Soto marmer ini, manawarkan menu lebih unik lagi, yakni Soto (Betawi) berbahan dasar Ayam Bakar. Uniknya dari sajian Soto Ayam Bakar ini adalah daging ayam bakarnya tidak disuir-suir seperti kebiasaan sajian berkuah khas soto. Soto Ayam Bakar justru mencampur potongan besar ayam bakar di kuah soto yang rasanya sangat mirip dengan kuah soto Betawi.

Hmmmmm.... kelezatan kuah soto bersantan ini jadi terasa begitu nendang saat dicampur dengan potongan besar ayam bakar. Lalu bagaimana menikmatinya. Di sinilah uniknya, Anda bisa menggunakan seribu cara dan gaya untuk menikmati ke dua menu unik ayam bakar ini. Biasanya yang namanya menu ayam bakar kita nikmati dengan kedua tangan kita, tapi tidak halnya dengan Ayam Bakar Siram Bumbu Bali dan Soto Ayam Bakar.

Boleh pake sendok atau garpu bahkan dengan pisau daging juga bisa. Demikian pula Soto Ayam Bakar, yang bisa Anda nikmati dengan sendok dan garpu untuk menyeruputezatnya kuah soto dan Anda gunakan tangan ketika menggigit ayam bakarnya. Bagaimana? Anda punya cara sendiri untuk menikmati Ayam Bakar Siram Bumbu Bali atau Soto Ayam Bakar?

Bila Soto Ayam Bakar favorit RM Soto Marmer yang kuahnya dibuat dari santan kental, maka Ayam Bakar Siram Bumbu Bali justru dengan kuah kental yang dibuat dari rempah seperti kemiri campur cabai merah. Rasa kemiri dan cabainya begitu nendang, sehingga wajar saja bila Ayam Bakar Siram Bumbu Bali ini jadi menu pilihan favorit di resto Mie Keriting milik Koh Abun.

Anda tertarik untuk mencoba seribu gaya Anda sendiri dalam menikmati ayam bakar?Mau "digeragot" langsung dengan tangan biasa, atau dipotong-potong terlebih dulu dengan garpu sendok, atau terserah gaya Anda menikmati menu ayam bakar terunik ini.

Sidik Rizal - bukankelanakuliner.com

Minggu, 12 September 2010

Artani Bebek Goreng Cisalak Cimanggis

Kelezatan Terjangkau Bebek Goreng
di Keramaian Jalur Keluar Kota Jakarta Menuju Bogor

Cisalak - Depok - kulinerkuliner.com
Menyusuri jalur utama jalan menuju Kota Bogor dari Kramatjati hingga melewati jalan di kawasan Depok, pastinya kita tak akan kelewatan dengan RS Ibu dan Anak Tumbuh Kembang. Nah tepat persis di depannya Anda bisa beristirahat sebentar untuk menikmati kelezatan bebek goreng khas Depok yang ada di jalur itu.

Tempat warung makan sederhana itu adalah Artani Bebek Goreng. Warung yang baru buka di awal Juni 2009 tepatnya tanggal 9 ini setidaknya menjadi pilihan beberapa pelanggan yang kebetulan tinggal di kawasan dekat dengan jalur ramai yang tak pernah tidur di Cisalak Cimanggis Depok. Kebetulan sekali di depannya adalah rumah sakit. Sehingga bila siang hari, warung makan bebek goreng Artani selalu diramaikan oleh karyawan dari rumah sakit itu, termasuk pabrik makanan Lassale Food yang ada di sampingnya.

Pemilik Bebek Goreng Artani adalah ibu Siti Hartati yang kebetulan suka sekali masak dan menggemari bebek goreng. Kesukaannya menjelajahi dunia kuliner mendorong dirinya untuk membuka warung makan khusus sajian bebek goreng. Hal ini disebabkan seringnya dia berkunjung ke resto khusus bebek goreng yang sudah terkenal. Setelah mencoba membuat bumbu khusus, akhirnya dia membuka warung makan. Dan ajaibnya, ternyata laku serta diminati banyak pengunjung yang akhirnya menjadi pelanggan tetap.

Bahkan beberapa artis terkenal pun sudah pernah mampir menikmati bebek goreng Artani. Sebut saja Teuku Zakki, Paramitha Rusady, Rio Febrian, Raffi Ahmad bahkan si Peppi (the explorer) dan beberapa kru ST-12.  Jadi wajar saja bila Jak-TV hingga majalah Trubus dan Flora Fauna memasukkan warung ini sebagai liputan khusus mereka.

Lalu apa istimewanya Bebek Goreng Artani? Hmmmm, setelah mencoba beberapa porsi yang disajikan di tempat yang kini punya 3 cabang lain ini ternyata ada di bum bu sambelnya yang mantap dan lezat punya. Cobalah Bebek Goreng Cabe Ijo yang refreshing banget (tahu kan, biasanya bebek dalam asosiasi otak kita adalah penyumbang kolesterol terbesar, tapi tidak di warung ini).

Di samping harganya juga lumayan terjangkau, Anda bisa pula memilih aneka bumbu sambal lainnya yang tak kalah lezat dan nikmat. Buat keluarga yang kebetulan bersama Anda dan tak menyukai bebek, bisa mendapat pilihan Ayam Goreng dengan pilihan bumbu sambal yang sama.

Lalu apa saja yang tersaji di warung yang bernuansa hijau dan oranye ini? Pilihan utamanya adalah Bebek Kremes (bisa paha ya bisa pula dada), kemudian ada bebek bakar (sekali agi bisa paha dan bisa juga dada) dan tentunya jagoan dari semua sajian bebek, yakni bebek goreng Cabe Ijo (hmmm pasti pilihannya PAHA dan DADA... seneng banget sih dua organ seksi ini dijadikan pilihan menu?)

Di warung Bebek Goreng Artani ternyata kita bisa pula mendapat menu spesial, seperti Leher Bebek Goreng, kemudian Ati Ampela Goreng dan tentunya Tahu Tempe Goreng. Pokoknya tak kalahlah dengan menu bebek terkenal seperti bebek Kaleyo atau Bebek Ginyo. Kebetulan di kawasan warung Bebek Goreng Artani tidak ada pesaing masakan bebek seperti mereka. Keuntungan strategis nih!

Mau mencoba Artani bebek goreng silakan kunjungi Jl. Raya Bogor Cisalak - Cimanggis Depok (depan RSIA Tumbuh Kembang) atau Jl. H. Ir. Juanda No 14 (Jalan Baru) Depok, atau di Kota Wisata (Fresh Market Resto). Untuk pemesanan dan booking tempat silakan menghubungi (021) 9199.7213 atau 0812.9344.298 atau (021) 9346.1965

sidikRizal - kulinerkuliner.com

Senin, 26 Juli 2010

WARUNG KULINER "MBAK TINA" PERUMNAS KLENDER - PONDOK KOPI

BANYAK DOKTER & PERAWAT RS
JADI MANIAK BEBEK BAKAR MADU

Nusa Indah Perumnas Klender - Pondok Kopi - www.kulinerkuliner.com

Bebek Bakar Madu Mbak Tina
Bila Anda mengunjungi atau melewati RS Islam Pondok Kopi, pasti akan melihat sebuah kedai warung makan yang sangat disukai oleh para pekerja medik di sana. Menu sajiannya tidaklah mewah apalagi aneh. Cukup sajian bebek goreng maupun bakar sampai ayam goreng dan ayam bakar. Khusus untuk menu bakaran, baik itu ayam maupun bebek, Kedai Warung Kuliner Mbak Tina menggunakan madu sebagai salah satu bumbu rahasianya.

Bebek Bakar Madu, ya itulah salah satu menu paling laris di warung kuliner Mbak Tina. Mungkin karena rasa manis madunya yang meresap hingga ke dalam daging bebeknya. Tak beda jauh dengan Ayam Bakar Madu. Namun karena menu ayam bakar madu sudah mulai umum banyak dikenal, maka Tina yang bernama lengkap Kristina ini memilih untuk menyajikan menu Bebek Bakar dan juga Bebek Goreng.
"Sepertinya bebek bakar Madu belum ada banyak di wilayah ini (Perumnas Klender dan Pondok Kopi)," ungkap Mbak Tina yang berdarah batak Medan ini kepada kulinerkuliner.com saat ditanya mengapa memilih menu masakan bebek.

Tina juga menjelaskan bahwa menu bebek bakar madunya itu sudah dimulai sejak ia bekerja sama dengan satu koleganya yang ada di sekitar kawasan Rusun Perumnas Klender. Namun setelah merasa cukup percaya diri (seperti penuturan suaminya), maka mulailah ia membuka sendiri warung kuliner di dekat Rumah Sakit Islam Pondok Kopi.
Baru buka hari pertama tak disangka sudah ada 10 ekor bebek laku terjual. Bisa dihitung berapa potong porsi Bebek Bakar Madunya kan, bila 1 ekor bebek bisa menghasilkan 4 potong bebek. Sementara satu porsi nasi bebek bakar madunya dipatok harga Rp 17.000,- Busyet murah juga loh untuk seporsi nasi bebek bakarnya yang punya rasa mantap dan nyamleng banget. (Nyamleng bahasa apaan seh?)

Bebek Goreng Mbak Tina
Keistimewaan Bebek bakar Madu olahan Mbak Tina adalah di bumbu sambelnya yang ada dua jenis, yakni Sambel Ijo dan Sambel Teraso eh salah Terasi. Kulinerkuliner.com sendiri mencoba 2 porsi bebek goreng dan bebek bakar madunya yang menggoyang lidah dan sensasi kelezatan di langit-langit rongga mulut. Sialan banget... Rasanya bikin kita pengen dan pengen lagi.

Wajar saja kalau pada awalnya Warung Kuliner ini dibuka, para pelanggan dulunya adalah raja, tapi setelah berjalan beberapa bulan, justru bebek bakar madu dan menu ayam bakar/gorengnya yang jadi raja, demikian pengakuan sang suami Bang Andre, berpromosi.

Saking enak dan lakunya menu bebek bakar madu Mbak Tina, sering sekali kejadian para karyawan rumah sakit yang sudah booking pesanan menu bebek bakarnya di pagi hari, karena takut kehabisan saat jam makan siang. Oh my God....! Seperti penuturan kolega mbak Tina, bahwa saking ramainya Warung Kuliner yang berada di dekat rumah sakit itu, para pelanggan rela antri panjang di depan warungnya yang berkapasitas cuma bisa menampung 12 kursi itu, Sayang banget kursinya cuma sedikit, sehingga para pelanggan kebanyakan memesan untuk dibawa ke kantor mereka atau untuk dibawa pulang.

Ayam Bakar Madu Mbak Tina
Kalau menu bebek bakar madunya yang lakunya hingga 30 ekor bebek per hari, maka menu ayam bakar madu dan ayam gorengnya bisa laku hingga 20 ekor ayam. Coba hitung sendiri berapa omzet per harinya, bila satu ekor ayamk bisa jadi 4 potong ayam demikian pula bebeknya. Sementara ayam harganya per porsi komplit plus nasi dan sambal lalapnya cuma dihargai Rp 11.000,- Jadi maklum kan kenapa sajian mereka laku kayak kacang goreng? Jadi kira-kira omzetnya untuk bebek Rp 17.000 x 4 x 30 = Rp 2.040.000,- dan untuk menu ayamnya Rp 11.000,- x 4 x 20 = Rp 880.000,p jadi total omzetnya per hari sedikitnya adalah Rp 2.920.000,- Huwaduh nyaris 3 juta rupiah per harinya. Wajar saja kadang Tina merasa kesulitan untuk suplai bebek dan ayam dari pemasoknya.

Sayangnya Mbak Tina tidak menginginkan pengembangan usaha dengan buka cabang lainnya. Meski kini dia sudah punya 2 tempat Warung Kuliner Mbak Tina, dimana satunya lagi baru buka beberapa minggu terakhir menjelang bulan puasa di jalan raya Nusa Indah Perumnas Klender.

"Dua cabang ini saja, saya di rumah sudah kerepotan setiap harinya memasak 30 ekor bebek dan 20 ekor ayam. Apalagi nanti kalau buka cabang lagi..." kilah Tina beralasan kenapa tak mau buka cabang lagi "Wah saya setiap minggu saja coba refreshing beserta anak-anak saya jalan-jalan karena lelah seminggu penuh berdagang," papar Tina yang kini punya 3 orang karyawan saja. Sementara ini hanya Tina yang memasak olahan bebek dan ayamnya mulai dari pagi-pagi hari. Seorang ibu rumah tangga yang perkasa.

RSIJ Pondok Kopi
Tertarik mencoba bebek bakar madunya yang saya jamin Anda gak akan kebagian jatah bila datang di jam makan siang karena saking ramai antriannya. Demikian pula jika Anda pesan melalui telpon di (021) 9346.1965 atau 0812.8336.2518 Sebaiknya Anda berkunjung ke cabang kedua yang di Jalan Raya Nusa Indah dekat deretan Rusun Perumnas Klender.

Buruan pesan... eh serbu sebelum jam 5 sore daripada kehabisan lezatnya bebek bakar madu Mbak Tina yang bikin ketagihan dan ngangenin! Swear gue nggak bohong! Tanya deh sama toko sebelah!

Sidik Rizal - www.kelanakuliner.co.cc

Sabtu, 26 Juni 2010

KPK Bakar Madu Komsen Jatiasih Bekasi

Setelah diliput Trans-7, Rubah Slogan Jadi
"Jangan Takut Masuk KPK"
Bakar Madu
Jl. Raya Wiabawa Mukti No. 19
Komsen Jatiasih, Bekasi

Reservasi & Delivery Service (021) 9346.1965

Jangan Takut Masuk KPK... Apalagi KPK Bakar Madu Pasti Keringetan
Jatiasih - www.kelanakuliner.co.cc
Tahukah Anda apa yang khas dari daerah Pekalongan? Pasti terbayang langsung di benak kita Batik Pekalongan. Tapi bagaimana dengan kulinernya? Tahukah Anda makanan khas dari Pekalongan? Ada yang spesial gak seh? Tapi siapa sangka satu warung pojok dari kota Batik ini mengundang rasa ingin tahu banyak orang untuk mencoba sajian uniknya berupa Bebek Bakar Madu. Hmmm seperti apa seh rasanya sampe TransTV mau meliputnya? Beberapa waktu lalu di bulan puasa lewat.

Ratusan ayam & bebek bakar laku per hari
Tahukah Anda apa makanan khas dari Pekalongan? Kalau belum, mungkin Anda perlu tahu yang namanya sayur Megono. (Itu pun gak juga termasuk yang unik ada di daerah ini....) Sayur Megono adalah sayur yang dibuat dari buah nangka muda kemudian dicacah-cacah dan dimasak dengan gula aren bercampur bumbu rempah pokoknya tak beda dengan sayur Gori dari beberapa daerah Jawa Tengah lainnya.

Tapi kini kelanakuliner tidak sedang meliput tentang keunikan khas kuliner  yang  dibuat oleh putra daerah Pekalongan. Tapi meliput tentang sebuah warung makan yang menggunakan nama KPK Bakar Madu di bilangan jalan Wibawa Mukti Jatiasih Bekasi. Membaca spanduk besar bertuliskan KPK besar saja sudah mengundang rasa penasaran para pengguna jalan raya Komsen Jatiasih yang melewatinya. Bahkan sempat di antara mereka mampir berkunjung hanya untuk mengambil foto spanduk warung makan, yang bertulisan besar KPK.

Mas Ekki: Saat diwawancarai Trans7
Lalu apa seh artinya KPK itu? Apa Komisi Pemberantasan Korupsi atau Kelipatan Persekutuan ter-Kecil? Menurut sang pemilik tempat ini, Rekki Roberto, KPK adalah singkatan dari Keluarga PeKalongan. "Sengaja saya memberi nama warung makan keluarga ini dengan istilah KPK, karena saya mengajak semua adik kandung dan adik sepupu dari keluarga saya bekerja di warung,' ujar Rekki Roberto yang akrab dipanggil mas Ekki ini.

 KPK asli, yang juga bikin keringetan
Yang jelas dari namanya saja sudah SANGAT mengundang perhatian siapapun yang lewat dan lalu lalang di jalan Wibawa Mukti Jatiasih itu. Tak usah menunggu lama untuk ditengok atau membuat orang mau berkunjung mencoba yang disajikan di warung makan sederhana yang mempunyai lahan parkir.

KPK itu ternyata Keluarga PeKalongan
Hanya dalam waktu kurang dari dua minggu. "Bahkan saat masih baru buka, saya tak memasang spanduk yang bertulisan sajian makanan yang kami jual. Cuma tulisan KPK saja!" papar mas Ekki. Namun dampaknya begitu lumayan, setidaknya beberapa orang lewat yang membacanya ada yang berhenti sejenak dan bahkan ada yang masuk mampir sekaligus akhirnya mencoba sajian di warung itu.

Bos KPK, ayah dari Mas Ekki
Lalu apa sih sajian yang ada di warung milik mas Ekki, sang seniman kontemporer ini?. Ternyata KPK Bakar Madu menyajikan beraneka masakan Ayam kampung, Ayam Negeri, Bebek dan Burung Puyuh.  Mas Ekki, lelaki kelahiran 9 Juni 1978 ini menyewa tanah kosong di bilangan Jl. Wibawa Mukti No. 19 Komsen Jatiasih, memang sengaja berniat membuka usaha warung makan ayam bakar, bebek bakar dan puyuh goreng. Padahal ia masih menjadi karyawan di sebuah perusahaan swasta di daerah Lubang Buaya yang bergerak di bidang peralatan kesehatan. Karena jiwa seniman dan keinginannya untuk berwirausaha itulah, maka ayah dari 3 anak ini meluangkan waktu dengan membuka warung bersama keluarganya dari Pekalongan.

Sajian utama yang ada di warung KPK sebenarnya adalah menu sajian bakaran dengan bumbu madu dan kecap. Seperti ayam kampung dan ayam negeri yang disajikan dengan menu bakar madu. "Meski menggunakan madu sebagai saus utamanya, tapi sebenarnya dicampur pula dengan kecap manis," ungkap mas Ekki. Sehingga sajian yang kian populer ini memang mempunyai rasa cukup unik dibandingkan dengan menu bakaran madu di lain tempat.

"Biarpun kami menyajikan ayam kampung dan negeri, kami juga menyajikan bebek bakar madu dan bebek goreng serta burung puyuh goreng," jelas mas Ekki yang juga seniman pelukis kontemporer ini. Semua sajian baik itu bakaran madu maupun gorengannya diberi dua jenis sambal, yakni Sambal Ijo dan Sambal Bajak. Sambal Ijo yang pedasnya luar biasa ini dibuat dari cabe rawit yang ditumis dengan bawang putih dan sedikit minyak kelapa. Sedangkan Sambal Bajak yang tak terlalu pedas itu dibuat dari cabe merah yang digerus kemudian ditumis dengan bawang merah dan bawang putih plus terasi.

Ternyata kombinasi menu masakan bebek bakar madu yang cenderung manis hingga ke dalam daging bebeknya. Umumnya bebek digoreng garing dan gurih asin di lain tempat namun di warung KPK, bebeknya lebih terasa empuk dan manis. Sedangkan sajian gorengan unggulan di warung KPK adalah Burung Puyuh Gorengnya yang empuk gurih asin. Ukuran daging burung puyuh yang kecil sering membuat penasaran para pelanggannya saat menikmatinya, sehingga terkadang mereka memesan lebih dari satu.

"Justru saat pembukaan banyak sekali para pengunjung yang tidak tahu seperti apa burung puyuh itu. Jadi saya biasanya menjelaskan lebih dulu kepada mereka dan mempersilahkan mereka untuk mencobanya," imbuh mas Ekki. Malah setelah mereka mencobanya, kebanyakan dari mereka jadi pelanggan dan pencinta burung puyuh goreng di warung KPK.

Khusus ayam kampungnya di warung KPK disajikan dengan menu goreng. Memang sangat tak lazim, sedangkan ayam negerinya disajikan dalam menu bakaran madu seperti halnya bebek. "Warung KPK hanya mencoba untuk tampil beda agar gampang diingat oleh para pelanggannya. Jadi setiap sajian masakannya tak perlu harus sama dengan tempat makan lain," pungkas mas Ekki yang mempunyai anak dengan nama-nama unik seperti, anak pertamanya Lentero Suminaring Jagad, anak keduanya Bunga Cinta dan anak ketiganya Sekar Langit.

Kelana kuliner hanya bisa merekomendasikan sajian di warung KPK Bakar Madu yang berkapasitas 24 kursi ini dengan dua jempol, rasanya mantabbbsss buanget terutama pedasnya Sambal Ijo. "Wah pedas sambelnya parah banget!" ujar seorang pelanggan yang tengah menikmati hidangan aneka bakaran dan gorengan unggas bersama keluarganya. Kelana kuliner setuju, siapapun yang masuk warung KPK pasti keringetan. Bukan karena takut masuk KPK nya tapi, karena pedasnya sambel ijo yang luar biasa bisa bikin para penikmatnya keringatan kepedasan.

Bila Anda tertarik untuk mengunjungi warung KPK Bakar Madu di bilangan Jl. Raya Wiabawa Mukti No. 19 Komsen Jatiasih, Bekasi silakan memesan tempat atau reservasi terlebih dahulu di Nomor (021) 989.4466.9 atau 0815.7467.2525

Sidik Rizal - kotabekasihotnews.blogspot.com

Jumat, 25 Juni 2010

Ayam Goreng Bakar SAWIT

Menu Sederhana Ayam Kampung Asli Bumbu Kecap
Mampu Bertahan dari Isyu Flu Burung

Kelapa Gading - kulinerkuliner.com
Ayam kampung jauh lebih disukai, karena kadar lemaknya juga jauh lebih sedikit dan kadar obat-obatan kimia jauh lebih sedikit. Itulah sebabnya sang pemilik merk Ayam Goreng dan Bakar Sawit memilihnya sebagai dagangan unggulan. Meski jauh lebih mahal, tapi Om Luki, demikian sang pengelola akrab disapa lebih memilih ayam kampung sebagai bahan dasar olahannya.


Di pasar tradisional mencari ayam broiler atau ayam negeri memang banyak, tapi cari ayam kampung ternyata juga jauh lebih banyak. Tak heran orang-orang kos dan warga sekitar jadi jatuh hati dengan olahan masakan om Luki yang menggunakan ayam kampung.

Om Luki, lelaki berusia 50-an tahun ini adalah jebolan sekolah teknik kelistrikan yang berangkat dari iseng-iseng buka usaha ayam bakar Sawit dan kini dirinya mengaku keterusan berdagang Ayam Goreng Sawit. Sedangkan nama Sawitnya karena saat buka pertama kali di jalan Kelapa Sawit Komplek perumahan Kelapa Gading. Konon sejarahnya Ayam Goreng dan Bakar Sawit adalah yang pertama ada di Kelapa Gading, dan barulah bermunculan usaha serupa setelah om Luki berjalan beberapa tahun kemudian dan Jalan raya Sawit di bilangan Kelapa Gading itu mulai ramai dilalui orang.

Pengalaman Pahit Berdagang
Rupanya proses panjang berdagang om Luki tak semulus waktu dilalui. Ada masa dimana dirinya mengalami kesulitan dan bahkan nyaris ambruk melanjutkan dagang ayam bakar sera ayam gorengnya. "Pada saat flu burung (menimpa), bikin 100 potong aja gak laku," kenang om Luki sedih. Pengalaman pahit yang dialaminya itu dimana banyak orang paranoid untuk mengkonsumsi ayam olahan di resto-resto di sekitar awal tahun 2000-an. Otomatis usahanya nyaris bangkrut.

Usaha dagang buka rumah makan ayam bakar memang tidak gampang. Om Luki lelaki kelahiran Jakarta 28 September 1956 ini mengakui dia sudah melewati waktu 5 tahun untuk mengembangkan usaha ayam goreng dan bakarnya. "Dulu saya mulai dengan menjual 100 potong atau 25 ekor ayam dan bisa habis laku terjual dalam waktu 3 hari," papar lelaki jangkung berkacamata ini.

Di tahun 2008 usahanya mulai merangkak naik. Namun begitu sampai sekarang pun masih ada saja masalah yang dihadapinya. Karena persaingan usaha serupa yang benar-benar tinggi, maka om Luki mulai melakukan sebar brosur baru dengan sosialisasi cara pemotongan, pemasakan dan penyajian. Hal ini dilakukan demi menghilangkan trauma masyarakat terhadap isyu wabah flu burung yang sudah membuat anjlok penjualan usaha sejenis.

Meskipun om Luki mempunyai saudara pengusaha minyak besar dan kaya, dirinya mengaku tidak pernah memanfaatkan dan minta bantuan dalam segi permodalan. Dirinya hanya mau mandiri dan merasa nyaman tak perlu berhutang dan meminta bantuan dari saudaranya, meskipun dia mengaku memang membutuhkan.

"Bagi saya, usaha rumah makan ini rahasianya da pada bumbu," bebernya kepada kulinerkuliner.com. Bumbu khas Jawa dari lelaki dengan 2 anak ini adalah beberapa rempah di antaranya kemiri dan kawan-kawannya, ujarnya tanpa bermaksud melucu. Saya pun tersenyum mendengarnya. Khusus untguk sausnya, om Luki hanya menyajikan sambel kecap saja.

Ayam Goreng dan Bakar Sawit ini biasanya dipesan untuk acara-acara office gathering, arisan keluarga dan pesta ulang tahun oleh orang-orang warga sekitar Kelapa Gading yang pernah dan tahu jalan Kelapa Sawit. Dan tak jarang beberapa pelanggannya dari luar kota khusus hanya mencari menu resep istimewanya yang sederhana. "Pernah beberapa kali orang dari luar kota seperti Bandung yang datang ke sini hanya untuk memesan ayam bakar Sawit kami," pungkas cerita om Luki kepada saya. Anda tertarik dengan kelezatan ayam goreng dan bakar Sawit yang legendaris di Kelapa Gading ini? Silakan meluncur ke jalan Sawit Raya, insya Allah Anda akan bisa menemui resto ayam goreng ini berjejeran dengan Home Made Burger yang kebetulan juga merupakan usaha keponakannya sendiri.

Sidik Rizal

Jumat, 18 Juni 2010

Ayam Bakar Kalasan Bu Lis

Nikmati Citarasa Khas Ayam Bakar Kalasan Diolah dengan Bumbu-Bumbu Istimewa

Rabu, 09 Juni 2010

Warung Iwake : Rasa Luar Biasa, Harga Biasa

Iwan Sumantri sang manajer 3 cabang 0817.000.1362

Taman Kuliner, Jl. Raya Kalimalang

Selasa, 11 Mei 2010

AYAM BAKAR TUSUK PATUNG KUDA 1 & 2 GALAXI BEKASI

LIPUTAN KASUS PENUSUKAN AYAM BAKAR SOLO

Galaxi Bekasi - www.kelanakuliner.co.cc
Mencari ayam bakar khas Solo di kawasan ruko Galaxi baik Patung Kuda 1 dan Patung Kuda 2 Anda tak akan kesulitan menemukan gerobak Soto khas Jawa Timur. Tapi jangan salah gerobak itu justru menyajikan makanan asli khas Solo yang tidak bisa Anda jumpai di lain tempat di Bekasi kecuali di tempat ini. Ayam Bakar Tusuk khas Solo.

Seorang karyawannya yang menjaga gerai di dekat Patung Kuda 2, mas Dedi mengatakan bahwa gerai ini sudah ada semenjak 6 bulan lalu. Semula ia bertugas di dekat Patung Kuda 1, dan untuk pengembangan berikutnya Dedi dipercayakan sang pemilik, Ibu Yuli dan Ibu Nuroh untuk membuka dan mengelola gerai kedua. Lelaki lajang kelahiran Tegal, 21 Desember 1983 ini mengaku belajar membuat bumbu bersama sang pemilik bersama-sama mulai dari mengolah ayam potong menjadi ayam bakar siap saji. Jadi setelah setengah matang diungkeb 2 jam setengah, ayam bakar siap dibakar untuk disajikan.

"Sebenarnya setiap pelanggan bisa makan di sini Mas," kata mas Dedi, "berhubung sedang direnovasi maka sementara ini yah pesan untuk dibawa pergi," imbuhnya. Sambil menunggu bakaran ayam, kelanakuliner melihat cara penyajian ayam bakar yang siap santap itu dibuat. Ada olesan kecap dan madu sebeblum diletakkan di atas pemanggangan. Yang membedakan dengan aya bakar lainnya sepertinya tusuk bambu yang menancap di potongan ayam. Seekor ayam bisa jadi empat potong.

Melihat bentukn ya saja sudah terbayang kenikmatan ayam bakar tusuk ini. Belum lagi wangi harumnya yang begitu mengundang selera. Jangan tanya tentang nikmatnya. Yang jelas, belum sejam kelanakuliner berada di tempat sederhana kakilima itu, sudah antri beberapa pelanggan yang memesan ayam bakar tusuk. Tampaknya para pelanggan memang sudah terbiasa menunggu saat bakaran pesanan mereka sedang dibuat dan wanginya tercium harum menggiurkan.

Anda tertarik memesan Ayam Bakar Tusuk hubungi saja ibu Yuli (021)913.9727 atau ibu Nuroh (021) 3295.4172, 0813.10800.208 dan bisa juga datang ke Patung Kuda 1 dan Patung Kuda 2 depan Nurul Fikri

Rabu, 28 April 2010

Kantin TENDA THE-5 Dirjen LPE & Kantin BPLHD

eKANTIN KEJUJURAN ala KANTORAN Favorit Expatriat

Cassablanca, Kuningan - kelanakuliner.co.cc
Bagaimana menurut Anda bila belanja di satu tempat dan pembayarannya Anda tidak mendapatkan slip pembayaran atau nota bon? Sepertinya kita teringat kembali dengan masa-masa sekolah dulu, dimana kita makan dengan ambil sana comot sini, pembayaran tinggal nyebut bakwan makan 5, es teh manis 1. Biasanya sang pemilik kantin, umumnya ibu-ibu akan menghitung dengan cepat tanpa curiga dan bilang "Lima ribu...!" Padahal mungkin saja kita makannya bakwan lebih dari lima... Hehehehe, itulah masa di sekolah dulu. Kini hal itu masih ada di beberapa sekolah terutama SD dan SMP dan biasa disebut dengan Kantin Kejujuran, seperti yang sedang marak ada di Kota Bekasi.

Tapi bagaimana kalau kantin kejujuran itu adanya di tengah kota metropolitan seperti Jakarta. Apalagi di sebuah perkantoran yang terletak di lingkungan gedung perkantoran cukup mewah. Sekalipun di sebuah perkantoran pemerintahan, namun biasanya sistem belanja atau makan dengan cara alacarte maupun prasmanan pasti menggunakan sistem pembayaran di kasir yang harus dibayar di muka sebelum menikmati hidangan. Ada satu kantin yang bukan saja menerapkan sistem makan bebas dan bayar dengan jujur berapa semua yang dimakan tanpa nota atau slip pemesanan. Kantin itu adalah Kantin The-5 di gedung Dirjen LPE dan Kantin BPLHD.

Kelanakuliner berhasil menemui sang pemilik, Elly, wanita kelahiran Jakarta, 17 Juli ini menuturkan bahwa semenjak dia membuka usaha kantin di gedung Dirjen LPE (Listrik dan Pemberdayaan Energi) bersama suaminya sesaat setelah dia mencoba membuka warung makan di dekat rumahnya. Setelah seorang koleganya mencicipi menu masakannya, sang teman itu menawarkannya untuk membuka kantin di kantornya. Kebetulan sekali kantin di kantornya sudah aktif lagi.

Siapa sangka bila ternyata yang dimaksud dengan kantin di kantor instansi pemerintah tersebut ternyata adalah gudang sekaligus ruang parkir kendaraan kantor. Elly dan suaminya, Suyanto akhirnya membabat alas bekas gudang dan parkir itu menjadi ruang kantin yang layak pakai. Mulai dengan modal duapuluh lima juta untuk membeli peralatan dapur dan kantin, mereka pun memulai usaha kantin ala kadarnya dengan menu nasi rames dan lain-lain di tahun 2005.

Rupanya untung tak langsung bisa diraih. Selama setahun penuh, Ellya dan suami mengalami kerugian yang tak sedikit, Namun sang suami, yang pensiunan karyawan swasta di perusahaan Amerika pada tahun 2004 ini tetap meminta Elly bertahan dan terus mendorongnya melanjutkan usaha kantin mereka. Dan akhirnya usaha kantin ini pun mulai kelihatan buah hasilnya. Hal ini disebabkan bukan saja kerja keras dan ketekunan namun karena faktor harga yang sangat menentukan. Kini di antara beberapa kantin yang ada di dekat mereka, hanya kantin milik merekalah yang paling murah setiap harga sajiannya. Tapi yang lebih unik dari cara berdagang pasangan suami istri yang telah beranak 4 ini adalah konsep kantin kejujuran. Mulai dari pelanggan yang dibiarkan bebas mengambil makanannya sendiri dan membayar apa yang mereka makan tanpa dicatat hingga sistem pelaporan keuangan para pegawainya yang kini telah berjumlah 8 orang itu. Tidak ada satupun yang menggunakan catatan mesin hitung modern, semuanya hanya berdasarkan saling percaya dan kejujuran. Suatu model berdagang yang luar biasa di tengah budaya modern yang kadang penuh dengan intrik seperti di Jakarta sekarang ini.

Ketika ditanya tentang nama kantinnya yang unik The - 5, sang wanita berjilbab yang kini anaknya telah duduk di bangku kuliah ini menyatakan, "Nama The-5 (baca = De-Lima) datangnya dari seorang teman sekolah, Budi Setiawan, di SMA 44 yang pada saat itu sedang berkunjung ke rumah untuk mengadakan acara reunian sekolah. Budi hendak mendirikan sebuah event-organizer yang membutuhkan orang-orang yang dia kenal terutama dari teman-teman sekolahnya dan kebetulan berjumlah 5 orang."

Dari nama event organizer inilah, Elly melihat The-5 cukup bagus untuk nama kantinnya. Satu kebetulan, dirinya dengan suami tinggal di jalan Delima, Perumnas Klender. Maka jadilah The-5 sebagai nama kantinnya.

KANTIN MURAH YANG JUAL SINGKONG FLA FAVORIT PELANGGAN PEREMPUAN

Lalu apa sih sajian unik serta unggulan yang ada di kantin The-5? Kalau bisa direkomendasi sepertinya kelanakuliner memilih Sop Kimlo dan Sop Iga khas ala Kantin The-5 (semula terbaca kantin THE'S saat kelana kuliner pertama melihat tulisan di kaca etalase makanannya). Sedangkan untuk makanan ringannya salah satunya adalah Singkong Fla (ada yang menyebutnya Singkong Thailand). Sepertinya bisa direkomendasi sebagai camilan (apetizer) pilihan kelanakuliner, karena sajian ini termasuk yang paling diminati para pelanggannya terutama para wanita.

"Meskipun begitu, ada juga bapak-bapak yang memesan Singkong Fla ini," papar Elly. Dengan hanya merogoh Rp 5.000,- kita bisa menikmati dua potong singkong rebus yang disiram dengan fla susu. Hmmm masalah rasa, silakan Anda coba sendiri di kedua kantin di atas.

"Untuk Sop Iga Sapi kami, sepertinya masih yang paling murah dibandingkan dengan harga sajian sejenis yang ada di sekitar perkantoran ini," imbuh Elly dan diiyakan oleh suaminya. Hanya dengan Rp 15.000,- kita bisa mendapatkan seporsi Sop Iga dan nasi. Bila ditambah dengan es jeruk, maka paling mahal hanya Rp 20.000,- Kalau sudah begini siapa yang bisa bantah bahwa kantin ini paling murah serta paling laku dibandingkan dengan yang lainnya.

Bagaimana dengan Sop Kimlonya (sebagian orang ada yang menyebutnya Sop Timlo). Sajian khas Jawa Tengah yang terdiri sayur-sayuran, udang dan jamur serta potongan tahu berkuah sop ini, termasuk sajian sedap dan nikmat disantap saat panas bersama nasi putih.

"Biar begitu," jelas Yanto, lelaki kelahiran 10 September ini, "Menu yang kami sajikan selalu diputar agar para pelanggan tidak bosan". Hal iini dimungkinkan karena kebanyakan dari para pelanggannya adalah karyawan di sekitar kantor. Jadi tidaklah aneh bila Anda berkunjung ke kantin ini, sering sekali dikunjungi ekspatriat atau konsultan asing yang bekerja di instansi pemerintah. Rupanya menu yang disajikan kantin ini terutama yang berlokasi di Dirjen LPE pas dengan selera barat mereka. Para ekspatriat yang biasanya datang dari Itali, Australia, Inggris bahkan dari Jepang pun sangat menyukai makan siang di kantin The-5. Beberapa dari mereka sempat kelanakuliner tanyakan tentang makan siang mereka di kantin ini. Namun karena makan siang mereka yang juga sekaligus dijadikan kesempatan sesama ekspatriat dari berbagai negara itu, mereka hanya bisa berkomentar dengan mengacungkan jempol tanda mereka sangat menikmati menu sajian dan tampaknya tak mau diganggu beragam pertanyaan sambil menolak sopan dengan senyum ramah. Sang pemilik kantin, ibu Elly pun menyempatkan diri berfoto bersama para konsultan asing ini. Cepret...! (Lumayan marketing promo dari endorser ekspatriat pencinta kuliner Indonesia) Hmmmm.... Pantas saja mereka suka, menu Sup iga dan Sup Kimlo serta Ayam Gorengnya paling sering jadi pilihan favorit mereka. Hebat juga bukan? Menu Indonesia disukai oleh orang asing dari sebuah kantin sederhana saja.

Dari semua petualangan kelanakulner kali ini, mungkin cuma di Kantin The-5 dan Kantin BPLHD yang tidak perlu melihat daftar menu dari harganya terlebih dahulu. Karena di samping semua pengunjung bebas memilih sendiri dan mengambil makannya, harga mahal tak ada kamusnya bagi kantin yang telah berusia 5 tahun lebih ini. Anda mau coba? Sila hubungi ibu Elly di nomor 08129971333. Ibu Elly juga bisa menerima pesanan resepsi sederhana, arisan, acara pengajian ibu-ibu atau pesta syukuran sederhana. Soal harga, berani diadu!

Sidik Rizal - dobeldobel.co.cc

Pasang Iklan Anda di Sini? HUBUNGI (021)9327.4925 - 9346.1965 - 606.36235 - 081.385.386.583


Pondok Citra

Nasi Pecel Kembang Turi

Sepertinya memang cuma di tempat ini yang menyajikan pecel Madiun (nggak selalu seh, kadang ada juga yang mencari Pecel Nganjuk) dengan menu asli dari daerah tersebut dengan menggunakan kembang turi sebagai sajian unggulan [...]
KPK BakarMadu

Jangan Takut Masuk KPK - Slogan Baru Setelah Masuk Trans7

Tahukah Anda makanan khas dari Pekalongan? Ada yang spesial gak seh? Tapi siapa sangka satu warung pojok dari kota Batik ini mengundang rasa ingin tahu banyak orang untuk mencoba sajian uniknya berupa Bebek Bakar Madu. Hmmm seperti apa seh rasanya sampe TransTV mau meliputnya? [...]
DapurJandaku

Carilah Janda di Mall Ambassador dan nikmatilah

Demi menghilangkan pikiran kotor di benak, saya sapa seorang wanita berusia 30-an tahu yang masih tampak seksi dan cantik, dan ternyata dia adalah pemilik warung makan yang lumayan provokatif itu. Esther namanya [...]
Es Sarang Kuntilanak

Es Sarang Kuntilanak VS Es Pocong?

Es Pocong namanya. Biasanya kalangan mahasiswa di kampus-kampus wilayah Depok banyak yang mengenali minuman bermerk ini. Entah mengapa minuman segar dan nikmat ini menggunakan nama "seram" seperti Es Sarang Kuntilanak" (Es Sarkun) dan Es Pulo Hantu (Es Lohan) [...]
Bengkel Kuliner

Pujasera Syariah Pertama di dunia

BengkelKuliner buka peluang investasi dengan sistem jual putus Rahasia Bumbu dan Pelatihan Tenaga Ahli berkonsep Rest Area dgn investasi minimal Rp.200jt [...]
Cangkru'an VW

SegO RAKyat Vokoke Wareg

tempat ini choesoes oentoek tjangkroe’an toean poean njang siboek bekerdja zonder waktoe oentoek memasak agar soepaja toean poean tida’ spanneng bergaboenglah oentoek tjangkroek jang bermakna [...]
Soto Marmer

LEZATNYA SOTO YANG SESUNGGUHNYA

Adalah sebuah warung makan sederhana yang dimulai dengan membuka jaringan kuat dan menemui bentuknya di kala terakhir perjalanan menuju kesuksesan. RM Soto Mawar Merah atau yang lebih dikenal dengan Soto Marmer ini memulai dengan cara itu. Sang pengusaha, H. Arta Indra, [...]
Udin Kombo

RM Khas Betawi H. Syamsudin Kombo, berdiri sejak 1980

Salah satu tempat tongkrongan warga Bekasi yang ada di Harapan Indah dan menjadi tempat favorit menikmati makanan asli khas Bekasi adalah RM Khas Betawi H. Syamsudin Kombo [...]
PondokGabusPucung

Pondok Gabus H. Lukman, Lebih dari 20 tahun Jadi Aikon Kuliner Bekasi

Kagak salah dah! bila Anda melewati GOR menuju ke arah Pulogadung di jalan Jend. Sudirman, maka tak jauh setelah Anda melewati pertigaan GOR, di sebelah kanan Anda berdiri warung legendaris yang kini menjadi ciri khas Bekasi yang paling kondang [...]
WarungDusun

Ada atmosfer modern nan nyaman di menu kampungnya

Kalau sayur lodeh hampir semua orang tahu, bagaimana dengan asem-asem khas Blitar ini? Asem-asem bukanlah sekadar sayur yang terbuat dari hijau-hijauan seperti sayur asem yang kita kenal. Justru makanan satu ini malah terbuat dari potongan daging sapi yang dibuat seperti sayur sop namun dengan rasa asam yang kuat [...]
Sangkuriang

Sop Gurame Kemangi Pedas vs Ikan Patin Bakar Omega 3

RM Sangkuriang sekali lagi diliput TransTV karena Sop Gurame Kemangi Pedas dan Ikan Bakar Patin Omega 3nya yang memang lain daripada yang biasanya [...]
Sangkuriang

Sop Gurame Kemangi Pedas vs Ikan Patin Bakar Omega 3

RM Sangkuriang sekali lagi diliput TransTV karena Sop Gurame Kemangi Pedas dan Ikan Bakar Patin Omega 3nya yang memang lain daripada yang biasanya [...]
BaksoMalangCakTio

Bakso Malang ini lebih lezat daripada yang di Bandung

Dekat Polres Metro Kota Bekasi, ada tempat makan dan nongkrong yang enak dan nyaman, namanya Bakso Malang Asli "CAK TIO" Veteran 66. Bukan saja tempatnya yang luas namun juga akses menuju tempat itu sangat mudah [...]
Bakso AG Komsen

Bakso AG Komsen dan Bakso 44 Komsen Konsisten dalam Rasa

Warung Bakso yang tetap konsisten mulai dari dibukanya tahun 1993 dengan tak berubah dalam rasa, sehingga pelanggannya kian hari kian bertambah. Mulai dari satu warung kecil kini sudah memiliki 2 warung besar [...]

Promoting BLOGS

MARKETING BOOST Anda ingin kami memblog profil usaha anda? Sewa kami untuk memblog-up anda atau usaha anda dalam jaringan media blogs kami. HIRE US TO BLOG YOU UP Phone: 021-9346-1965 atau di 08121215773 E-mail: dik_rizal@yahoo.com, iwaklawuh2002@yahoo.com