Bakso Malang Asli Cak Tio, Telp: 08129181453 - (021)9599.5354 - 8885.6037

Tampilkan postingan dengan label Khas Jawa Timur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khas Jawa Timur. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Desember 2009

Soto Lamongan Etan Kelapa Gading

Beda Dari Yang Biasanya, Jauh Lebih Kental dan Lebih Berani


Kelapa Gading, kelanakuliner.com
Setelah menikmati Roti Bakar khas Ropita Aneka Rasa, kelanakuliner.com kembali menyusuri jalan utama Kelapa Gading dan akhirnya menemukan Soto Lamongan Etan. Etan sendiri menurut sang pengelolanya, Roy berarti Enak Tenan. "Biar gampang diingat ya sudah kami jadikan singkatan 'Etan' alias Enak Tenan" ungkap Roy sambil menawarkan sajian khas Lamongan kepada kelanakuliner untuk dicoba.


Pada mulanya saya menganggap, pastilah Soto Ayam Lamongan tak beda jauh daripada yang biasa saya nikmati, tapi ternyata, Soto Lamongan yang dikelola Roy ini sedikit berbeda, terutama, karena tambahan kaldu khusus dan koyanya yang membuat sotonya jauh lebih kental dibandingkan Soto Lamongan yang biasa saya kenal dan nikmati. Tapi justru di sinilah uniknya Soto lamongan Etan, apalagi rasanya lebih kuat dengan bumbu yang lebih berani. Akhirnya saya jadi ingat seorang kolega saya yang membuat program wisata kuliner di televisi dimana dia sering sekali mengatakan, bahwa "Dimana-mana yang asli jelas pasti enak!" Tapi ternyata hal itu tidak tepat. Malah saya berani mengatakan, "Yang asli diberi sedikit inovasi, jelas jauh lebih  nikmat!" untuk sajian khas Lamongan yang sudah keluar dari pakemnya ini.


Menurut pak Roy, sengaja Soto Lamongan Etan disajikan seperti itu agar sesuai dengan lidah orang-orang Jakarta. Soto Lamongan yang lebih mirip dengan Soto Betawi ini memang sengaja dibuat sedikit lebih berkaldu dan kental, tapi bumbu dasarnya masih seperti aslinya  dari Lamongan, ujar Roy kepada kelanakuliner.com. Harga yang patok pun masih terbilang terjangkau, cuma dengan Rp.7.000,- pelanggan bisa menikmati semangkuk soto lamongan plus nasi putih. Istimewanya adalah koya yang terbuat dari krupuk udang yang digepuk hingga halus, ternyata nmasih ditambah beberapa rempah-rempah lainnya yang membuat koyanya bisa dikudap oleh para pelanggan sambil menunggu sajian dihidangkan.

Namun tak nikmat rasanya bila makanan panas ini tidak ditemani minuman dingin. Teh asli poci yang kebetulan waralaba teh hijau juga bisa dipesan di tempat ini. Dan itu semakin manambah nikmatnya santapan Anda.

Anda tertarik ingin menikmati Soto Lamongan "Etan" yang lebih nyamleng dan lebih "manteb" diban ingkan yang biasanya? Kunjungi saja Soto Lamongan Etan di bilangan jalan Kelapa Gading dekat SMA Negeri 45 Jakarta Utara.

Sidik Rizal - dobeldobel.com

Soto Lamongan Etan Kelapa Gading

Beda Dari Yang Biasanya, Jauh Lebih Kental dan Lebih Berani


Kelapa Gading, kelanakuliner.com
Setelah menikmati Roti Bakar khas Ropita Aneka Rasa, kelanakuliner.com kembali menyusuri jalan utama Kelapa Gading dan akhirnya menemukan Soto Lamongan Etan. Etan sendiri menurut sang pengelolanya, Roy berarti Enak Tenan. "Biar gampang diingat ya sudah kami jadikan singkatan 'Etan' alias Enak Tenan" ungkap Roy sambil menawarkan sajian khas Lamongan kepada kelanakuliner untuk dicoba.


Pada mulanya saya menganggap, pastilah Soto Ayam Lamongan tak beda jauh daripada yang biasa saya nikmati, tapi ternyata, Soto Lamongan yang dikelola Roy ini sedikit berbeda, terutama, karena tambahan kaldu khusus dan koyanya yang membuat sotonya jauh lebih kental dibandingkan Soto Lamongan yang biasa saya kenal dan nikmati. Tapi justru di sinilah uniknya Soto lamongan Etan, apalagi rasanya lebih kuat dengan bumbu yang lebih berani. Akhirnya saya jadi ingat seorang kolega saya yang membuat program wisata kuliner di televisi dimana dia sering sekali mengatakan, bahwa "Dimana-mana yang asli jelas pasti enak!" Tapi ternyata hal itu tidak tepat. Malah saya berani mengatakan, "Yang asli diberi sedikit inovasi, jelas jauh lebih  nikmat!" untuk sajian khas Lamongan yang sudah keluar dari pakemnya ini.


Menurut pak Roy, sengaja Soto Lamongan Etan disajikan seperti itu agar sesuai dengan lidah orang-orang Jakarta. Soto Lamongan yang lebih mirip dengan Soto Betawi ini memang sengaja dibuat sedikit lebih berkaldu dan kental, tapi bumbu dasarnya masih seperti aslinya  dari Lamongan, ujar Roy kepada kelanakuliner.com. Harga yang patok pun masih terbilang terjangkau, cuma dengan Rp.7.000,- pelanggan bisa menikmati semangkuk soto lamongan plus nasi putih. Istimewanya adalah koya yang terbuat dari krupuk udang yang digepuk hingga halus, ternyata nmasih ditambah beberapa rempah-rempah lainnya yang membuat koyanya bisa dikudap oleh para pelanggan sambil menunggu sajian dihidangkan.

Namun tak nikmat rasanya bila makanan panas ini tidak ditemani minuman dingin. Teh asli poci yang kebetulan waralaba teh hijau juga bisa dipesan di tempat ini. Dan itu semakin manambah nikmatnya santapan Anda.

Anda tertarik ingin menikmati Soto Lamongan "Etan" yang lebih nyamleng dan lebih "manteb" diban ingkan yang biasanya? Kunjungi saja Soto Lamongan Etan di bilangan jalan Kelapa Gading dekat SMA Negeri 45 Jakarta Utara.

Sidik Rizal - dobeldobel.com

Sabtu, 19 Desember 2009

Bebek Goreng Pondok Hijau

Khas Masakan Jawa Timur
April 21st, 2008 by djoko santoso



Bekasi - kelanakuliner.com
Kali ini saya mengutip tulisan dari salah satu senior saya, Mr. Joko Santoso yang telah lebih dahulu bertualang di dunia kuliner. Beriku tkutipan tulisannya yang saya ambil dari blogsnya yang cantik, Lagi Malas Ngeblog. (Namanya aja udah aneh kan?)

Sebagai penggemar masakan Bebek, saya tidak bosan-bosan hunting Masakan Bebek Goreng, terutama seputaran Bekasi.

Bebek Goreng Pondok Hijau Bekasi Timur ini adalah Bebek goreng khas Surabaya, dengan bumbu hitam dan sambal yang pedas. Mantaffff

Rasanya, benar-benar khas Bebek Goreng Surabaya.
Harganya standar, plus minum perorang sekitar 25 ribu.


Tidak bakalan menyesal mencoba bebek goreng ini. Bagi yang tidak suka Bebek, di Restauran ini juga menyediakan menu2 lain yang Khas Surabaya, diantaranya Soto Sulung, Rawon, dll.

Rasanya semua mantaff, terasa kentalnya di lidah…. hemmmmm
Lokasinya berada di Jalan Pondok Hijau (lihat peta dibawah ini). gampang mencapainya dekat jalan Tol.


Bebek Goreng Pondok Hijau

Khas Masakan Jawa Timur
April 21st, 2008 by djoko santoso



Bekasi - kelanakuliner.com
Kali ini saya mengutip tulisan dari salah satu senior saya, Mr. Joko Santoso yang telah lebih dahulu bertualang di dunia kuliner. Beriku tkutipan tulisannya yang saya ambil dari blogsnya yang cantik, Lagi Malas Ngeblog. (Namanya aja udah aneh kan?)

Sebagai penggemar masakan Bebek, saya tidak bosan-bosan hunting Masakan Bebek Goreng, terutama seputaran Bekasi.

Bebek Goreng Pondok Hijau Bekasi Timur ini adalah Bebek goreng khas Surabaya, dengan bumbu hitam dan sambal yang pedas. Mantaffff

Rasanya, benar-benar khas Bebek Goreng Surabaya.
Harganya standar, plus minum perorang sekitar 25 ribu.


Tidak bakalan menyesal mencoba bebek goreng ini. Bagi yang tidak suka Bebek, di Restauran ini juga menyediakan menu2 lain yang Khas Surabaya, diantaranya Soto Sulung, Rawon, dll.

Rasanya semua mantaff, terasa kentalnya di lidah…. hemmmmm
Lokasinya berada di Jalan Pondok Hijau (lihat peta dibawah ini). gampang mencapainya dekat jalan Tol.


Jumat, 18 Desember 2009

Pecel Madiun BP, Rujak Cingur Khas Jatim di Kota Bekasi

Menu Serba Hitam Khas Jawa Timur yang Menggugah Selera


Bekasi, kelanakuliner.com
Tak sengaja saya menyambangi sebuah warung makan Pecel Madiun yang ada di Alun-alun Kota Bekasi, samping Bakso Malang Cak Tio. Ternyata Warung Pecel Madiun BP ini pernah ditulis oleh sahabat saya Dian PP, langsung dari sang narasumbernya Budi Purwanto di warung utamanya di dekat exit Pintu Tol Bekasi Timur.

Saya sendiri memang kesulitan mendapatkan makanan khas Jawa Timuran yang selalu berwarna hitam ini. Mulai dari Rawonnya atau yang sering saya sebut sebagai Black Soup ala Eastern Java. Bila pembuatan Rawon (ada yang iga, jeroan, atau daging sapi) biasanya menggunakan kluwek (pucung dalam bahasa Betawi) atau Keluak/Keluwak, atau Buah Kepayang dan dalam bahasa asingnya dikenal dengan nama Indonesian Black Nut, atau Pangium Edule Nut memang memberikan aroma khas dan rasa tersendiri bagi masakan berbahan daging sapi ini. Kemudian sajian lainnya yang juga berwarna hitam namun lezat dan nikmat, yakni Rujak Cingur. Kala yang pertama tadi, si sop hitam diwarnai dengan kluwek, maka, Rujak Cingur berwarna hitam karena bahan bumbu petis udangnya yang tak bisa digantikan dengan Petis udang dari daerah lainnya, demikian ungkap Ibu Diah, istri sang pemilik Pecel madiun "BP", Budi Purnomo kepada kelanakuliner.com


"Entah mengapa makanan khas Jawa Timur banyak sekali yang bernuansa warna hitam, ucap wanita yang berprofesi sebagai pengamat ekonomi dan sering bepergian ke luar negeri ini. Saya sendiri sebenarnya juga heran dengan masakan khas Jawa Timur. Mengapa selalu berwarna gelap dan hitam pekat? APakah mungkin karena ciri khas daerah Jawa Timuran yang identik dengan pakaiannya yang berwarna hitam? Ingat kan pakaian para penari dan seniman Reog Ponorogo? Atau para warok-warok (para jagoan jaman dulu) yang suka sekali berpakaian hitam dengan kaos dalaman belang-belang merah-putih. (Hualah! Apa masalahnya?)

Terlepas dari nuansa kegelapan (baca: hitam) pada setiap makanan khas Jawa Timuran, tapi tak ada satupun yang tidak lezat untuk dinikmati. Justru itu, Rujak Cingur yang berbumbu petis hitam nan pekat adalah kombinasi antara rasa klenyir-klenyir moncong (congor atau cingur atau hidung dan mulut sapi) ini dengan gurihnya Petis udang Surabaya, dan asamnya buah-buahan campuran (itulah sebabnya disebut rujak) dan ditambah bumbu-bumbu lainnya. Hmmm pasti lebih nikmat bila dinikmati pada siang hari bersama minuman dingin khas Jawa Timuran (apaan tuh minuman khasnya?).

Yang jelas bila Anda tertarik menikmati Rujak Cingur dan Pecel Madiun Portable (saya lebih suka menyebut Bumbu Pecel Madiun Portable, karena kemudahannya untuk dibawa kemana-mana dalam sebuah kemasan kotak yang kompak ini). Perlu juga Anda ketahui Paket Kotak Bumbu Pecel madiun merk "BP" ini telah melanglang buana ke manca negara hingga Amerika dan Eropa. (kadang saya berfikir, alangkah baiknya kalau saya adalah sebuah bumbu pecel paket.... sudah bisa ke luar negeri dalam sekejap.... hehehehe, saya sendiri belum pernah ke laur negeri, kecuali keliling Indonesia). Oh iya hampir lupa. bila Anda benar-benar tertarik mencoba Rujak Cingur khas Jawa Timuran, silahkan reservasi di nomor berikut ini 0812.803.6117 atau (021) 703.29.768 dengan Ibu Diah. Atau kunjungi Warung Pecel Madiun dekat Pintu Tol Bekasi Timur sambil belokan ke arah kanan. Dijamin Anda tak kan kecewa dan tak perlu harus memesan ke Jawa Timur, karena semuanya asli Jawa Timuran di warung ini.

Sidik Rizal - kelanakuliner.com




Dan berikut ini kutipan tulisan sobat saya mas Dian PP yang pernah diterbitkan pada edisi sebelumnya:

Ada Kulit Jeruk di Pecel Madiun

Bekasi, Tol Timur Bekasi, kelanakuliner.com.
Eksplorasi pedas kelanakuliner kali ini mencoba menjamah sisi tradisional negeri seribu pulau ini. Beberapa tulisan tentang menu sarapan pilihan sebagian besar warga Jawa Timur, pecel, akan coba diulas dalam melalui blog ini. Penjelajahan dimulai dari satu tempat yang yang dikenal sebagai asal muasalnya makanan ini, walaupun dalam prakteknya, sudah banyak "penyimpangan" yang terjadi (makanya baca sampai tuntas dulu agar tahu). Pecel, rasanya tidak akan mudah dilepaskan dari kata Madiun. Maka penjelajahan kali ini menuju langsung ke orang Madiun yang tinggal di Bekasi untuk mencari jawaban pasti atas keberadaan pecel Madiun ini.

Pecel Madiun, menurut Budi Purwanto, memiliki ciri khas penggunaan turi, kecambah pendek, dan sambel pecel. Selain itu, ciri khas visual yang bisa ditemukan adalah pada cara penyajian yang selalu menggunakan daun pisang, dan cara menuangkan sambel pada racikan nasi dan kulupan. Nasi pecel Madiun, mengutamakan kulupan, dan hanya mensyaratkan nasi. "Jadi, pecel Madiun akan mudah dikenali dari penyajiannya yang menggunakan daun pisang secara berlebih, nasi yang hanya secukupnya, kulupan lebih banyak, serundeng, kering tempe, cacahan mentimun, sambel pecel, dengan lauk peyek, krupuk puli (cap walet), tempe dan tahu. Adapun kulupannya juga menyisakan hal yang khas, yakni dengan kehadiran daun kemangi. Sementara untuk materi kulupannya, menggunakan kacang panjang, daun singkong, daun pepaya, yang diolah dengan teknik tertentu. Daun singkong dan pepaya direbus secara bersamaan sampai matang, ditiriskan sebentar, kemudian langsung disiram dengan air es, agar warnanya menjadi hijau segar. Untuk menjaga kualitasnya, pak Budi bahkan sampai rela membuat kecambah sendiri, dan juga menyediakan ladang pisang, untuk mengoptimalkan pasokan daun untuk pecelnya.

Sementara pengolahan sambel BP juga menarik untuk disimak. Rupanya dari pemilihan bahan, pak Budi mengutamakan kwalitas. Sehingga tak mengherankan jika kacang harus didatangkan dari Tuban, asem jawa dan daun jeruk dikirim dari Madiun, sementara gula merah nya dibeli langsung ke tasikmalaya. Kacang diolah dengan metode sangrai, setelah sebelumnya dipilih kualitas yag terbaiknya. Selanjutnya setelah matang, kacang diuyek agar kulit terpisah dari biji kacang dan terbelah, lantas ditapeni, agar kulit tidak bercampur dengan biji. Selanjutnya, biji kecil yang ada di dalam kacang, dibuang. "Ini bisa membuat rasa sambel menjadi sedikit pait" terang pak budi sambil menunjukkan bagian kacang tersebut kepada kelanakuliner. Kacang selanjutnya ditumbuk, dicampur dengan bumbu2, dan ditambah dengan kulit jeruk yang ditumbuk. Yang disebut terakhir inilah yang menjadi ciri khas pembeda sambel pecel Madiun dari sambel pecel di daerah lain. Pengusaha pecel tiga generasi ini, mengaku jikalau pasokan kacang tubannya mandheg, dia memilih untuk menghentikan dagangan untuk sementara, sampai pasokan kacang pulih kembali. "Kacang Tuban itu, kecil, tapi menthes mas" jelas pak Budi. Tanpa kacang tuban, hasil sambelnya pasti terasa lain. Berkat kontrol kualitas yang ketat, sambel pecel besutan pak Budi telah merambah benua kangguru, dan beberapa negara di Asia.

Menariknya lagi, untuk menyediakan lauk peyek kacang yang benar-benar khas Madiun, didatangkanlah langsung dari Madiun, pembuat asli peyek kacang Madiun. Kacang yang dipakai masih tetap kacang tuban, namun bedanya, tidak ada perlakuan khas, dimana kacang cukup dibelah menjadi dua, dan dicampurkan ke adonan tepung dan tak lupa, rajangan daun jeruk. Peyek hasil gorengan pun juga tak lepas dari qualiti kontrol. "Dua blek besar peyek pernah saya suruh bagi-bagikan saja, karena rasanya yang tidak pas menurut saya" kenang pak Budi.

Penyaji pecel Madiun ternyata tidak selamanya adalah orang Madiun. "Orang jogja bisa saja jual pecel" Mana ada pecel jogja, adanya ya pecelMadiun. Tapi gestuur dan cara penyajian, sudah membuat kita bisa membedakan ini pecel Madiun asli, dan yang itu pecel Madiun made ini semarang. Sambel pecel semarang memiliki citarasa kencur yang cukup kuat. Sementara Sambel pecel Jawa Timur, cenderung menguatkan daun jeruk nipis. Di sinilah "penyimpangan" itu terjadi, ketika tagline yang diusung adalah pecel Madiun, tapi karena yang menjualnya bukanlah orang Madiun, maka terjadilah. Pecel Madiun disajikan dengan daun pisang yang berlimpah, sementara nasinya hanya nyempil di pojok, dengan kulupan yang lebih banyak, kemudian disiram dengan sambel kacang secara nyepret.



Disarikan dari hasil perbincangan dengan Pak Budi Purwanto, pemilik Pecel Madiun "BP" (021)7032.9768. Ditulis oleh Dian Purnama Putra, untuk kelanakuliner.co.cc

Pecel Madiun BP, Rujak Cingur Khas Jatim di Kota Bekasi

Menu Serba Hitam Khas Jawa Timur yang Menggugah Selera


Bekasi, kelanakuliner.com
Tak sengaja saya menyambangi sebuah warung makan Pecel Madiun yang ada di Alun-alun Kota Bekasi, samping Bakso Malang Cak Tio. Ternyata Warung Pecel Madiun BP ini pernah ditulis oleh sahabat saya Dian PP, langsung dari sang narasumbernya Budi Purwanto di warung utamanya di dekat exit Pintu Tol Bekasi Timur.

Saya sendiri memang kesulitan mendapatkan makanan khas Jawa Timuran yang selalu berwarna hitam ini. Mulai dari Rawonnya atau yang sering saya sebut sebagai Black Soup ala Eastern Java. Bila pembuatan Rawon (ada yang iga, jeroan, atau daging sapi) biasanya menggunakan kluwek (pucung dalam bahasa Betawi) atau Keluak/Keluwak, atau Buah Kepayang dan dalam bahasa asingnya dikenal dengan nama Indonesian Black Nut, atau Pangium Edule Nut memang memberikan aroma khas dan rasa tersendiri bagi masakan berbahan daging sapi ini. Kemudian sajian lainnya yang juga berwarna hitam namun lezat dan nikmat, yakni Rujak Cingur. Kala yang pertama tadi, si sop hitam diwarnai dengan kluwek, maka, Rujak Cingur berwarna hitam karena bahan bumbu petis udangnya yang tak bisa digantikan dengan Petis udang dari daerah lainnya, demikian ungkap Ibu Diah, istri sang pemilik Pecel madiun "BP", Budi Purnomo kepada kelanakuliner.com


"Entah mengapa makanan khas Jawa Timur banyak sekali yang bernuansa warna hitam, ucap wanita yang berprofesi sebagai pengamat ekonomi dan sering bepergian ke luar negeri ini. Saya sendiri sebenarnya juga heran dengan masakan khas Jawa Timur. Mengapa selalu berwarna gelap dan hitam pekat? APakah mungkin karena ciri khas daerah Jawa Timuran yang identik dengan pakaiannya yang berwarna hitam? Ingat kan pakaian para penari dan seniman Reog Ponorogo? Atau para warok-warok (para jagoan jaman dulu) yang suka sekali berpakaian hitam dengan kaos dalaman belang-belang merah-putih. (Hualah! Apa masalahnya?)

Terlepas dari nuansa kegelapan (baca: hitam) pada setiap makanan khas Jawa Timuran, tapi tak ada satupun yang tidak lezat untuk dinikmati. Justru itu, Rujak Cingur yang berbumbu petis hitam nan pekat adalah kombinasi antara rasa klenyir-klenyir moncong (congor atau cingur atau hidung dan mulut sapi) ini dengan gurihnya Petis udang Surabaya, dan asamnya buah-buahan campuran (itulah sebabnya disebut rujak) dan ditambah bumbu-bumbu lainnya. Hmmm pasti lebih nikmat bila dinikmati pada siang hari bersama minuman dingin khas Jawa Timuran (apaan tuh minuman khasnya?).

Yang jelas bila Anda tertarik menikmati Rujak Cingur dan Pecel Madiun Portable (saya lebih suka menyebut Bumbu Pecel Madiun Portable, karena kemudahannya untuk dibawa kemana-mana dalam sebuah kemasan kotak yang kompak ini). Perlu juga Anda ketahui Paket Kotak Bumbu Pecel madiun merk "BP" ini telah melanglang buana ke manca negara hingga Amerika dan Eropa. (kadang saya berfikir, alangkah baiknya kalau saya adalah sebuah bumbu pecel paket.... sudah bisa ke luar negeri dalam sekejap.... hehehehe, saya sendiri belum pernah ke laur negeri, kecuali keliling Indonesia). Oh iya hampir lupa. bila Anda benar-benar tertarik mencoba Rujak Cingur khas Jawa Timuran, silahkan reservasi di nomor berikut ini 0812.803.6117 atau (021) 703.29.768 dengan Ibu Diah. Atau kunjungi Warung Pecel Madiun dekat Pintu Tol Bekasi Timur sambil belokan ke arah kanan. Dijamin Anda tak kan kecewa dan tak perlu harus memesan ke Jawa Timur, karena semuanya asli Jawa Timuran di warung ini.

Sidik Rizal - kelanakuliner.com




Dan berikut ini kutipan tulisan sobat saya mas Dian PP yang pernah diterbitkan pada edisi sebelumnya:

Ada Kulit Jeruk di Pecel Madiun

Bekasi, Tol Timur Bekasi, kelanakuliner.com.
Eksplorasi pedas kelanakuliner kali ini mencoba menjamah sisi tradisional negeri seribu pulau ini. Beberapa tulisan tentang menu sarapan pilihan sebagian besar warga Jawa Timur, pecel, akan coba diulas dalam melalui blog ini. Penjelajahan dimulai dari satu tempat yang yang dikenal sebagai asal muasalnya makanan ini, walaupun dalam prakteknya, sudah banyak "penyimpangan" yang terjadi (makanya baca sampai tuntas dulu agar tahu). Pecel, rasanya tidak akan mudah dilepaskan dari kata Madiun. Maka penjelajahan kali ini menuju langsung ke orang Madiun yang tinggal di Bekasi untuk mencari jawaban pasti atas keberadaan pecel Madiun ini.

Pecel Madiun, menurut Budi Purwanto, memiliki ciri khas penggunaan turi, kecambah pendek, dan sambel pecel. Selain itu, ciri khas visual yang bisa ditemukan adalah pada cara penyajian yang selalu menggunakan daun pisang, dan cara menuangkan sambel pada racikan nasi dan kulupan. Nasi pecel Madiun, mengutamakan kulupan, dan hanya mensyaratkan nasi. "Jadi, pecel Madiun akan mudah dikenali dari penyajiannya yang menggunakan daun pisang secara berlebih, nasi yang hanya secukupnya, kulupan lebih banyak, serundeng, kering tempe, cacahan mentimun, sambel pecel, dengan lauk peyek, krupuk puli (cap walet), tempe dan tahu. Adapun kulupannya juga menyisakan hal yang khas, yakni dengan kehadiran daun kemangi. Sementara untuk materi kulupannya, menggunakan kacang panjang, daun singkong, daun pepaya, yang diolah dengan teknik tertentu. Daun singkong dan pepaya direbus secara bersamaan sampai matang, ditiriskan sebentar, kemudian langsung disiram dengan air es, agar warnanya menjadi hijau segar. Untuk menjaga kualitasnya, pak Budi bahkan sampai rela membuat kecambah sendiri, dan juga menyediakan ladang pisang, untuk mengoptimalkan pasokan daun untuk pecelnya.

Sementara pengolahan sambel BP juga menarik untuk disimak. Rupanya dari pemilihan bahan, pak Budi mengutamakan kwalitas. Sehingga tak mengherankan jika kacang harus didatangkan dari Tuban, asem jawa dan daun jeruk dikirim dari Madiun, sementara gula merah nya dibeli langsung ke tasikmalaya. Kacang diolah dengan metode sangrai, setelah sebelumnya dipilih kualitas yag terbaiknya. Selanjutnya setelah matang, kacang diuyek agar kulit terpisah dari biji kacang dan terbelah, lantas ditapeni, agar kulit tidak bercampur dengan biji. Selanjutnya, biji kecil yang ada di dalam kacang, dibuang. "Ini bisa membuat rasa sambel menjadi sedikit pait" terang pak budi sambil menunjukkan bagian kacang tersebut kepada kelanakuliner. Kacang selanjutnya ditumbuk, dicampur dengan bumbu2, dan ditambah dengan kulit jeruk yang ditumbuk. Yang disebut terakhir inilah yang menjadi ciri khas pembeda sambel pecel Madiun dari sambel pecel di daerah lain. Pengusaha pecel tiga generasi ini, mengaku jikalau pasokan kacang tubannya mandheg, dia memilih untuk menghentikan dagangan untuk sementara, sampai pasokan kacang pulih kembali. "Kacang Tuban itu, kecil, tapi menthes mas" jelas pak Budi. Tanpa kacang tuban, hasil sambelnya pasti terasa lain. Berkat kontrol kualitas yang ketat, sambel pecel besutan pak Budi telah merambah benua kangguru, dan beberapa negara di Asia.

Menariknya lagi, untuk menyediakan lauk peyek kacang yang benar-benar khas Madiun, didatangkanlah langsung dari Madiun, pembuat asli peyek kacang Madiun. Kacang yang dipakai masih tetap kacang tuban, namun bedanya, tidak ada perlakuan khas, dimana kacang cukup dibelah menjadi dua, dan dicampurkan ke adonan tepung dan tak lupa, rajangan daun jeruk. Peyek hasil gorengan pun juga tak lepas dari qualiti kontrol. "Dua blek besar peyek pernah saya suruh bagi-bagikan saja, karena rasanya yang tidak pas menurut saya" kenang pak Budi.

Penyaji pecel Madiun ternyata tidak selamanya adalah orang Madiun. "Orang jogja bisa saja jual pecel" Mana ada pecel jogja, adanya ya pecelMadiun. Tapi gestuur dan cara penyajian, sudah membuat kita bisa membedakan ini pecel Madiun asli, dan yang itu pecel Madiun made ini semarang. Sambel pecel semarang memiliki citarasa kencur yang cukup kuat. Sementara Sambel pecel Jawa Timur, cenderung menguatkan daun jeruk nipis. Di sinilah "penyimpangan" itu terjadi, ketika tagline yang diusung adalah pecel Madiun, tapi karena yang menjualnya bukanlah orang Madiun, maka terjadilah. Pecel Madiun disajikan dengan daun pisang yang berlimpah, sementara nasinya hanya nyempil di pojok, dengan kulupan yang lebih banyak, kemudian disiram dengan sambel kacang secara nyepret.



Disarikan dari hasil perbincangan dengan Pak Budi Purwanto, pemilik Pecel Madiun "BP" (021)7032.9768. Ditulis oleh Dian Purnama Putra, untuk kelanakuliner.co.cc

Minggu, 29 November 2009

Warung Jawa Timur: Ayam Krengseng Sari Kurma

Ayam Kecap Jawa Timur Bumbu Sari Kurma


Bekasi, kelanakuliner.com
Menelusuri jalur Jalan Raya Harapan Baru I menuju perumahan Harapan Baru Regency, kita akan melalui sebuah jalan Kemiri Raya di perumahan Harapan Baru I tepat depan SMP N 13 Medan Satria. Kira-kira 15 meter dari jalan raya Harapan Baru depan SMP negeri itu, maka kita akan bisa menemui sebuah rumah makan yang menjual sajian unik dari daging ayam. Sajian ayam Krengseng Sari Kurma ini memang sedikit aneh kedengarannya. Sajian yang cukup populer di Jawa Timur dengan nama Ayam Kecap khas Malang atau Ayam Krengseng ini diolah dengan tambahan Sari Kurma yang memperkaya citarasa dan khasiatnya buat kesehatan siapapun yang menkomsumsinya.


Bahkan informasi terakhir yang saya dapatkan adalah bahwa setiap masakannya yang berasa manis, pasti kandungan gulanya yang biasanya takarannya penuh, kini setengahnya diganti dengan Sari Kurma. Hal ini dilakukan oleh sang pemilik, Ibu Siti atas saran suaminya, pak Badri demi  nutrisi sajian yang mereka jual dan juga kesehatan para pelanggannya. Rupanya pelanggann pun merespon baik inovasi menu sehat setiap masakan manis olahan Warung Makan Jawa Timur ini.




Dengan adanya tambahan kurma di samping kecap Banggo sebagai bumbu utamanya, maka sensasi rasa manisnya lebih mantap dan lain daripada Ayam Krengseng yang biasanya ditemui di Jawa Timur. Di samping itu, khasiat dari Ayam Kecap khas Jawa Timur berbumbu Sari Kurma ini lebih banyak daripada olahan masakan ayam pada umumnya.

Setelah bertemu dengan sang pemilik, Ibu Siti Maesaroh yang kerap dipanggil Mama (si) Kembar ini menjelaskan, bahwa dalam sajian ayamnya sendiri yang berbumbu kecap sudah demikian dikenal dan juga telah diterima oleh lingkungan perumahan warga. Kalau sebelumnya ibu empat anak ini telah membuka usaha warung selama lebih dari 25 tahun, dimana ia bermain dari beragam jenis usaha mulai dari catering, nasi lauk rantangan dan nasi box, hingga kini.

Wanita kelahiran 40 tahun lalu ini juga menyatakan, bahwa warung makan Jawa Timur yang dikelolanya ini memang 5 tahun sebelumnya hanya menyajikan masakan khas Jawa Timur, itupun karena warungnya berlokasi tepat di pinggir jalan protokol. Tapi kini setelah menetap di komplek perumahan dengan mengontrak dari seorang kolega suaminya yang bekerja sebagai maintenance salah satu pabrik di dekat rumahnya ini, bu Siti lebih memilihi menu sajian rumahan dengan masakan tradisional yang diminati oleh para tetangganya, tanpa mengkhususkan pada menu daerah Jawa Timur. Namun begitu Siti, yang mempunyai 2 anak perempuan kembar ini, mengandalkan beberapa sajian unggulan, terutama sekali adalah Ayam Krengseng Sari Kurma, Ikan Tuna Bumbu Asam Padeh, Ayam Asam Padeh dimana dia lebih suka menyebutnya dengan Ayam Bumbu Rujak dan Ikan Tuna (atau Tongkol) Bumbu Rujak.

Untuk sajian khas Warung Makan Sederhana Jawa Timur Mama si Kembar ini, Ayam Krengseng Sari Kurma, saya mencobanya dan saya merasakan bumbunya begitu mirip dengan bumbu rendang Padang. Hanya saja dagingnya bukan daging sapi, tapi ayam. Masalah rasa kurmanya yang begitu kuat, saya sarankan Anda untuk mencobanya, apalagi khasiatnya yang mampu menyembuhkan beragam penyakit dan menurunkan tekanan darah tinggi. Belum lagi saya ditawari minum Teh Manis Sari Kurma, dan kebetulan sekali saya sedang sakit kepala karena kehujanan saat sebelum berkunjung ke warung makan sederhana yang mojok di jalan Kemiri Raya. Tak berlebihan bila saya menilai masakan ibu Siti memang bisa dijadikan sebagai makanan yang bukan saja menyehatkan tapi sekaligus menyembuhkan. Tidak berlebihan sepertinya, apalagi kalau Anda sudah mencobanya pasti setuju dengan pendapat saya. Sayang ada satu kekurangan dari warung makan ini, karena lokasinya berada di tengah komplek perumahan dan bukan di pinggir jalan, jadi kapasitas pengunjung paling banyak hanya sanggup menampung tak lebih dari 10 tamu. Namun begitu tampaknya pengunjung dari ibu-ibu rumah tangga atau para tetangganya menjadi pelanggan tetap warung makan Jawa Timur ini. Sementara tamu yang berkunjung makan kebanyakan adalah mitra kerja dari sang suami atau pemilik rumah. Sepertinya warung makan ini memang cukup enak untuk dijadikan tempat ketemu kolega walau dalam skala kecil dan pastinya nyaman makan siang atau malam di tempat kecil ini.

Menu Ayam Krengseng Sari Kurma atau Ayam Kecap khas Jawa Timur ini pun tidak terlalu mahal, cukup  seporsinya Rp. 9.000,- dan Anda bisa menikmatinya dengan setangkup nasi. Alangkah nikmatnya bila bisa juga dinikmati dengan teh hangat manis sari kurma. Sepertinya semua sajian di warung makan sederhana ini selalu disertai sari kurma. Tak heran, karena ibu Siti yang bersuamikan Badri (42) ini memang menjual jamu herbal khas dari Timur Tengah, Sari Kurma ini dengan merk Al-Jazeerah. Dijamin Anda setelah menikmati sajian bertaburan sari kurma, akan berkeringat dan segala hawa panas serta toksin keluar bersamaan dengan keringat deras yang keluar. Bukan saja manis nikmat kurmanya, tapi segar dan menyembuhkan. Berminat?

Bila Anda tertarik menikmati sajian khas Mama si Kembar di Warung Makan Jawa Timur ini, silakan hubungi langsung Ibu Siti di no telp (021) 261.961.50 atau langsung mengunjungi alamatnya di Jalan Kemiri Raya I. Perumahan Harapan Baru I Medan Satria (tepat 15 meter depan SMP Negeri 13).

Lalu menu apa saja yang biasa disajikan di Warung Makan Jawa Timur? Di samping adamenu unik harian yang selalu bergaanti-ganti setiap hari, Anda bisa datang untuk makan atau beli dibawa pulang menu umum yang biasanya disajikan seperti:
- Bandeng Presto (bisa antar pesan minimal 5 ptg @ Rp.9.000)
- Tuna Asam Pedas (bisa antar pesan minimal 5 ptg @ Rp.9.000)
- Ikan Salem Goreng
- Lele Goreng

- Sayur Nangka Sari Kurma
- Opor Tahu
- Urap Pecel
- Sambel Tumpang
- Tumis-tumisan (+ SariKurma)

- Ayam Krengseng Sari Kurma (antar pesan minimal 5 porsi@ Rp.9.000)
- Ayam Ungkeb
- Ayam Opor
- Ayam Bumbu Rujak Sari Kurma (antar pesan minimal 5 porsi@ Rp.9.000)

- Sate Ati Ampela

- Sayur Nangka Sari Kurma
- Sayur Sop
- Sayur Bening
- Sayur Asem
- Sop Daging & Rawon Sari Kurma (khusus antar pesan minimal 10 porsi)

- Perkedel Kentang
- Bakwan Jagung
- Tempe & Tahu Goreng

- Nasi Bungkus (minimal pesan antar 10 bungkus, di atas 50 order minimal 2 hr sebelumnya)

- Nasi Box (minimal pesan antar 10 bungkus, di atas 50 order minimal 2 hr sebelumnya)
- Tumpeng Syukuran (antar pesan khusus Jabodetabek)

Sidik Rizal-dobeldobel.com


Warung Jawa Timur: Ayam Krengseng Sari Kurma

Ayam Kecap Jawa Timur Bumbu Sari Kurma


Bekasi, kelanakuliner.com
Menelusuri jalur Jalan Raya Harapan Baru I menuju perumahan Harapan Baru Regency, kita akan melalui sebuah jalan Kemiri Raya di perumahan Harapan Baru I tepat depan SMP N 13 Medan Satria. Kira-kira 15 meter dari jalan raya Harapan Baru depan SMP negeri itu, maka kita akan bisa menemui sebuah rumah makan yang menjual sajian unik dari daging ayam. Sajian ayam Krengseng Sari Kurma ini memang sedikit aneh kedengarannya. Sajian yang cukup populer di Jawa Timur dengan nama Ayam Kecap khas Malang atau Ayam Krengseng ini diolah dengan tambahan Sari Kurma yang memperkaya citarasa dan khasiatnya buat kesehatan siapapun yang menkomsumsinya.


Bahkan informasi terakhir yang saya dapatkan adalah bahwa setiap masakannya yang berasa manis, pasti kandungan gulanya yang biasanya takarannya penuh, kini setengahnya diganti dengan Sari Kurma. Hal ini dilakukan oleh sang pemilik, Ibu Siti atas saran suaminya, pak Badri demi  nutrisi sajian yang mereka jual dan juga kesehatan para pelanggannya. Rupanya pelanggann pun merespon baik inovasi menu sehat setiap masakan manis olahan Warung Makan Jawa Timur ini.




Dengan adanya tambahan kurma di samping kecap Banggo sebagai bumbu utamanya, maka sensasi rasa manisnya lebih mantap dan lain daripada Ayam Krengseng yang biasanya ditemui di Jawa Timur. Di samping itu, khasiat dari Ayam Kecap khas Jawa Timur berbumbu Sari Kurma ini lebih banyak daripada olahan masakan ayam pada umumnya.

Setelah bertemu dengan sang pemilik, Ibu Siti Maesaroh yang kerap dipanggil Mama (si) Kembar ini menjelaskan, bahwa dalam sajian ayamnya sendiri yang berbumbu kecap sudah demikian dikenal dan juga telah diterima oleh lingkungan perumahan warga. Kalau sebelumnya ibu empat anak ini telah membuka usaha warung selama lebih dari 25 tahun, dimana ia bermain dari beragam jenis usaha mulai dari catering, nasi lauk rantangan dan nasi box, hingga kini.

Wanita kelahiran 40 tahun lalu ini juga menyatakan, bahwa warung makan Jawa Timur yang dikelolanya ini memang 5 tahun sebelumnya hanya menyajikan masakan khas Jawa Timur, itupun karena warungnya berlokasi tepat di pinggir jalan protokol. Tapi kini setelah menetap di komplek perumahan dengan mengontrak dari seorang kolega suaminya yang bekerja sebagai maintenance salah satu pabrik di dekat rumahnya ini, bu Siti lebih memilihi menu sajian rumahan dengan masakan tradisional yang diminati oleh para tetangganya, tanpa mengkhususkan pada menu daerah Jawa Timur. Namun begitu Siti, yang mempunyai 2 anak perempuan kembar ini, mengandalkan beberapa sajian unggulan, terutama sekali adalah Ayam Krengseng Sari Kurma, Ikan Tuna Bumbu Asam Padeh, Ayam Asam Padeh dimana dia lebih suka menyebutnya dengan Ayam Bumbu Rujak dan Ikan Tuna (atau Tongkol) Bumbu Rujak.

Untuk sajian khas Warung Makan Sederhana Jawa Timur Mama si Kembar ini, Ayam Krengseng Sari Kurma, saya mencobanya dan saya merasakan bumbunya begitu mirip dengan bumbu rendang Padang. Hanya saja dagingnya bukan daging sapi, tapi ayam. Masalah rasa kurmanya yang begitu kuat, saya sarankan Anda untuk mencobanya, apalagi khasiatnya yang mampu menyembuhkan beragam penyakit dan menurunkan tekanan darah tinggi. Belum lagi saya ditawari minum Teh Manis Sari Kurma, dan kebetulan sekali saya sedang sakit kepala karena kehujanan saat sebelum berkunjung ke warung makan sederhana yang mojok di jalan Kemiri Raya. Tak berlebihan bila saya menilai masakan ibu Siti memang bisa dijadikan sebagai makanan yang bukan saja menyehatkan tapi sekaligus menyembuhkan. Tidak berlebihan sepertinya, apalagi kalau Anda sudah mencobanya pasti setuju dengan pendapat saya. Sayang ada satu kekurangan dari warung makan ini, karena lokasinya berada di tengah komplek perumahan dan bukan di pinggir jalan, jadi kapasitas pengunjung paling banyak hanya sanggup menampung tak lebih dari 10 tamu. Namun begitu tampaknya pengunjung dari ibu-ibu rumah tangga atau para tetangganya menjadi pelanggan tetap warung makan Jawa Timur ini. Sementara tamu yang berkunjung makan kebanyakan adalah mitra kerja dari sang suami atau pemilik rumah. Sepertinya warung makan ini memang cukup enak untuk dijadikan tempat ketemu kolega walau dalam skala kecil dan pastinya nyaman makan siang atau malam di tempat kecil ini.

Menu Ayam Krengseng Sari Kurma atau Ayam Kecap khas Jawa Timur ini pun tidak terlalu mahal, cukup  seporsinya Rp. 9.000,- dan Anda bisa menikmatinya dengan setangkup nasi. Alangkah nikmatnya bila bisa juga dinikmati dengan teh hangat manis sari kurma. Sepertinya semua sajian di warung makan sederhana ini selalu disertai sari kurma. Tak heran, karena ibu Siti yang bersuamikan Badri (42) ini memang menjual jamu herbal khas dari Timur Tengah, Sari Kurma ini dengan merk Al-Jazeerah. Dijamin Anda setelah menikmati sajian bertaburan sari kurma, akan berkeringat dan segala hawa panas serta toksin keluar bersamaan dengan keringat deras yang keluar. Bukan saja manis nikmat kurmanya, tapi segar dan menyembuhkan. Berminat?

Bila Anda tertarik menikmati sajian khas Mama si Kembar di Warung Makan Jawa Timur ini, silakan hubungi langsung Ibu Siti di no telp (021) 261.961.50 atau langsung mengunjungi alamatnya di Jalan Kemiri Raya I. Perumahan Harapan Baru I Medan Satria (tepat 15 meter depan SMP Negeri 13).

Lalu menu apa saja yang biasa disajikan di Warung Makan Jawa Timur? Di samping adamenu unik harian yang selalu bergaanti-ganti setiap hari, Anda bisa datang untuk makan atau beli dibawa pulang menu umum yang biasanya disajikan seperti:
- Bandeng Presto (bisa antar pesan minimal 5 ptg @ Rp.9.000)
- Tuna Asam Pedas (bisa antar pesan minimal 5 ptg @ Rp.9.000)
- Ikan Salem Goreng
- Lele Goreng

- Sayur Nangka Sari Kurma
- Opor Tahu
- Urap Pecel
- Sambel Tumpang
- Tumis-tumisan (+ SariKurma)

- Ayam Krengseng Sari Kurma (antar pesan minimal 5 porsi@ Rp.9.000)
- Ayam Ungkeb
- Ayam Opor
- Ayam Bumbu Rujak Sari Kurma (antar pesan minimal 5 porsi@ Rp.9.000)

- Sate Ati Ampela

- Sayur Nangka Sari Kurma
- Sayur Sop
- Sayur Bening
- Sayur Asem
- Sop Daging & Rawon Sari Kurma (khusus antar pesan minimal 10 porsi)

- Perkedel Kentang
- Bakwan Jagung
- Tempe & Tahu Goreng

- Nasi Bungkus (minimal pesan antar 10 bungkus, di atas 50 order minimal 2 hr sebelumnya)

- Nasi Box (minimal pesan antar 10 bungkus, di atas 50 order minimal 2 hr sebelumnya)
- Tumpeng Syukuran (antar pesan khusus Jabodetabek)

Sidik Rizal-dobeldobel.com


Jumat, 30 Oktober 2009

CANGKRU'AN VW Jembatan Empat, Rawalumbu Bekasi

SegO RAKyat, Vokoke Wareg
Berdiri sejak 1828 (ba'da Maghrib) sampe Secapeknya



Bekasi, kelanakuliner.com
Sukakah Anda bila saya beritahu dimana tempat cangkru'an (red: nongkrong dalam bahasa Betawi dan angkring dalam bahasa Jawa Tengah atau nangkring dalam bahasa Sunda) yang paling nyeleneh dan mungkin satu-satunya di dunia yang adanya bukan di Jawa Timur? Ya adanya cuma di Bekasi, tepatnya Jembatan Empat Perumahan Rawalumbu Bekasi. Tepat di depat sebuah distro bergaya konspirasi. Lah?

Kok disebut conspiracy distro and cafe? Kalau distronya yang dikenal bernama Verbad, sedangkan cafenya yang diberi nama Cangkru'an VW maka keduanya mempunyai konsep life style yang sangat bertolak belakang. Coba saja Anda bayangkan, kalau distronya yang juga sebagai salah satu distro yang menjual merk asli Bekasi "Why Not" ini sebenarnya lebih menjuju high profile customer (ngerti kan artinya?)


Distro Verbad Conspiracy memang dijuju untuk target pasar mereka yang suka sekali bergaya unik dan beda dari yang lain namun dengan citra selangit (nggak berlebihan lah kalau saya bilang begitu... memang umunya pelanggannya pada selangit gayanya atau "borjuis" namun masih terjangkau), sementara persis di depannya ada warung makan sederhana yang begitu "low profile" dan "egaliter" (begitu istilah Cak Gogon, sang pemilik distro sekaligus kafe nyeleneh ini menyebutnya) maka untuk mempertemukan keduanya disebutlah istilah Konspirasi (taelah gayanya si Cak Gogon memang benar-benar bikin saya tertawa terbahak-bahak tersenyum geli!)

Tapi ada hal lebih membuat saya betah dan selalu tersenyum di tempat cangkru'an ini, yakni menu masakannya yang bener-bener konyol lucu menurut saya. Mulai dari nama Sego Rakyat plus Sambel Bledheg-nya yang luar biasa ganas pedasnya (ampun mak nyak!) sebagai merk utamanya. Sego Rakyat sendiri sejatinya mirip dengan Sego Kucing khas Semarang atau Solo maupun Jogjakarta, tapi kayaknya porsi ikan asinya lebih gedem (tau kan artinya?) dan bikin kita merem marem! Belum lagi lauk lainnya yang bukan saja bikin kita tersnyum geli tapi juga mau memborong semua (emang boleh apa?) karena saking murah dan nyamlengnya di lidah kita.


Yang lucu banget adalah Jajanan Antikapitalis (busyet deh provokatif banget neh namanya... tapi...  yah tauk sendiri lah, eman g bener kan?) seperti, Risoles atau Sosis Oslo, Saya jadi ingat sama Burger Bathok nya mas Agung. Tapi sepertinya ada perbedaan mendasar dari keduanya, yakni konsep idealismenya, bila yang satu mengangkat makanan barat burger yang dibuat jadi khas Indonesia, sedangkan satunya lagi Cangkru'an khas Jawa Timuran ini mengangkat makanan kahas masakan ibu kita yang mungkin sudah jarang bisa kita temui di resto manapun, demikian bongkar Cak Gogon kepada kelanakuliner.com. Hmmmmm saya pikir bener juga seh!


Terus bagaimana dengan harganya? Huwaduh... setelah saya periksa (dan ini memang tipikalnya saya sebagai orang Indonesia asli kalau membaca menu kayak orang Arab, dari kanan ke kiri.... hehehehehe tau kan artinya?) Ternyata nggak ada satupun sajian khas di tempatnya Cak Gogon dan istrinya mbak Endang ini yang harga sajian makanannya lebih dari selembar uang biru! bener-bener antikapitalis sejati, Rek!

Kalau nggak percaya mendingan langsung aja menggelinding ke lokasi buat Anda yang masih gendut atau meluncur buat Anda yang sudah ramping ke sana (maskudnya apa thoh?). Tepatnya ke Jembatan Empat, dan lihat distro Verbad Conspiracy, Cangkru'an VW.... Hmmm saya pasti berani menjamin Anda akan tersenyum dan kenyang pada saat yang sama, tanpa harus merogoh dan membuka dompet dengan senyum kecut....! Plis deh ah!

Banyak hal unik dan menarik yang bisa mengendorkan syaraf kita bisa kita dapati di tempat ini, tengok pengumuman berikut ini.


tempat ini choesoes oentoek tjangkroe’an
toean poean njang siboek bekerdja
zonder waktoe oentoek memasak
agar soepaja toean poean tida’ spanneng
bergaboenglah oentoek tjangkroek jang bermakna
toen poean pasti akan soeka
sehat djiwa raganja,
pandjang oemoernja
serta moelia
menoeai pahala
menoeai pahala
bergegaslah sebelum kaseb !







Sidik Rizal

Rabu, 21 Oktober 2009

Berburu Pecel Madiun di Tol Timur

Ada Kulit Jeruk di Pecel Madiun

Bekasi, Tol Timur Bekasi, kelanakuliner.com.
Eksplorasi pedas kelanakuliner kali ini mencoba menjamah sisi tradisional negeri seribu pulau ini. Beberapa tulisan tentang menu sarapan pilihan sebagian besar warga Jawa Timur, pecel, akan coba diulas dalam melalui blog ini. Penjelajahan dimulai dari satu tempat yang yang dikenal sebagai asal muasalnya makanan ini, walaupun dalam prakteknya, sudah banyak "penyimpangan" yang terjadi (makanya baca sampai tuntas dulu agar tahu). Pecel, rasanya tidak akan mudah dilepaskan dari kata Madiun. Maka penjelajahan kali ini menuju langsung ke orang Madiun yang tinggal di Bekasi untuk mencari jawaban pasti atas keberadaan pecel Madiun ini.

Pecel Madiun, menurut Budi Purwanto, memiliki ciri khas penggunaan turi, kecambah pendek, dan sambel pecel. Selain itu, ciri khas visual yang bisa ditemukan adalah pada cara penyajian yang selalu menggunakan daun pisang, dan cara menuangkan sambel pada racikan nasi dan kulupan. Nasi pecel Madiun, mengutamakan kulupan, dan hanya mensyaratkan nasi. "Jadi, pecel Madiun akan mudah dikenali dari penyajiannya yang menggunakan daun pisang secara berlebih, nasi yang hanya secukupnya, kulupan lebih banyak, serundeng, kering tempe, cacahan mentimun, sambel pecel, dengan lauk peyek, krupuk puli (cap walet), tempe dan tahu. Adapun kulupannya juga menyisakan hal yang khas, yakni dengan kehadiran daun kemangi. Sementara untuk materi kulupannya, menggunakan kacang panjang, daun singkong, daun pepaya, yang diolah dengan teknik tertentu. Daun singkong dan pepaya direbus secara bersamaan sampai matang, ditiriskan sebentar, kemudian langsung disiram dengan air es, agar warnanya menjadi hijau segar. Untuk menjaga kualitasnya, pak Budi bahkan sampai rela membuat kecambah sendiri, dan juga menyediakan ladang pisang, untuk mengoptimalkan pasokan daun untuk pecelnya.

Sementara pengolahan sambel BP juga menarik untuk disimak. Rupanya dari pemilihan bahan, pak Budi mengutamakan kwalitas. Sehingga tak mengherankan jika kacang harus didatangkan dari Tuban, asem jawa dan daun jeruk dikirim dari Madiun, sementara gula merah nya dibeli langsung ke tasikmalaya. Kacang diolah dengan metode sangrai, setelah sebelumnya dipilih kualitas yag terbaiknya. Selanjutnya setelah matang, kacang diuyek agar kulit terpisah dari biji kacang dan terbelah, lantas ditapeni, agar kulit tidak bercampur dengan biji. Selanjutnya, biji kecil yang ada di dalam kacang, dibuang. "Ini bisa membuat rasa sambel menjadi sedikit pait" terang pak budi sambil menunjukkan bagian kacang tersebut kepada kelanakuliner. Kacang selanjutnya ditumbuk, dicampur dengan bumbu2, dan ditambah dengan kulit jeruk yang ditumbuk. Yang disebut terakhir inilah yang menjadi ciri khas pembeda sambel pecel Madiun dari sambel pecel di daerah lain. Pengusaha pecel tiga generasi ini, mengaku jikalau pasokan kacang tubannya mandheg, dia memilih untuk menghentikan dagangan untuk sementara, sampai pasokan kacang pulih kembali. "Kacang Tuban itu, kecil, tapi menthes mas" jelas pak Budi. Tanpa kacang tuban, hasil sambelnya pasti terasa lain. Berkat kontrol kualitas yang ketat, sambel pecel besutan pak Budi telah merambah benua kangguru, dan beberapa negara di Asia.

Menariknya lagi, untuk menyediakan lauk peyek kacang yang benar-benar khas Madiun, didatangkanlah langsung dari Madiun, pembuat asli peyek kacang Madiun. Kacang yang dipakai masih tetap kacang tuban, namun bedanya, tidak ada perlakuan khas, dimana kacang cukup dibelah menjadi dua, dan dicampurkan ke adonan tepung dan tak lupa, rajangan daun jeruk. Peyek hasil gorengan pun juga tak lepas dari qualiti kontrol. "Dua blek besar peyek pernah saya suruh bagi-bagikan saja, karena rasanya yang tidak pas menurut saya" kenang pak Budi.

Penyaji pecel Madiun ternyata tidak selamanya adalah orang Madiun. "Orang jogja bisa saja jual pecel" Mana ada pecel jogja, adanya ya pecel Madiun. Tapi gestuur dan cara penyajian, sudah membuat kita bisa membedakan ini pecel Madiun asli, dan yang itu pecel Madiun made ini semarang. Sambel pecel semarang memiliki citarasa kencur yang cukup kuat. Sementara Sambel pecel Jawa Timur, cenderung menguatkan daun jeruk nipis. Disinilah "penyimpangan" itu terjadi, ketika tagline yang diusung adalah pecel Madiun, tapi karena yang menjualnya bukanlah orang Madiun, maka terjadilah. Pecel Madiun disajikan dengan daun pisang yang berlimpah, sementara nasinya hanya nyempil di pojok, dengan kulupan yang lebih banyak, kemudian disiram dengan sambel kacang secara nyepret.

Disarikan dari hasil perbincangan dengan Pak Budi Purwanto, pemilik Pecel Madiun "BP"
021-70329768. Ditulis oleh Dian Purnama Putra, untuk kelanakuliner.co.cc

Minggu, 05 Juli 2009

RM BUMBU asli KAMPUNG: Nasi Gulung + Rujak Degan

Coba Angkat Kuliner Khas Jateng & Jatim di Kota Bekasi
Rujak Degan, Nasi Gulung, Gudangan, Jadah, Sambal Tumpang,

Harapan Indah, Bekasi - dobeldobel.com
Kalau Anda sudah pernah tahu makanan khas Jawa tengah atau Jawa Timur mungkin tak akan aneh mendengar nama-nama makanan berikut ini. Tapi biarpun begitu, saya sendiri yang mempunyai keturunan Jawa dan sering jalan-jalan hampir ke seluruh pelosok daerah di pulau Jawa, masih terkaget-kaget dengan menu masakan yang disajikan oleh RM Bumbu Kampung ini.

Sebutlah satu sajian istimewa yang bernama Nasi Gulung. jangan Anda kira, kalau panganan ini hanya segulung nasi ala Sushi Jepang atau Lontong Betawi yang terkadang berisi oncom atau Arem-Arem.

Nasi Gulung lebih tepatnya adalah, Nasi Putih biasa yang digulung oleh daun pisang dan di dalamnya ada racikan tumis ikan teri Medan. Dan yang membuat rasa Nasi Gulung ini unik adalah cara pengolahannya. Bukannya dikukus seperti biasanya, namun dibakar. Mungkin Anda pernah merasakan Lamang, masakan orang Padang, berupa beras ketan yang dimasak setengah matang, kemudian dibungkus daun pisang dan dibakar di dalam bambu hingga matang. Hanya saja Nasi Gulung mempunyai isi berupa ikan teri Medan dan rasa gurihnya menyerap ke luar bagian nasi serta bau harum bakaran daun pisang yang membungkus nasinya.

Tentunya bila ada makanan unik dan lezat, maka sebuah restoran yang baik akan menyajikan minuman istimewa yang menyegarkan yang bukan saja menghilangkan dahaga tapi bisa sekaligus menutup acara makan dari menyantap menu utamanya. Sigit, sang pemilik dan pengelola RM Bumbu Kampung menjelaskan bahwa di RM ini Kami selalu menyajikan masakan khas Jawa tengah maupun Jawa Timur. Namun kami berusaha untuk memberi nama yang sesuai dengan nama aslinya. Misalnya minuman segar yang dibuat dari kelapa muda dan gula merah Jawa, mereka sebut dengan Rujak Degan, dan minuman segar ini memang sangat nikmat bila diminum dengan es batu. Apalagi menjelang bulan puasa nanti, Es Kelapa Muda yang dikenal oleh banyak orang di daerah lain ini, memiliki rasa nikmat dan manis dari gula aren Jawa tersendiri. Kombinasi putihnya kelapa muda dan air kelapa serta coklatnya gula aren Jawa pasti akan menggugah rasa sejuk dan segar tersendiri.

Itulah sebabnya Sigit mengundang beberapa keluarga dan koleganya yang ahli di bidang mengolah masakan untuk bergabung membangun usaha kuliner ini. jangan heran bila Sigit sendiri sebenarnya sudah menjalankan usaha RM Masakan Padang bersama rekannya dengan sistem bagi hasil.

Karena hobinya yang senang sekali jalan-jalan menikmati kuliner di luar daerah, membuatnya untuk terjun secara penuh menggeluti usaha kuliner dan menjadi pengelolanya langsung. Berawal dari ide beberapa temannya untuk memulai usaha masakan Jawa Tengah dan Jawa Timur di kawasan perumahan menengah atas, Harapan Indah Boulevard, Sigit mulai mnyewa lokasi dan membangun usahanya sendiri secara langsung.

Satu hal yang dia sadar betul bahwa usaha kuliner atau restoran ini harus tak pernah lepas dari inovasi-inovasi masakan yang tentunya harus digemari oleh lidah lokal para pelanggannya. Karena itu jangan heran bila ada salah satu pelanggannya yang datang justru bukan dari wilayah Harapan Indah dan sekitarnya. Bayangkan saja, ada pelanggannya yang datang dari Tangerang, karena seringnya berkunjung ke daerah di dekat Harapan Indah Boulevard, mereka sering berkelompok banyak mampir ke Rumah Makan Bumbu Kampungnya, dan bukan hanya sekali dua mereka datang. Alasan mereka adalah karena masakan Jawa yang ada di RM Bumbu kampung ini sangat sesuai dengan selera mereka.

Lalu menu masakan apa saja yang disajikan RM Bumbu Kampung ini? Mulai dari Garang Asem Ayam & Ati. Ini adalah masakan olahan ayam dan hatinya seperti botok, namun dipanggang dan lebih basah serta agak berkuah.
Masalah rasa, mungkin lebih tepatnya saya anjurkan Anda sendiri untuk mendatangi rumah makan yang terletak di Jl. Harapan Indah Boulevard ini.

Belum lagi pilihan menu lainnya yang tak kalah nikmat dan unik, seperti Rujak Tahu. dan Sambal Tumpang. Rujak Tahu adalah potongan tumis tahu yang ditaburi bumbu kacang dan munkin bentuknya mirip dengan ketoprak tahu, tapi rasanya jauh berbeda. Lalu bagaimana dengan sambal Tumpang? (Saya mulai menduga, jangan-jangan ini nama sengaja dibuat aneh... masak ada sambal Tumpang? Apa sambalnya mau ikut numpang dengan bumbu-bumbu lain... hehehehe, pissss mas!)

Sambel Tumpang (sekali lagi bukan sambal Tampung ya bung!) adalah ulekan cabe dicampur dengan tempe yang sudah mulai basi. Sungguh sambel Tumpang ini akan terasa lezat bila dimakan bersama dengan lauk lainnya seperti ikan bakar, ayam bakar atau sekadar tahu tempe goreng biasa. Di sinilah istimewanya menu sedap yang diolah langsung secara inovatif oleh salah satu keluarga dari pihak istri Sigit.

Lalu mengapa disebut sambel Tumpang? Aroma bau tempe yang sangat menyengat dan menggugah selera kita, dengan campuran cabe merah pedas wow.... uenak, ini namanya sambel tumpang, disebut sambal tumpang karena biasanya disajikan sebagai sambal yang ditumpangkan (ditaruh diatas ... ) nasi, di Solo, sambal ini biasanya di padukan dengan gudangan tadi, bedanya hanya cara makan. kalau gudangan biasanya pakai tangan saja, sedangkan untuk campuran sambal tumpang harus pakai sendok, memang akan terasa lebih nikmat apabila kita menikmati dengan alas daun pisang.

Kemudian bila Anda ingin mencoba sesuatu hal lain dalam membiarkan lidah Anda menari sepuasnya, maka Sigit juga menambahkan untuk mencoba Nasi Gulung Paket seperti yang telah disebut di atas dibarengi dengan lalapan Urab ala RM Bumbu Kampung, yakni Gudangan. (Awas jangan Anda salah kira bahwa seluruh isi gudang akan disajikan dan dimakan kita sendirian... hehehehe).

Menu Gudangan (dan jangan pula terbalik menyebutnya Gadungan.... hiks!) adalah makanan khas Jawa Tengah yang memang seperti Urab, tapi biasanya disajikan tidak tercampur, dimana bumbu urab kelapanya hanya di ujung puncak sayur-sayurannya. Berbicara tentang makanan, khususnya makanan dan masakan yang ada di Indonesia, mungkin kita tidak akan dapat menginventaris berapa jumlahnya dan rating kelezatannya.

Sebagai contoh menu pada gambar ini, ini namanya Gudangan, atau orang juga menyebut Kluban. Makanan ini bisa ditemui di kawasan Jawa, khususnya Jawa Tengah. Menu berbahan dasar sayuran ini begitu lengkap dan mempunyai cita rasa yang sangat Indonesia. Gudangan atau Kluban ini merupakan makanan sehat, bergizi tinggi dan baik untuk kesehatan badan, lebih nikmat lagi disantap dengan nasi liwet pulen yang masih panas, ditemani dengan kerupuk ikan asin atau kerupuk nasi (karak :) solo).

Dan salah satu makanan favorit pelanggan yang juga saya sarankan untuk Anda adalah Jadah Bakar. Makanan ini cenderung berwarna putih, disebut JADAH, lalu kenapa bernama jadah? Ini masih dalam proses pencarian informasi he... cemilan berbahan dasar ketan ini cenderung gurih karena pembuatannya tidak menggunakan gula tetapi menggunakan santan kelapa kental dengan tambahan sedikit garam, rasanya gurih dan cukup mengenyangkan, dan apabila di goreng atau dibakar...wuih...rasanya enak banget....Pizza? kalah !!(Sekali lagi jangan sampai Anda salah ucap Haram Jadah!!!! Bisa-bisa Anda bonyok diserbu massa dan tak jadi makan karena Anda salah menyebut makanannya... lagi-lagi pisss Mas!). Jadah bakar adalah ketan yang dibakar dan dinikmati bersama Serundeng (parutan kelapa muda yang disangrai biasanya dicampur dengan gula pasir sehingga akan terasa gurih dan manis).

Semakin aneh makanan yang anda dengar maka semakin nikmat nantinya Anda akan rasakan. Yang berakhiran dengan komentar, "Ternyata...!"
Intinya usaha kuliner yang menerapkan inovasi menu makanan dan orisinalitas kedaerahan yang pastinya akan tetap disukai oleh para pelanggan di tengah maraknya aneka ragam makanan asing dan import, tinggal bagaimana kita mempertahankan kualitas bahan dan sajian yang membuat para planggan dan penikmat kuliner mau kembali dan kembali lagi ke tempat kita, bila Anda ingin menjadi pengusaha kuliner yang sukses.

Bila Anda ingin memesan makanan khas kampung dari daerah Jawa Tengah atau jawa Timur, maka hubungi RM Bumbu Kampung di telp. : 021.9113.6000 atau kontak langsung dengan pemiliknya, Sigit: 0813.152.152.17

Atau Kunjungi Jl. Harapan Indah Boulevard, Bekasi.

Sidik Rizal

Berikut Salah satu Menu Rahasia Rujak Tahu, yang berhasil KelanaKuliner.com himpun

Rujak Tahu
Bahan :
* 100 gram mi basah
* 1 potong tahu putih besar, goreng setengah matang
* 1 buah mentimun
* 4 lembar daun selada, iris
* 4 pempek lenjer, goreng, iris minyak secukupnya, untuk menggoreng
Saus :
* 150 gram gula merah
* 50 gram asam jawa
* 500 ml air
* 10 sdm kecap manis
* 3 sdm cuka masak
Bumbu yang Dihaluskan :
* 5 siung bawang putih
* 3 buah cabai merah
* 10 buah cabai rawit
* 1/2 sdt garam
Taburan :
* Ebi bubuk
Cara Membuat :
1. Saus: rebus gula merah bersama asam jawa hingga mendidih, angkat, saring/ Masukkan bumbu halus dan kecap manis, setelah mendidih kembali, angkat. Tambahkan cuka, aduk.
2. Siram mi basah dengan air panas, tiriskan.
3. Penyajian: siapkan mangkuk, tata mi, tahu goreng, iris, daun selada, mentimun, dan pempek, lalu tuangkan sausnya. taburi ebi bubuk.
4. Sajikan.

Pasang Iklan Anda di Sini? HUBUNGI (021)9327.4925 - 9346.1965 - 606.36235 - 081.385.386.583


Pondok Citra

Nasi Pecel Kembang Turi

Sepertinya memang cuma di tempat ini yang menyajikan pecel Madiun (nggak selalu seh, kadang ada juga yang mencari Pecel Nganjuk) dengan menu asli dari daerah tersebut dengan menggunakan kembang turi sebagai sajian unggulan [...]
KPK BakarMadu

Jangan Takut Masuk KPK - Slogan Baru Setelah Masuk Trans7

Tahukah Anda makanan khas dari Pekalongan? Ada yang spesial gak seh? Tapi siapa sangka satu warung pojok dari kota Batik ini mengundang rasa ingin tahu banyak orang untuk mencoba sajian uniknya berupa Bebek Bakar Madu. Hmmm seperti apa seh rasanya sampe TransTV mau meliputnya? [...]
DapurJandaku

Carilah Janda di Mall Ambassador dan nikmatilah

Demi menghilangkan pikiran kotor di benak, saya sapa seorang wanita berusia 30-an tahu yang masih tampak seksi dan cantik, dan ternyata dia adalah pemilik warung makan yang lumayan provokatif itu. Esther namanya [...]
Es Sarang Kuntilanak

Es Sarang Kuntilanak VS Es Pocong?

Es Pocong namanya. Biasanya kalangan mahasiswa di kampus-kampus wilayah Depok banyak yang mengenali minuman bermerk ini. Entah mengapa minuman segar dan nikmat ini menggunakan nama "seram" seperti Es Sarang Kuntilanak" (Es Sarkun) dan Es Pulo Hantu (Es Lohan) [...]
Bengkel Kuliner

Pujasera Syariah Pertama di dunia

BengkelKuliner buka peluang investasi dengan sistem jual putus Rahasia Bumbu dan Pelatihan Tenaga Ahli berkonsep Rest Area dgn investasi minimal Rp.200jt [...]
Cangkru'an VW

SegO RAKyat Vokoke Wareg

tempat ini choesoes oentoek tjangkroe’an toean poean njang siboek bekerdja zonder waktoe oentoek memasak agar soepaja toean poean tida’ spanneng bergaboenglah oentoek tjangkroek jang bermakna [...]
Soto Marmer

LEZATNYA SOTO YANG SESUNGGUHNYA

Adalah sebuah warung makan sederhana yang dimulai dengan membuka jaringan kuat dan menemui bentuknya di kala terakhir perjalanan menuju kesuksesan. RM Soto Mawar Merah atau yang lebih dikenal dengan Soto Marmer ini memulai dengan cara itu. Sang pengusaha, H. Arta Indra, [...]
Udin Kombo

RM Khas Betawi H. Syamsudin Kombo, berdiri sejak 1980

Salah satu tempat tongkrongan warga Bekasi yang ada di Harapan Indah dan menjadi tempat favorit menikmati makanan asli khas Bekasi adalah RM Khas Betawi H. Syamsudin Kombo [...]
PondokGabusPucung

Pondok Gabus H. Lukman, Lebih dari 20 tahun Jadi Aikon Kuliner Bekasi

Kagak salah dah! bila Anda melewati GOR menuju ke arah Pulogadung di jalan Jend. Sudirman, maka tak jauh setelah Anda melewati pertigaan GOR, di sebelah kanan Anda berdiri warung legendaris yang kini menjadi ciri khas Bekasi yang paling kondang [...]
WarungDusun

Ada atmosfer modern nan nyaman di menu kampungnya

Kalau sayur lodeh hampir semua orang tahu, bagaimana dengan asem-asem khas Blitar ini? Asem-asem bukanlah sekadar sayur yang terbuat dari hijau-hijauan seperti sayur asem yang kita kenal. Justru makanan satu ini malah terbuat dari potongan daging sapi yang dibuat seperti sayur sop namun dengan rasa asam yang kuat [...]
Sangkuriang

Sop Gurame Kemangi Pedas vs Ikan Patin Bakar Omega 3

RM Sangkuriang sekali lagi diliput TransTV karena Sop Gurame Kemangi Pedas dan Ikan Bakar Patin Omega 3nya yang memang lain daripada yang biasanya [...]
Sangkuriang

Sop Gurame Kemangi Pedas vs Ikan Patin Bakar Omega 3

RM Sangkuriang sekali lagi diliput TransTV karena Sop Gurame Kemangi Pedas dan Ikan Bakar Patin Omega 3nya yang memang lain daripada yang biasanya [...]
BaksoMalangCakTio

Bakso Malang ini lebih lezat daripada yang di Bandung

Dekat Polres Metro Kota Bekasi, ada tempat makan dan nongkrong yang enak dan nyaman, namanya Bakso Malang Asli "CAK TIO" Veteran 66. Bukan saja tempatnya yang luas namun juga akses menuju tempat itu sangat mudah [...]
Bakso AG Komsen

Bakso AG Komsen dan Bakso 44 Komsen Konsisten dalam Rasa

Warung Bakso yang tetap konsisten mulai dari dibukanya tahun 1993 dengan tak berubah dalam rasa, sehingga pelanggannya kian hari kian bertambah. Mulai dari satu warung kecil kini sudah memiliki 2 warung besar [...]

Promoting BLOGS

MARKETING BOOST Anda ingin kami memblog profil usaha anda? Sewa kami untuk memblog-up anda atau usaha anda dalam jaringan media blogs kami. HIRE US TO BLOG YOU UP Phone: 021-9346-1965 atau di 08121215773 E-mail: dik_rizal@yahoo.com, iwaklawuh2002@yahoo.com