Bakso Malang Asli Cak Tio, Telp: 08129181453 - (021)9599.5354 - 8885.6037

Tampilkan postingan dengan label Khas Lamongan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khas Lamongan. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 Januari 2011

Fitri Seafood Mekarsari Bekasi

Ramai, Cepat Saji, Harga Murah, Pelanggan Puas
Sedikitnya 750 pengunjung per hari - Wow!

Mekarsari Bekasi - webrizal.com
Orang lapar biasanya gampang emosi alias mudah sekali marah. Sehingga apapun yang bisa dijumpai untuk dimakan, maka itulah yang jadi solusi penghilang rasa laparnya. Artinya orang susah (baca: tak punya banyak uang) yang lapar saja, berusaha untuk melakukan apa saja agar bisa makan mau yang gak enak sampai yang lezat.

Apalagi bagi mereka yang tak punya masalah dengan uang. Jika saat mereka lapar dan datang ke sebuah rumah makan kemudian pelayanan sajiannya tidak segera membuatnya bisa makan kenyang maka bisa dibayangkan seperti apa marahnya, karena mereka merasa punya uang. Nah, yang jadi masalah, adakah rumah makan yang mendahulukan kepentingan mereka yang sudah lapar dan mau makan enak tanpa harus menunggu waktu lama hingga berpuluh-puluh menit?

Kenyataannya ada sebuah restoran unik yang selalu ramai setiap harinya, sehingga bukanlah pemandangan yang aneh bisa setiap harinya bisa hingga ratusan pengunjung yang makan di resto seafood serba instant yang benar-benar sangat cepat dalam penyajian ini. Anda akan terkejut melihat bagaimana semua pelayan berteriak menyebutkan menu pesanan para pelanggan termasuk Anda dengan kerasnya sehingga terdengar sampai ke dapur koki. Otomatis sang koki yang sedang memasak menu tertentu maka dengan mudahnya menambahkan porsi pesanan seketika saat bersamaan pesanan terdengar diteriakkan.

"Kerang dara asam manis 5 porsi!" demikian terdengar seorang pelayan meneriakkan menu pesanan, dan sejurus kemudian terdengar lagi, "Bawal Bakar 7 porsi!". Semuanya dikerjakan oleh 7 orang koki secara simultan. Sehingga tak jarang, baru dipesan, sajian sudah datang di meja pengunjung.

Wow benar-benar sebuah layanan super cepat yang bisa Anda dapatkan. Tapi biar begitu tak sedikit ada saja pelanggan yang memesan sajian makanan berbeda dari sekian puluh pengunjung, dan hal inilah yang terkadang saat ke semua koki sedang memasak menu-menu pesanan tertentu, tak bisa melayani dengan cepat. Untungnya setelah lebih dari 25 tahun pengalaman buka warung makan makanan laut khas Lamongan ini, mebuat pelayanan semakin ringkas dalam menyajikan menu pesanan setiap pelanggan dalam hitungan waktu tak lebih dari 10 menit.

Karena banyaknya pengunjung, Fitri Seafood yang berkapasitas 19 meja dengan jumlah kursi penuh sekitar 250an pengunjung ini maka perputaran pengunjung (okupansi) adalah satu jam maksimal datang 250 orang. Karena resto sederhana yang buka dari jam 5.00 sore dan tutup jam 12.00 malam ini mempunyai jam ramai antara jam 6.00 sampai dengan jam 09.00 malam. Jadi pada saat 3 jam tersebut, semua meja dan kursi penuh ditempati oleh pengunjung. BisaAnda bayangkan bukan?

Kulinerkuliner mendapat informasi dari sumber terpercaya bahwa sedikitnya per malam Fitri Seafood mendapat omzet belasan juta. Weleh-weleh dengan omzet sebesar itu pasti ada yang luar biasa. Ini menandakan ramainya warung makan makanan laut sederhana ini memang sudah kondang karena cepat layanannya. (Kalau Anda mau pengunjungnya tak terlalu ramai, datang saja pada saat setelah jam 21.00 hingga jam 24.00, biasanya sudah mulai berkurang).

Suatu angka yang fantastis bukan. Padahal tak jarang yang memesan satu keluarga yang sedikitnya berempat memesan lebih dari seratus ribu rupiah. Artinya setiap pengunjung bisa memesan Rp 25.000,- Dan ini terjadi setiap harinya, tak mengenal hari libur maupun hari biasa. Karena Fitri Seafood hanya buka pada petang hingga malam hari.

Memang yang datang kebanyakan adalah keluarga dan rombongan untuk makan malam yang praktis dan cepat dengan sajian makanan laut panas-panas. Mungkin karena sajian laut dikenal luas menyehatkan dan jarang orang yang berpantang, kemudian harganya pun relatif sangat terjangkau pas dengan kantong siapapun.

Bagi mereka yang berkendaraan roda empat pun tak sungkan untuk datang ke Fitri Seafood yang memang berkesan kumuh. Para pengunjung bermobil itu memarkir kendaraannya di rumah sakit (system secure parking) atau kantor kelurahan Mekarsari. Sedangkan mereka yang bermotor, cukup memarkirkan kendaraan roda duanya di lahan parkir depan resto yang mampu menampung hingga 30-an motor lebih.

Seperti yang pernah kulinerkuliner sampaikan dalam beberapa liputan, omzet parkir dari kendaraan roda dua saja per harinya bisa menembus ratusan ribu rupiah. Hal ini menunjukkan betapa ramainya rumah makan seafood ini saat beroperasi.

Mas Uda yang kerap dipanggil Kokoh oleh beberapa pelanggannya yang juga kebanyakan adalah etnis Cina ini, pun tak menampik ketika ditanya apa rahasia ramainya rumah makan berluas tak kurang dari 150 meter per segi ini. "Setiap pengunjung yang datang ke rumah makan adalah orang yang lapar dan ingin makan sesuatu.

Biasanya orang lapar akan merasa nikmat jika makan apa saja. Dan sering sekali orang lapar itu mudah emosi. Jadi rahasianya mudah sekali buat kami, mereka datang, mereka makan dan mereka kenyang, baru mereka bayar." ungkap mas Uda, eh salah Koh Uda. Nama yang aneh bukan. Uda kan panggilan untuk orang Minang, sementara Koh adalah sebutan untuk orang Cina. Tapi begitulah, saya sendiri lebih sreg memanggilnya Mas Uda, meski melihat penampilannya yang bermata sipit oriental.

"Bila orang lapar datang dan mereka puas karena kenyang dengan sajian kami, maka mereka bukan saja bayar dengan puas tapi juga akan menceritakan kepada orang lain." ujar seorang pelanggan, mas Gatot saat merekomendasikan RM Fitri Seafood kepada kulinerkuliner.com untuk bisa diliput kami.

Nah kecepatan pelayanan inilah yang membuat pelanggannya datang kembali dan merasa puas. Meskipun begitu, masalah rasa bukan dilupakan, seperti pengakuan mas Uda, sang keponakan pemilik dari Fitri Seafood yang telah ikut mengelola resto lebih dari 10 tahun ini.

"Masalah rasa kami standarnya menu sajian seafood ala Lamongan atau tepatnya seperti kebanyakan masakan cepat saji di restoran Chinese Food," paparnya terbuka, "Namun yang lebih penting dari itu adalah kecepatan pelayanan pemesanan mulai dari mereka duduk dan memesan sehingga tak jarang, mereka baru memesan, sajian sudah didatangkan ke meja mereka. Ini saja kuncinya Mas," tambahnya.

Jadi bila Anda sedang lapar dan Anda sekeluarga ingin menikmati sajian nikmat cepat sekejap di tempat yang selalu ramai, seperti Fitri Seafood sebagai pilihan.

Menu makanan laut khas Lamongan yang paling laku dan selalu ramai ini akan membuat Anda terkagum-kagum dengan teriakan banyak menu pesanan di samping Anda.

Rasakan sensasi hiruk pikuk khas ala Fitri Seafood dan nikmati kejutan lezatnya makanan laut yang tak lebih dari sepuluh menit tersaji di meja Anda seketika. Mau coba? Hubungi telpon berikut ini (021)9346.1965 atau 087878821248 dan bisa datang langsung untuk membuktikan tanpa reservasi ke Fitri Seafood yang berada di Jalan Mekar Sari, RT03/RW07, Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, tepatnya di samping RS Mekarsari Kota Bekasi. Selamat menikmati hebohnya kelezatan seafood Lamongan khas Bekasi

Sidik Rizal - kulinerkuliner.com

Minggu, 05 Desember 2010

Wingko Babat ASLI Special IMAM ROZI K.S.

PENGUSAHA BUTUH BANTUAN PEMDA SETEMPAT
LEBIH DARI 10 Tahun Memproduksi 10.000 Bungkus / Hari

Babat, Lamongan - kulinerkuliner.com
Usaha jajanan makanan asli daerah kini membutuhkan bantuan dari pemerintah daerah. Dengan kapasitas produksi yang tidak sedikit para pengusaha jajanan oleh-oleh ini bisa meningkatkan perekonomian rakyat. Taruhlah satu usaha kecil yang saya dapatkan ketika keluarga saya, Bunga Lily baru pulang dari Malang. Dia membawakan saya oleh-oleh untuk keluarga saya berupa oleh-oleh khas Wingko babat asli dan brem khas Jawa Timur di samping buah coklat yang asam.
Lalu dari mana sebenarnya wingko babat asli ini berasal? Apakah wingko babat ada hubungannya dengan soto babat yang terkenal itu? Yang jelas Babat adalah nama kecamatan di kabupaten Lamongan, bukan jeroan kambing seperti babat yang kita bayangkan.

Nah dari tempat inilah nama wingko babat diberikan. Ya Kecamatan Babat memang sangat terkenal dengan jajanan wingkonya. Tak sedikit warga kecamatan Babat yang memproduksi wingko, sehingga nama wingko Babat menjadi terkenal hingga kini meski tak banyak memberikan perubahan yang berarti buat PAD khususnya kabupaten Lamongan. Ya, siapa yang tak kenal dengan makanan asli khas Lamongan, seperti Soto Lamongan, pecel lele dan pecel ayam khas Lamongan. Dan ternyata Wingko Babat asli juga datang dari Lamongan.

Membahas wingko babat babat sebagai makanan yang terbuat dari ketan, kelapa dan menggunakan gula pasir sebagai pemanisnya seperti akan lebih asik bila langsung bertemu dengan sang produsen aslinya langsung. Karena penasaran saya langsung menelepon pak Imam Rozi K.S. si pengusaha wingko babat. Ini lebih hemat daripada saya meluncur langsung ke kabupaten Lamongan.

Pak Imam Rozi ternyata sudah lebih dari 10 tahun tepatnya tahun 1990 dia memulai usaha produksi wingko babatnya dengan modal 3 juta rupiah. Bila dulu ia memproduksi dengan karyawan keluarganya, kini lelaki beranak 3 itu sudah memperkerjakan sedikitnya 15 orang untuk membuat wingko. Hmmm, sebuah usaha kerja keras yang lumayan hebat.

Sayangnya perjuangan pak Imam ini sepertinya tidak mendapat bantuan dari pemerintah setempat. Terbukti kesejahteraan keluarga pak Imam masih belum bisa dikatakan makmur apalagi kaya berkecukupan. Anak pertama pak Imam yang lulusan STM saja masih harus membantu usahanya memproduksi wingko. Padahal pak Imam sudah membantu pemerintah daerah dengan menciptakan lahan pekerjaan buat lingkungannya, meskipun baru sedikit yakni 15 orang.

Wingko Babat Loe Lan Ing yang terkenal sejak 1951
Seandainya pemerintah daerah Kabupaten Lamongan memberikan perhatian kepada pengusaha wingko seperti pak Imam ini dengan bantuan kredit lunak, tidak mustahil usaha produksi wingko babat ini bisa diekspor ke mancanegara sebagai makanan khas Indonesia di negara jiran. Nggak usah kuatir nanti dibajak nama makanannya wingko babat sebagai makanan asli negara tetangga seperti Malaysia mengklaim reog Ponorogo sebagai seni budaya mereka.

Sayangnya pemasarannya terbilang tradisional. Satu pak kontainer plastik atau tas plastik berisi 15 bungkus wingko dihargai hingga Rp 15.000,- meski ada di lain tempat yang seharga Rp 10.000,- sementara menurut pengakuan pak Imam, harga bakul darinya hanya Rp 5.000,- atau paling mahal Rp 6.000,- Betapa ngejomplangnya harga produsen dengan harga pedagang eceran.

Sepertinya jadi pedagang eceran lebih baik nasibnya daripada produsen. Lain halnya dengan Wingko Babat merk Loe Lan Ing yang memang mempunyai harga mahal. Wingko Babat Loe Lan Ing memang sudah lebih dulu berproduksi, konon sejak tahun 1951. Sang pengusaha Cina ini telah dikenal sejak dulu dengan merk LLI, dan kini memproduksi aneka rasa wingko babat. Ada yang coklat, vanila dan lainnya. Untuk pengusaha seperti ini mungkin tak ada masalah dengan permodalan.

Tapi wingko babat sendiri memang tergantung dari musim penjualannya. Setidaknya demikian yang dikatakan oleh Imam. "Lakunya tidak tentu, paling laku ya pada musim orang-orang pulang kampung," ungkap Imam melalui telpon kepada kulinerkuliner.com (6/12). Berarti pada saat liburan sekolah, lebaran dan liburan panjang saja penjualan wingko babat bisa melonjak dan memberikan keuntungan yang lumayan. Wajar bila kehidupannya pak Imam masih belum semewah para pengusaha Soto Lamongan.

Tapi untuk produksi 10.000 bungkus wingko babat setiap harinya merupakan presasi tersendiri sambil menunggu perbaikan nasib dan bantuan dari pemerintah setempat. Wingko Babat bisa menjadi sumber penghasilan khusus bagi PAD kabupaten Lamongan, dengan cara memberdayakan pengusaha kecil seperti pak Imam ini. Semoga saja hal ini bisa menular ke daerah lainnya demi perbaikan nasib bagi rakyat banyak. Amin


Sidik Rizal - kulinerkuliner.com


Wingko Babat ASLI  Special IMAM ROZI K.S.
Alamat: Jl Langgar Wakaf RT 01/RW 02
Sawo - Babat - Lamongan
Telp : (0322) 455743
Depkes RI Nomor : 206.352.401.285
SP Nomor : 285/3524/04 - GPHD : 14-06-94 BDOP : 9-999

USAHA SAMPINGAN WINGKO BABAT
Sumber: bisnis UKM

Wingko atau sering disebut juga Wingko babat adalah makanan tradisional khas Indonesia. Wingko adalah sejenis kue yang terbuat dari kelapa dan bahan-bahan lainnya. Wingko sangatlah terkenal di pantai utara pulau Jawa.

Kue ini sering dijual di stasiun kereta api, stasiun bus atau juga di toko-toko kue. Di pulau Jawa, Wingko juga sering menjadi oleh-oleh untuk keluarga, yang menjadikan kue ini terkenal. Wingko biasanya berbentuk bundar dan agak keras serta biasa disajikan dalam keadaan hangat dan dipotong kecil-kecil.



Wingko dapat dijual dalam bentuk bundar yang besar atau juga berupa kue-kue kecil yang dibungkus kertas. Kombinasi gula dan kelapa menjadikan kue ini nikmat. Harga kue ini dapat bervariasi tergantung tempat menjualnya dan merek wingko ini.

Terkenal di Semarang, Berasal dari Babat
Wingko yang paling terkenal dibuat di Semarang. Ini menyebabkan banyak orang yang mengira bahwa wingko juga berasal dari kota ini. Meskipun demikian, wingko babat sebenarnya berasal dari Babat.
Babat terletak di dekat Bojonegoro, Jawa Timur yang terkenal akan kayunya dan karena baru saja ditemukan sumber minyak di daerah ini. Di Babat, yang merupakan kota kecil dibandingkan dengan Semarang, Wingko memiliki peranan penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah ini.

Ada banyak perusahaan penghasil wingko yang memperkerjakan banyak orang. Kelapa yang digunakan untuk bahan wingko ini diambil dari daerah-daerah sekitar tempat ini. Saat ini sudah banyak wingko dengan berbeda merek dan besar yang dijual. Banyak Wingko yang saat ini masih menggunakan nama Tionghoa.

Harga kue ini dapat bervariasi tergantung tempat menjualnya dan merek wingko ini. Kue ini memiliki tingkat kegagalan yang rendah, mengingat pembuatannya tidak diperlukan teknik fermentasi atau pengocokan telur yang rumit.

Namun rasanya, luar biasa. Legitnya ketan dan gurihnya santan terasa lezat di lidah. Apalagi aroma wangi vanili semakin menggugah selera.

Wingko ERBE
Pada waktu dikursus membuat yangko, wingko, bakpia dan kue jajan pasar oleh pihak Deperindag tahun 1999, warga kotagede dengan nama Djimzanah ini mencoba usaha membuat yangko.

Namun setelah dipraktekkan nenek dari cucu bernama Yoga ini, mempunyai kendala dalam hal permodalan. Memang usaha ini dilakoninya masih dalam skala usaha rumahan, sehingga dengan modal yang sedikit namun dengan keinginan yang kuat untuk membiayai anaknya kuliah saat itu bu Djimzanah berganti haluan membuat wingko.

Awalnya wingko produksi bu Djimzanah ini hanya dibungkus plastik ditempatkan didalam mika dengan lebel dipotong potong kecil. Namun atas anjuran dari dinas deperindag agar usahanya berkembang untuk kalangan menengah ke atas, ditempatkan wingko produksinya dalam dus dengan nama ERBE Rahmat Basuki dan juga dilengkapi dengan lebel sertifikasi halal dari MUI.

Dijual 9500 rupiah per dus
Wingko ERBE ini dijual 9500 rupiah per dusnya dengan isi 10buah. Proses pembuatan wingko ini sebenarnya gampang gampang susah. Kelapa yang sudah diparut dikukus agar awet tidak cepat basi bersama adonan tepung dan telur. Dalam tempat lain gula direbus bersama santan dan sedikit garam, setelah mendidih campuran gula ini dituangkan kedalam adonan kelapa parut yang telah dikukus tadi.

Kemudian ditambahkan vanili dan sedikit tepung kanji. Adonan kemudian dicetak dalam wajan khusus membuat wingko dan kemudian dibakar. Pada proses pembakaran inilah yang bisa dibilang susah, karena dibutuhkan ketepatan agar hasil yang didapat tidak gosong dan bisa bertahan dalam kurun waktu yang agak lama untuk bisa dikonsumsi.

Hal inilah yang menjadi kendala proses pembuatan wingko, “susah sekali cari orang yang telaten mbakar mbak,” ungkap bu Djimzanah. “karena kalo gak pinter ya hasilnya jadi cepet njamur,” imbuhnya.
Jadi sementara ini semua proses produksi masih ditangani sendiri dengan bantuan anaknya. Setelah adonan dibakar kering kemudian dimasukan kedalam oven agar hasil bisa lebih awet lagi.

Dalam penjualannya bu Djimzanah melakukan sistem drop ke toko-toko dan jika wingko ada yang tidak laku terjual maka wingko akan kembali. Dan jika hal ini terjadi bu Djimzanah akan membawa wingko tersebut ke kumpulan pengajian yang diikutinya.

Simulasi Keuntungan Usaha Wingko Babat
Pemasukan
Produksi 16 dus x 10= 160 dus : Rp. 1.520.000,-

Pengeluaran
Kemasan : Rp. 900.000,-
Bahan baku produksi : Rp. 110.000,-
Operasional : Rp. 90.000,-
Total : Rp. 1.100.000,-

Keuntungan
Laba bersih 1.520.000 – 1.100.000 : Rp . 420.000,-

Pasang Iklan Anda di Sini? HUBUNGI (021)9327.4925 - 9346.1965 - 606.36235 - 081.385.386.583


Pondok Citra

Nasi Pecel Kembang Turi

Sepertinya memang cuma di tempat ini yang menyajikan pecel Madiun (nggak selalu seh, kadang ada juga yang mencari Pecel Nganjuk) dengan menu asli dari daerah tersebut dengan menggunakan kembang turi sebagai sajian unggulan [...]
KPK BakarMadu

Jangan Takut Masuk KPK - Slogan Baru Setelah Masuk Trans7

Tahukah Anda makanan khas dari Pekalongan? Ada yang spesial gak seh? Tapi siapa sangka satu warung pojok dari kota Batik ini mengundang rasa ingin tahu banyak orang untuk mencoba sajian uniknya berupa Bebek Bakar Madu. Hmmm seperti apa seh rasanya sampe TransTV mau meliputnya? [...]
DapurJandaku

Carilah Janda di Mall Ambassador dan nikmatilah

Demi menghilangkan pikiran kotor di benak, saya sapa seorang wanita berusia 30-an tahu yang masih tampak seksi dan cantik, dan ternyata dia adalah pemilik warung makan yang lumayan provokatif itu. Esther namanya [...]
Es Sarang Kuntilanak

Es Sarang Kuntilanak VS Es Pocong?

Es Pocong namanya. Biasanya kalangan mahasiswa di kampus-kampus wilayah Depok banyak yang mengenali minuman bermerk ini. Entah mengapa minuman segar dan nikmat ini menggunakan nama "seram" seperti Es Sarang Kuntilanak" (Es Sarkun) dan Es Pulo Hantu (Es Lohan) [...]
Bengkel Kuliner

Pujasera Syariah Pertama di dunia

BengkelKuliner buka peluang investasi dengan sistem jual putus Rahasia Bumbu dan Pelatihan Tenaga Ahli berkonsep Rest Area dgn investasi minimal Rp.200jt [...]
Cangkru'an VW

SegO RAKyat Vokoke Wareg

tempat ini choesoes oentoek tjangkroe’an toean poean njang siboek bekerdja zonder waktoe oentoek memasak agar soepaja toean poean tida’ spanneng bergaboenglah oentoek tjangkroek jang bermakna [...]
Soto Marmer

LEZATNYA SOTO YANG SESUNGGUHNYA

Adalah sebuah warung makan sederhana yang dimulai dengan membuka jaringan kuat dan menemui bentuknya di kala terakhir perjalanan menuju kesuksesan. RM Soto Mawar Merah atau yang lebih dikenal dengan Soto Marmer ini memulai dengan cara itu. Sang pengusaha, H. Arta Indra, [...]
Udin Kombo

RM Khas Betawi H. Syamsudin Kombo, berdiri sejak 1980

Salah satu tempat tongkrongan warga Bekasi yang ada di Harapan Indah dan menjadi tempat favorit menikmati makanan asli khas Bekasi adalah RM Khas Betawi H. Syamsudin Kombo [...]
PondokGabusPucung

Pondok Gabus H. Lukman, Lebih dari 20 tahun Jadi Aikon Kuliner Bekasi

Kagak salah dah! bila Anda melewati GOR menuju ke arah Pulogadung di jalan Jend. Sudirman, maka tak jauh setelah Anda melewati pertigaan GOR, di sebelah kanan Anda berdiri warung legendaris yang kini menjadi ciri khas Bekasi yang paling kondang [...]
WarungDusun

Ada atmosfer modern nan nyaman di menu kampungnya

Kalau sayur lodeh hampir semua orang tahu, bagaimana dengan asem-asem khas Blitar ini? Asem-asem bukanlah sekadar sayur yang terbuat dari hijau-hijauan seperti sayur asem yang kita kenal. Justru makanan satu ini malah terbuat dari potongan daging sapi yang dibuat seperti sayur sop namun dengan rasa asam yang kuat [...]
Sangkuriang

Sop Gurame Kemangi Pedas vs Ikan Patin Bakar Omega 3

RM Sangkuriang sekali lagi diliput TransTV karena Sop Gurame Kemangi Pedas dan Ikan Bakar Patin Omega 3nya yang memang lain daripada yang biasanya [...]
Sangkuriang

Sop Gurame Kemangi Pedas vs Ikan Patin Bakar Omega 3

RM Sangkuriang sekali lagi diliput TransTV karena Sop Gurame Kemangi Pedas dan Ikan Bakar Patin Omega 3nya yang memang lain daripada yang biasanya [...]
BaksoMalangCakTio

Bakso Malang ini lebih lezat daripada yang di Bandung

Dekat Polres Metro Kota Bekasi, ada tempat makan dan nongkrong yang enak dan nyaman, namanya Bakso Malang Asli "CAK TIO" Veteran 66. Bukan saja tempatnya yang luas namun juga akses menuju tempat itu sangat mudah [...]
Bakso AG Komsen

Bakso AG Komsen dan Bakso 44 Komsen Konsisten dalam Rasa

Warung Bakso yang tetap konsisten mulai dari dibukanya tahun 1993 dengan tak berubah dalam rasa, sehingga pelanggannya kian hari kian bertambah. Mulai dari satu warung kecil kini sudah memiliki 2 warung besar [...]

Promoting BLOGS

MARKETING BOOST Anda ingin kami memblog profil usaha anda? Sewa kami untuk memblog-up anda atau usaha anda dalam jaringan media blogs kami. HIRE US TO BLOG YOU UP Phone: 021-9346-1965 atau di 08121215773 E-mail: dik_rizal@yahoo.com, iwaklawuh2002@yahoo.com