Bakso Malang Asli Cak Tio, Telp: 08129181453 - (021)9599.5354 - 8885.6037

Tampilkan postingan dengan label waroeng rest-OE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label waroeng rest-OE. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Desember 2010

WaroengRest-OE (eks Warung Besan)

 Berburu Masakan Tradisional Di Kalimalang Jakarta


Waroeng Rest-OE,khas masakan tradisional
Pondok Kelapa - kulinerkulner.com
Jalur ramai bisa jadi salah satu syarat utama sebuah usaha terutama bidang kuliner. Namun kelengkapan menu yang jadi unggulan dan disukai pelanggan sepertinya jauh lebih penting. Terbukti banyak di beberapa tempat, para pencari makanan dan pencinta kuliner justru memburu tempat makan enak di pelosok-pelosok yang kadang tersembunyi dan susah dijangkau kendaraan.



Iga Penyet
Terlepas dari hal itu, kini bagaimana membuat sajian yang disukai karena kelezatan atau khasiat makanan sepertinya bisa kita dapatkan di salah satu warung makan tradisional yang ada di Waroeng Rest-OE. Sebuah rumah makan yang berkonsep mengangkat masakan tradisional ke level lebih tinggi dengan menjuju target pasar keluarga dan kaum muda Jakarta. Bila ingin mencari tempat makan dengan suasana nyaman dengan kelezatan aneka menu khas tradisional, Waroeng Rest-OE bisa jadi pilihan utama.


Menu lengkap khas Betawi, Sunda & Jateng
Serba Penyet Favorit yang Lezat
Satu menu unggulan yang memang sedang jadi trend kuliner, kini dijadikan sebagai pilihan menu di Waroeng Rest-OE yang dulunya bernama Waroeng Besan ini. Dan inilah bedanya antara waroeng rest-OE dengan Warung Besan, kalau dulu saat masih dikelola pemilik lama,Warung Besan hanya ada menu khas Betawi dan Sunda. Sedangkan kini waroeng rest-OE mempunyai tambahan menu khas jawaTengah dan menu favorit Serba Penyet. Gimana guys? OK untuk dicoba kan?

Mas Tyo sang manajer lama
"Kami sengaja menambahkan menu serba penyet ini setelah mempelajari kecenderungan masyarakat untuk makan siang dengan menu tradisional yang ringkas cepat saji dan akrab di lidah pelanggan." ujar mas Tyo, penanggung jawab pengelolaan rumah makan yang telah berusia setahun ini kepada kulinerkuliner.com.

Buka dari jam 10.00 pagi - 10.00 malam
Waroeng Rest-OE memang dulu dikenal sebagai "waroeng besan", dan kini telah terjadi perubahan pemilik dari pengusaha industri kaca ukiran, Lilk Juworo kemudian dibeli oleh ibu Restu Abadi. Take over ini membuat manajemen melakukan perubahan konsep sajian menu masakan. Bila sebelumnya hanya dikhususkan menu masakan khas Betawi dan Sunda, seperti sajian Gabus Pucung, Pepes Ikan Pedak, Gurame Pesmol, Gurame Terbang, Pecak Gurame dan Sop Gurame.

Maka kini sajian menunya jauh lebih lengkap dengan tambahan sajian menu Jawa Tengah khususnya Semarang, Magelang, Bantul dan Jogja tentunya dimana Anda bisa mendapatkan menu masakan tradisional populer di daerah asalnya seperti Bakmi Djowo, Mie Lethek Bantul (gimana Bro and Sis? Mau coba menu masakan gaul dari Jawa Tengah kan?).


Khas masakan tradisional: Betawi, Sunda dan Jawa Tengah
Gabus Pucung Khas Betawi
Dari dulu di kawasan lintasan Kalimalang yang memang cukup dikenal sebagai sebagai salah satu kawasan jalur jalan kuliner terpanjang dari Jakarta hingga Bekasi. Kini jalur ini punya lagi satu tempat makan cozy yang sajikan kombinasi menu masakan khas Betawi lumayan lengkap.

Sayur Gabus Pucung sebagai satu ciri khas makanan warga Betawi bisa dipesan di Waroeng Rest-OE yang buka dari jam 10.00 pagi hingga jam 10.00 malam ini.

Kapasitas 150 kursi pas buat acara meeting
Di resto yang berkapasitas 150 kursi ini Anda juga bisa memesan menu khas Betawi asli lainnya seperti Pepes Ikan Pedak dan Sayur Besan tentunya. Sayangnya, menu sajian khas Betawinya tidak selengkap yang diharapkan orang. Karena Waroeng Rest-OE tidak menyajikan sarapan pagi populer seperti Nasi Uduk khas Kebon Kacang dari Tenabang atau Nasi Ulam. "Ya betul sekali, waroeng Rest-OE memang mengkhususkan diri untuk makan siang dan makan malam," ungkap ibu Restu sang pemilik kepada kulinerkuliner.com.


Bakmi Djowo asli dari Jogja
Biar pun begitu, untuk urusan makan siang banyak sekali para karyawan bank, bengkel dan perkantoran lainnya di kawasan sekitar Pondok Kelapa yang datang berkunjung. "Kebetulan sekali rumah makan ini dekat dengan Kantor Capem BCA dan BTN, jadi banyak sekali karyawannya yang jadi pelanggan makan siang di sini," papar ibu Restu tersenyum.

Itulah sebabnya ibu Restu memperkaya sajian dengan menu baru khas Jawa Tengah yang populer seperti semua sajian sambel Penyet. Semua sajian serba penyet ini justru disediakan dalam menu paket. Jadi bukan hanya para karyawan saja yang menyukai sajian serba Penyet ini buat makan siang, namun ibu Restu memang menargetkan sajian ini bisa jadi pilihan keluarga dan kaum muda sebagai makan malam. Khusus untuk makan malam, kulinerkuliner merekomendasikan menu masakan bakmi Djowo atau Mie Lethek.

Ya dua sajian panas ini sangat nikmat untuk "disikat" malam hari. Kawasan jalur Kalimalang memang baru beberapa tempat yang menyajikan masakan aneka Bakmie. Tapi hanya ada dua tempat yang menyajikan Bakmi Djowo dan mungkin hanya satu-satunya sepanjang jalur Kalimalang yang menyajikan Mie Lethek Bantul, baik itu Mie Lethek Rebus atau Mie Lethek Goreng.

Menu makanan panas Mie Lethek Bantul bisa dibilang akan menjadi aikon baru restoran yang berkonsep makanan khas tradisional ini. Menurut hasil pemantauan kulinerkuliner.com sepertinya hanya Waroeng rest-OE yang menyajikan Mie Lethek Bantul di jalur Kalimalang. Bahkan termasuk satu-satunya resto di jalur padat penghubung Cawang Jakarta - Cikarang Bekasi yang menyajikan menu khas Betawi Gubus Pucung.

"Memang ada sayur gabus pucung yang disajikan di satu warung kaki lima bilangan Kalimalang Bekasi dekat daerah Cikarang, tapi di sana hanya sebuah warung kecil kaki lima, sedangkan Waroeng Rest-OE adalah warung modern yang menaikkan gengsi makanan Betawi ke kelas yang lebih tinggi," ujar seorang pelanggan tetap yang sangat menggemari sayur gabus pucung di tempat ini.

Cumi Penyet
Khusus untuk makanan, kulinerkuliner.com merekomendasi Mie Lethek Bantul dan Bakmi Djowo di samping aneka sajian serba penyet seperti Ayam kampung Penyet, Udang Penyet, Lele Penyet, Cumi Penyet dan yang paling populer yakni Iga Penyet. Sayang tidak ada sajian Tahu Tempe Penyet dalam menu sajian, tapi tak perlu kuatir Anda bisa pesan tambahan menu kok seperti Tempe Goreng dan Tahu Goreng biar bisa lebih lengkap berpenyet-penyetan nya (Hehehehehehe... Mancab...!).

Sedangkan untuk minumannya, kulinerkuliner.com sangat merekomendasikan sajian menu minuman baru seperti Wedang Uwuh. Wedangan (minuman) yang dibikin dari sampah dedaunan dan rempah dari kawasan Imogiri ini memang mempunyai khasiat tersendiri yang bukan saja bisa menghangatkan badan, tapi juga menghangatkan suasana akrab berkumpul bersama pasangan, mitra atau keluarga Anda.

Di samping sajian minuman khas dari Imogiri itu, kita bisa memesan minuman lainnya yang unik dan khas seperti Teh Poci, Bajigur, Bandrek dan Wedang Jahe serta Wedang Ronde (khas Jawa Tengah) dan untuk minuman dinginnya pilihan tersedia adalah Es Campur Kemayoran dan Es Doger (khas Betawi), Es Goyobot dan Es Telaga Bodas (khas Sunda) di samping aneka jus buah lengkap.

Dimana Anda makan siang hari ini? Waroeng Rest-OE
Waroeng Rest-OE yang luasnya sekitar 10 x 15 meter persegi dan berlantai dua ini memang pas buat pertemuan dan rapat. Dengan fasilitas sistem Air Conditioning unik berupa aliran uap air yang membuat interior resto jadi dingin tanpa AC sehingga bisa dibilang tempat paling ramah lingkungan karena tidak menggunakan AC namun masih tetap terasa sejuk sekalipun dipenuhi banyak pengunjung.

Untuk antar pesan (delivery) dan nasi kotak (rice box) dan reservasi tempat Anda bisa telepon di (021) 864.3969.

Anda tertarik ingin menghabiskan liburan bersama keluarga? Kayaknya Waroeng Rest-OE bisa jadi pilihan wisata kuliner yang pas dan menyenangkan. Buruan telp sekarang juga untuk reservasinya atau datang langsung ke Jl. Raya Kalimalang, Kavling 3C-D di dekat BCA dan BTN Pondok Kelapa Kalimalang, Jakarta Timur

Sidik Rizal - bukankelanakuliner.com



Gurame Pecak
ANEKA MAKANAN
Pecak Gurame
Gurame Bakar
Gurame Pesmol
Gurame Cobek
Sop Gurame

Sop Gurame
Iga Bakar Spesial
Ayam Bakar
Ayam Goreng
Udang Sate
Cumi Goreng
Cumi Pedas

Tempe Goreng
Tahu Goreng
Tempe Mendoan
Perkedel Jagung

Sambal Goreng Kentang Ati
Tumis Daun Pepaya
Tumis Daun Singkong Teri
Tumis Toge Tahu
Tumis Tempe Kacang Panjang
Karedok

Lele Penyet
Gabus Pucung
Sayur Besan
Sayur Asem
Pepes Jamur Tiram
Pepes Tahu
Pepes Pedak

Sambal Mangga
Sambel Terasi
Sambel Cobek

Lele Penyet
Ayam Penyet
Cumi Penyet
Udang Penyet
Iga Penyet

Mie Lethek
Bakmie Djowo (Goreng/Rebus)
Bihun (Goreng/Rebus)
Nasi
Mie Campur
Magelangan
Semarangan

Peyek Kacang
Kremes
Kerupuk Aci
Peyek Tempe
Peyek Bayem
Kripik Kacang
Kerupuk Bawang

Nasi Putih

Aneka Minuman
Teh Manis
Es Teh Manis
Teh Tawar
Es Teh Tawar
Susu Soda
Soda Gembira

Es Doger
Aqua Botol
Tehbotol
Cocacola/Fanta/Sprite
Frutea/Joy tea
Frestea
Tebs
PulpyOrange


Es Campur Kemayoran
Jus Jeruk
Jus Alpukat
Jus Belimbing
Jus Mangga
Jus Sirsak
Jus Mix

Es Lemon Tea
Es Lemon Squash
Es Jeruk
Es Kelapa Muda
Es Jeruk Kelapa

Es Goyobot
Es Telaga Bodas
Es Goyobod
Es Campur Kemayoran
Es Doger
Es Cincau Hitam

Es Telaga Bodas
Kopi Tubruk
Kopi Susu
Bajigur
Bandrek
Susu Jahe
Jeruk panas
Wedang Ronde
Wedang Uwuh
Teh Poci

Sidik Rizal - webrizal.com

Jumat, 24 Desember 2010

Es Campur Kemayoran waroeng rest-OE

Kenikmatan Dingin Legendaris dari Kemayoran

Siapa yang tak kenal dengan Es Teler dan Es Campur. Bagi mereka yang tinggal di Jakarta pasti mengenal Kemayoran sebagai salah satu tempat yang dulu jadi bandar udara pertama selain bandara Halim Perdana Kusuma dan kemudian dipindah ke bandara Sukarno Hatta. Dan semenjak bekas bandara Kemayoran ditutup kemudian dibuka untuk  umum dan berubah jadi pusat tongkrongan maka beragam usaha kuliner tumbuh. Salah satunya adalah Cafe Kemayoran.



Di tempat ini terkenal dengan Es Campur Kemayoran dan Es Teler Kemayorannya yang muantap rasanya. Kini kelezatan nan dingin itu telah hadir di waroeng rest-OE Kalimalang. Buat orang Jakarta yang tinggal di kawasan Jakarta Timur tak perlu repot-repot lagi untuk meluncur ke Kemayoran untuk datang ke Cafe Kemayoran.

Dengan harga sama dan kesegaran dingin es campur yang nikmat begitu menyejukkan tenggorokan sehingga pas buat menemani makan siang atau makan malam Anda di waroeng rest-OE.

Mau mencoba Es Campur legendaris dari Kemayoran? Silakan hubungi waroeng rest-OE sekarang juga atau datang saja sambi memesan aneka makanan khas tradisional yang lumayan lengkap pilihannya itu.

Sidik Rizal - kulinerkuliner.com

Rabu, 08 Desember 2010

Mi Lethek Khas Bantul, Seni Kuliner yang Nyaris Punah

Mie Lethek Goreng ala Waroeng Rest-OE
Selama ini yang namanya makanan tradisional identik dengan kepunahan. Bila ada yang bisa bertahan pastilah karena kecintaan para penggemarnya atau pembuatnya yang masih bertahan menjual warisan budaya kuliner tersebut. Salah satunya adalah mi (atau mie) lethek dan sayur besan.



Gerobak Mie Djowo waroeng rest-OE
Dua makanan tradisional ini nyaris punah dan sulit ditemui sekalipun di daerah asalnya. Ternyata tidak. Mie Lethek jadi mulai populer di bilangan kota Jakarta. Di waroeng rest-OE Kalimalang yang bekerja sama dengan Waroenge Dhewe Pulogebang Cakung mengangkat makanan tradisional khas Bantul ini sebagai sajian utama di rumah makan mereka masing-masing.

Dengan konsep berbeda, yang satunya warung kaki lima, sementara yang lainnya, waroeng rest-OE bergaya rumah makan bernuansa modern tapi mempunyai kualitas sajian yang sama. Sidik punya selidik ternyata memang bersumber dari bahan baku dan bumbu rempah serta koki yang sama. Bila Waroenge Dhewe dikelola langsung oleh Mbok De Mul sebaai sang koki, maka di waroeng rest-OE dimasak sajiannya oleh karyawan-karyawan binaan Mbok De Mul langsung. Antara pemilik warung makan Waroenge Dhewe dengan waroeng rest-OE memang ada kerjasama kedua belah pihak yang saling menguntungkan.

Terlepas dari itu, ibu Restu Abadi sang pemilik waroeng rest-OE berusaha menyajikan mie lethek yang kualitasnya mirip dengan aslinya dari Bantul. Itulah sebabnya semua sajiannya diambil langsung dari Bantul dan Jogja melalui Waroenge Dhewe milik Mbok De Mul.

Bicara tentang makanan yang nyaris punah ini, kulinerkuliner.com mencoba menelusuri mi lethek di internet dan hasilnya adalah adanya beberapa pedagang mie (atau mi) lethek yang mengikuti pameran kuliner di Jakarta. Salah satunya yang berhasil diwawancarai adalah Nurul, menurut dia mi lethek sering ikut pameran kuliner di berbagai kota di antaranya di Jakarta. "Saat pameran di Jakarta, pembeli mi ini cukup banyak dari kalangan anak muda hingga orang tua," katanya.

Mie Lethek Rebus
Ia mengatakan disebut mi lethek karena warnanya kusam dan kurang menarik. Warna mi lethek tidak seperti mi pada umumnya, karena dibuat dengan bahan baku yang berbeda dengan mi umumnya.

"'Lethek merupakan bahasa Jawa yang artinya kusam, kotor, dan kurang menarik," katanya. Bahan baku untuk membuat mi lethek berupa tepung tapioka yang diolah secara manual, dan tidak menggunakan pewarna kimia serta zat pengawet.

Mie Lethek Goreng
Menurut dia, rasa mi ini juga khas, berbeda dengan rasa mi pada umumnya. "Hanya dibuat dengan rasa pedas berupa mie goreng, dan dilengkapi sambal goreng," katanya. Cara penyajiannya, kata Mbok De Mul (sang pemilik), masih tradisional dan sederhana. "Ketika dimakan, mi ini kenyal, dan ukuran mi sedikit lebih besar dibandingkan dengan mi pada umumnya," katanya.

Selama mengikuti pameran, menurut dia beberapa pengunjung ingin belajar cara membuat dan memasak mi ini. Ia menyebutkan harga mi lethek Rp 5.000 per porsi. "Selama pameran ini terjual rata-rata 100 porsi per hari," katanya.

Sidik Rizal - sumber: Antara

Rabu, 03 Maret 2010

Bakmi Djowo Lezat ala Waroeng Rest-OE Kalimalang

Jakarta Timur - kulinerkuliner.com
Membedakan masakan olahan mie dari pulau Jawa dengan pulau di luar Jawa memang mudah sekali. Misalnya Mie Aceh (atau mie Atjeh) dengan Mie Jawa sangat gampang dibedakan. Termasuk misalnya Mie Kocok Bandung dengan Bakmi Bangka, siapapun dengan mudah membedakannya.

Tapi coba tolong Anda membedakan antara Bakmi Godhog Jogja atau Mie Djowo (khas Semarang) dengan Bakmie (atau mie) Suraboyo, hmmm pasti Anda akan sedikit kesulitan. Tapi tidak bagi saya, sebagai wartawan kuliner saya bisa tahu persis beda mendasar antara bakmi Djowo dengan bakmi Djogja apalagi dengan Bakmie Suroboyo.


Biar lebih afdhol coba kita lihat tulisan berikut yang saya ambil dari hasil penelusuran di dunia internet tentang Bakmi Djowo milik Pak Doel Noemani. Setelah itu baru kita bisa bansingkan dengan bakmie Djowo khas waroeng rest-OE yang ada di Kalimalang Durensawit.

Hmmm pasti Anda jadi kepingin berkunjung ke resto bergaya modern yang khusus menyajikan makanan tradisional itu di Jakarta Timur. Meski bukan yang pertama dan satu-satunya, tapi untuk sajian menu makanan langka bisa Anda peroleh di sini. Tapi sebelum kita membahas sajian Bakmie Djowo ala waroeng rest-OE kita simak liputan media lainnya tentang Bakmie Djowo di kota Semarang berikut ini.

Masih disekitar kota Semarang, mencicipi aneka ragam tempat jajanan yang maknyus.. Kali ini saya mencoba menikmati Bakmi Djowo Pak Doel Noemani yang terletak di Jln MH Thamrin lebih tepatnya di depan kantor pertamina.

Disini disediakan berbagai bentuk bakmi. Mulai dari bakmi goreng, bakmi rebus, dan bakmi nyemek (bakmi rebus tapi kuahnya sedikit). Selain bakmi disini juga menyediakan nasi goreng. Akhirnya saya memutuskan untuk memesan bakmi nyemek dan es jeruk.

Sembari menunggu kita juga bisa menononton TV atau membaca koran yang disediakan. Menu yang saya pesan pun tiba, tidak perlu menunggu berlama-lam kurang lebih hanya 10 menit pesanan saya pun datang. Saya juga memesan sate goreng yang bisa dipilih sendiri, mau dicampur dengan bakminya atau terpisah.

Ketika lahapan pertama.. rasanya begitu menggoda dan nikmatnya menyentuh lidah. tidak salah bagi anda sekalian yang ingin mengunjungi warung makan Bakmi Djowo Pak Doel Noemani ini. Apalagi ditambah harganya yang murah kurang lebih Rp 50.000 sudah cukup untuk makan kami berempat. Bakmi Djowo Pak Doel ini buka selepas maghrib hingga tengah malam bisa menjadi rujukan anda yang ingin nongkrong sambil menikmati bakmi hangat nan murah.. silahkan mencoba…..

Senin, 22 Februari 2010

Es Goyobod khas Garut ada di waroeng rest-OE

Nikmati Es Goyobod Asli Garut yang hadir di sini

Jakarta - kulinerkuliner.com
Bila Anda ingin mencoba kesegaran manis dari Es Goyobot khas Garut, kini ada di waroeng rest-OE Kalimalang. Anda tertarik untuk mencicipinya? Atau ingin tahu bagaimana membuatnya?

Berikut ini kisah singkat tentang Es Goyobod asli Garut yang bisa didapat dari liputan wartawan Warta Kota, Bataviase.co.id

Kalau ke Garut, Cicipi Es Goyobod

Minuman tradisonal asal Garut yang bernama es goyobod memang bikin kangen. Pernah mencoba untuk pertama kalinya tahun 1996, Warta Kota belum lama ini mencobanya lagi.

Pada pokoknya, jangan sampai melewatkan jajanan khas tanah Priangan ini jika berada di Kabupaten Garut. Meski warna nya tidak terlalu menarik, tapi es yang bahan dasarnya dibuat dari saripati pohon aren (biasa disebut aci) ini punya cita rasa yang unik. Bukan hanya ada rasa manis, tetapi rasa gurih dari adonan saripati aren sangat terasa.

Bukan hanya untuk menggelontor rasa dahaga di tenggorokan, cita rasa manis gurih dalam es goyobod bikin lldali Ingin terus mencecapnya. Bisa Jadi, minum satu gelas akan terasa kurang.Jajanan tradisional yang sederhana ini Juga diolah dengan campuran buah alpukat, potongan roti tawar, pacar cina, kelapa muda, dan kolang-kaling, ditambah sedikit susu kental manis. Jadi, muncul juga rasa yang bermacam- macam.

Terkenalnya es goyobod menjadi bahasan di sejumlah blog penyuka kuliner. Berbagai macam komentar muncul. Yang jelas, minuman ini selalu menjadi buruan ketika berkunjung ke Kota Garut.

"Pokoknya Jangan lupa kalau ke Garut, cari dan nikmati es goyobod yang asli dan mak nyus ini," ungkap salah seorang blogger penyuka kuliner.

"Kalau dibilang apa yang khas di Garut, ya ini. Karena, kalau masakan sunda semua kan hampir mirip. Apalagi lalapan dan sambal. Ini masuk ke jenis minuman tradisional, karena awalnya dari Garut.

Meski di sejumlah daerah lain, seperti Bandung, Tasikmalaya, dan Ciamis, bahkan Banjar, ada juga yang jual es ini. Tapi mungkin sudah ada perbedaan sedikit dalam rasa. Karena ada yang sudah tidak pakai saripati atau aci aren, tetapi diganti tepung kue," tutur Mang Apin, penjual es goyobod di Alun-alun Garut kepada  Warta Kola belum lama ini.

Ia merupakan keturunan ketiga penjual es goyobod setelah kakek dan ayahnya.Soal adanya sedikit perubahan cita rasa es goyobod belakangan ini, Apin menilainya wajar-wajar saja. Karena, tidak Jarang orang memang suka berkreasi dengan makanan dan minuman tradisional. Bahkan, lanjut Apin, model adonan es goyobod pun ada yang sudah dicampur berbagai jenis buah, salah satu contohnya yang disajikan di restoran dan hotel.

Tidak tergantikan
Menurut Apin, untuk tetap mendapatkan cita rasa es goyobod asli Garut Ini, salah satu yang harus dipertahankan adalah penggunaan saripati atau aci aren.

"Itu yang bikin perbedaan rasanya. Gurih dan manisnya adalah paduan dari aci aren, kelapa, dan manis dari gula serta susu," kata Apin, yang sudah mempertahankan usaha es goyobod keluarga hampir 30 tahun.

Adonan aci aren Ini memang tidak tergantikan. Rasa gurih yang muncul ketika mengunyah aci aren Itu di mulut, terasa halus dan muncullah rasa gurih nan nikmat.Ini berbeda ketika mengunyah adonan tepung kue atau kanji sebagai penggantinya. Menurut Apin, rasa gurih itu tidak sekuat dan sekental aci aren. "Jika ingin merasakan tetap yang asli, aci aren memang belum bisa tergantikan. Hanya saja, sekarang mungkin agak sulit cari aci aren. Di pasar kampung pun mulai jarang. Kalau ada dan butuh banyak, harus pesan dulu," katanya, (eel - wartakota bataviase.co.id)
redaksi : Sidik Rizal (dan disarikan dari berbagai sumber)

Resep Es Goyobod (Asli dan Modifikasi)

Es Goyobod
Es campur ini rasanya seunik namanya, punya ciri khas adonan hunkue atau kanji yang dipotong-potong.
Rasanya yang kenyal gurih saat berpadu dengan alpukat dan kelapa muda jadi makin enak saja.
Pas banget deh untuk dijadikan hidangan penutup sewaktu buka Puasa, seluruh keluarga pasti suka !


Bahan-Bahan :
100  ml sirop gula
sendok makan pacar cina, rebus
100  gram alpukat, keruk dagingnya
150  gram daging buah kelapa muda, keruk halus
200  ml santan
100  ml susu kental manis NESTLE®cap Nona Es serut

Bahan  adonan hunkue:
100  gram tepung hunkue
600  ml santan encer

Cara Mengolah :
Membuat Hunkue:
1. Buat adonan hunkue dari 100 gram tepung hunkue dengan 600 ml santan encer, panaskan dengan api kecil aduk merata hingga mengental.
2. Tuang adonan ke dalam cetakan dan dinginkan.
3. Potong-potong hunkue yang sudah dingin.

Penyajian Es Goyobod:
1. Tuang sirop dalam gelas saji, isikan dengan potongan hunkue, pacar cina, alpukat dan kelapa muda.
2. Tuangi santan, beri roti tawar dan es serut.
3. Beri susu kental manis.
4. Sajikan.

Tips:
- Selain tepung hunkue bisa dipakai tepung sagu aren untuk mendapatkan rasa kenyal yang enak.
- Santan yang dipakai adalah santan yang diperas dari kelapa parut dengan air masak, bukan santan yang direbus sehingga rasanya lebih gurih


Informasi Nutrisi:
Kalori: 258 kaloi
Protein: 2,77 gram
Lemak: 7,79 gram
Serat: 2,3 gram
Karbohidrat: 45,17 gram

Sabtu, 02 Januari 2010

Warung Besan Kalimalang: Kombinasi Menu Sunda Betawi

Menu Betawi Nan Nyaris Punah, Harga Jadul Punya
Gabus Pucung, Sayur Besan, Ketupat Babanci, Semur Jengkol di Restoran Bergaya Penggede

Warung Besan dalam kenangan
Telepon saya berdering saat sedang mewawancarai narasumber kelanakulner.com, dan ternyata itu datangnya dari HP pak Lilik Juworo sang pemilik serta pengelola Warung Besan (kini berubah jadi waroeng rest-OE) yang meminta saya untuk datang dan menikmati menu unggulannya yang sudah akan diluncurkan keesokan harinya, yakni Gabus Pucung.

Mas Tyo, penanggung jawab waroeng besan yang kini jadi waroeng rest-OE
Tak lebih dari satu jam, saya pun meluncur ke Warung Besan untuk segera melihat, merasakan dan bukan sekadar mencicipi menu unggulan warung khas Betawi jadul itu. Ternyata saya tidak sendiri ada mas Didit di sana, si wartawan BeritaJakarta.com yang juga diundang oleh pak Lilik. "Sebenarnya saya juga mengundang pak Bondan Winarno untuk datang dan menikmati Gabus Pucung ini, tapi sepertinya dia lagi sibuk.

Katanya dia hanya mau datang kalau Sayur Babanci (saya pikir Ketupat Sayur Babanci) yang asli masakan orang Betawi asli sudah siap disajikan di sini." jelasnya sambil menegaskan bahwa pak Bondan hanya mau datang kalau Sayur Babancinya benar-benar asli, bukan Babanci-babancian (hehehe saya pikir sayur kebanci-bancian dong kalau nggak asli).

kini telah berubah pemilik, jadi waroeng rest-OE
Wuiihhh., ketika saya merasakan sayurnya yang "audzubillah" gurih tapi tanpa menggunakan mecin (vetsin) itu, memang luar biasa lezat. Hmmm top markotop lah kalau meminjam istilahnya pak Bondan, saya sih bilang mantabs 2 rakaat! (haha paan lagi tuh?)

Kayaknya para pecinta masakan betawi gak bakalan nyesel bila menikmati makanan itu di rumah makan yang selalu ramai dengan pengunjung berkendaraan motor ini dari hari ke hari. "Ini memang sudah saya rencanakan, saya mau rumah makan ini bisa melayani mereka yang tidak berkantong tebal dan kenyang serta puas keenakan," papar si pengusaha yang sangat peduli dengan rakyat lemah ini. Hal ini pun dibuktikan dengan banyak dari proyek-proyeknya yang sangat berpihak kepada orang miskin seperti pabrik jamu untuk penyakit-penyakit berbahaya yang hanya bisa diobati dengan obat-obatan mahal.

Akankah berubah jadi lebih baik dengan pemilik baru?
Dia sendiri pernah merasakan kesulitan saat anaknya sakit dan dirawat di RS Pondok Indah, untungnya anaknya berhasil disembuhkan, tapi dia begitu terkejut dengan obat-obatan yang harus dibelinya sungguh fantastis harganya dan bagaimana mungkin orang miskin bisa selamat dan disembuhkan dengan harga obat yang tinggi seperti yang dialaminya.

Kepeduliannya kepada orang lain dan tidak perduli dengan keuntungan banyak  inilah yang membuatnya berprinsip harus bisa menghadirkan masakan khas Betawi seperti pada masanya dulu, "Masakan Betawi pada dasarnya adalah masakan kepepet orang Betawi yang bisa makan dari apa yang ada, namun tetap nikmat. Kondisi bangsa kita pada masa penjajahan Belanda dulu tidaklah mewah, tapi orang Betawi dan Sunda bisa mempunyai menu masakan yang luar biasa nikmat, dan pantas disajikan hingga kini," imbuhnya kepada kelanakuliner.com

Saat melihat Warung Besan di Jalan Raya Kalimalang No 37 Sebelah Capem BCA dan BTN, Pondok Kelapa, Jakarta Timur yang masih dihiasi karangan bunga sehari setelah soft launching, saya pun langsung tertarik untuk mengunjunginya. Tak perlu repot saya pun langsung bertemu dengan sang pengelola Lilik Juworo, lelaki paruh baya asli kelahiran Betawi yang sejatinya adalah seorang pengusaha kerajinan Cetak Kaca Hias terkemuka di Bogor.

Sayur Babanci
Kecintaannya kepada menu asli Betawi dan nostalgianya pada masa Betawi dimana ia masih mengalami masa-masa sulit dengan makanan khas Betawi yang serba apa adanya inilah yang menyebabkan ia ingin membuat sebuah rumah makan khas Betawi. Anehnya lagi Lilik Juworo tidak memikirkan keuntungan, hal ini bisa dilihat dari harga yang dibandrol benar-benar harga terjangkau bagi para pengendara motor, demikian ujarnya kepada kelana kuliner.com Jum'at 01/01/2010 lalu.


Es Campur Kemayoran
Untuk meyakinkan diri saya, Lilik menawarkan menu sajian khas Betawi yang nyaris sulit untuk dijumpai lagi, yakni Sayur Besan. (Padahal saya mengharapkan Ketupat bersayur Babanci, yang memang nyaris punah itu). Tapi tak apalah, menikmati paket Sayur Besan komplit dengan nasi ini saja sudah bikin saya kleweh-kleweh nikmat dan ditambah dengan Es Campur Besan. Pokoknya mantep berat Bro and Sis!

Lilik Juworo, kini telah menjual restonya
Berikut akan saya sajiakan laporan lengkapnya, namun berhubung ada persiapan lain hal, maka kami lampirkan saja tulisan terkait yang berhubungan dengan launching Warung Besan yang mempunyai interior dan sajian menunya yang mewah namun harganya jauh dari mewah.


baca saja tagline yang ada di brosurnya:
 




Masakan Betawi Jadul dan Masakan Sunda..!!
GABUS PUCUNG, SAYUR BESAN,
Semur Jengkol, Sambel Gandaria, Gurame Cobek
Sambel dan Lalap gratis!


Tulisan terkait sumber Berita Jakarta

Warung Besan Kolaborasi Kuliner Betawi-Sunda

Menu tradisional lengkap

Masakan khas Betawi dan Sunda sudah lama memiliki penggemarnya sendiri. Kekayaan cita rasa dan keragaman jenis makanan menjadi keunggulan tersendiri buat kuliner asal kedua daerah tersebut. Namun, tak banyak rumah makan yang menggabungkan kekhasan makanan kedua daerah itu, kecuali di Warung Besan.

Menu lengkap, pelayanan bagaimana?
Warung yang berlokasi di Jl Raya Kalimalang, Pondokkelapa, Jakarta Timur, ini siap memanjakan keinginan tamu yang ingin mencicipi nikmatnya menu masakan khas Betawi Sunda tersebut.

Berbagai menu masakan tradisional dengan racikan bumbu turun-temurun menjadi sajian andalan di rumah makan bergaya sederhana itu. Sebut saja, sayur besan khas Betawi, soto Bandung, gepuk, dan cumi sotong menjadi sajian nikmat dan tak terlupakan jika berkunjung ke tempat itu. Terlebih, semua menu yang disajikan merupakan hasil racikan juru masak yang telah lama malang melintang di dunia kuliner tradisional.

Gurame Kipas Nan Legit
Epen Pendi (42), juru masak Warung Besan mengatakan, menu masakan yang ada di Warung Besan merupakan makanan khas daerah Betawi dan Sunda. "Masakan Sunda dan Betawi lebih khas pada rasa yang manis atau pedas. Kita lebih menajamkan rasa pada setiap masakan. Ini yang tidak ditemui di warung makan khas daerah tertentu di Jakarta," ujar Epen dengan nada bangga.

Epen membuka sedikit rahasianya dalam mengolah gurame cobek menjadi makanan yang spesial. Di tangannya, gurame diolah dengan campuran bumbu seperti, kencur dan jahe sehingga membuat rasa gurame menjadi lebih segar. Untuk memasukkan unsur pedas layaknya masakan Sunda lain, Epen menambahkan bumbu yang telah diracik dengan sedikit cabe merah.

Sayur Babanci yang nyaris punah
"Untuk membedakan rasanya, trik yang diandalkan oleh Warung Besan adalah ketajaman rasanya, dan itu tak ditemui di warung makanan tradisional lainnya," jelas pria kelahiran Bandung 42 tahun lalu ini kepada beritajakarta.com, Selasa (15/12).

Selain gurame cobek, lanjut Epen, masakan Betawi kuno yang sekarang sudah mulai hilang semacam pucung gabus dan sayur babanci juga menjadi andalan rumah makan itu dalam memanjakan lidah pengunjung. Puas menikmati sajian makanan, pengunjung pun bisa menikmati enaknya jus jali-jali. Semua jenis masakan itu bisa dinikmati pengunjung hanya dengan merogoh kocek antara Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu. Sebuah harga yang murah, untuk kenikmatan lidah yang tiada tara.

Flower Board dari kolega untuk launching
"Buah Jali-jali dulu banyak dijumpai di Indonesia, namun saat ini sudah tidak ada lagi. Jus Jali-jali buahnya kita datangkan langsung dari Belanda. Semua demi pelestarian makanan atau minuman khas daerah Betawi dan Sunda," kata Lili Juworo, pemilik rumah makan Warung Besan tersebut.

WARUNG BESAN
Jl. Kali Malang Raya No. 37 Kav 3C-D
(sebelah Capem BCA BTN dan Burger Grill)
Pondok Kelapa
Jakarta Timur
Kalimalang
Kontak Kerjasama (021) 9346.1965
Tel. (62 21) 8543 9388

penulis: didit
editor: sidik rizal

Pasang Iklan Anda di Sini? HUBUNGI (021)9327.4925 - 9346.1965 - 606.36235 - 081.385.386.583


Pondok Citra

Nasi Pecel Kembang Turi

Sepertinya memang cuma di tempat ini yang menyajikan pecel Madiun (nggak selalu seh, kadang ada juga yang mencari Pecel Nganjuk) dengan menu asli dari daerah tersebut dengan menggunakan kembang turi sebagai sajian unggulan [...]
KPK BakarMadu

Jangan Takut Masuk KPK - Slogan Baru Setelah Masuk Trans7

Tahukah Anda makanan khas dari Pekalongan? Ada yang spesial gak seh? Tapi siapa sangka satu warung pojok dari kota Batik ini mengundang rasa ingin tahu banyak orang untuk mencoba sajian uniknya berupa Bebek Bakar Madu. Hmmm seperti apa seh rasanya sampe TransTV mau meliputnya? [...]
DapurJandaku

Carilah Janda di Mall Ambassador dan nikmatilah

Demi menghilangkan pikiran kotor di benak, saya sapa seorang wanita berusia 30-an tahu yang masih tampak seksi dan cantik, dan ternyata dia adalah pemilik warung makan yang lumayan provokatif itu. Esther namanya [...]
Es Sarang Kuntilanak

Es Sarang Kuntilanak VS Es Pocong?

Es Pocong namanya. Biasanya kalangan mahasiswa di kampus-kampus wilayah Depok banyak yang mengenali minuman bermerk ini. Entah mengapa minuman segar dan nikmat ini menggunakan nama "seram" seperti Es Sarang Kuntilanak" (Es Sarkun) dan Es Pulo Hantu (Es Lohan) [...]
Bengkel Kuliner

Pujasera Syariah Pertama di dunia

BengkelKuliner buka peluang investasi dengan sistem jual putus Rahasia Bumbu dan Pelatihan Tenaga Ahli berkonsep Rest Area dgn investasi minimal Rp.200jt [...]
Cangkru'an VW

SegO RAKyat Vokoke Wareg

tempat ini choesoes oentoek tjangkroe’an toean poean njang siboek bekerdja zonder waktoe oentoek memasak agar soepaja toean poean tida’ spanneng bergaboenglah oentoek tjangkroek jang bermakna [...]
Soto Marmer

LEZATNYA SOTO YANG SESUNGGUHNYA

Adalah sebuah warung makan sederhana yang dimulai dengan membuka jaringan kuat dan menemui bentuknya di kala terakhir perjalanan menuju kesuksesan. RM Soto Mawar Merah atau yang lebih dikenal dengan Soto Marmer ini memulai dengan cara itu. Sang pengusaha, H. Arta Indra, [...]
Udin Kombo

RM Khas Betawi H. Syamsudin Kombo, berdiri sejak 1980

Salah satu tempat tongkrongan warga Bekasi yang ada di Harapan Indah dan menjadi tempat favorit menikmati makanan asli khas Bekasi adalah RM Khas Betawi H. Syamsudin Kombo [...]
PondokGabusPucung

Pondok Gabus H. Lukman, Lebih dari 20 tahun Jadi Aikon Kuliner Bekasi

Kagak salah dah! bila Anda melewati GOR menuju ke arah Pulogadung di jalan Jend. Sudirman, maka tak jauh setelah Anda melewati pertigaan GOR, di sebelah kanan Anda berdiri warung legendaris yang kini menjadi ciri khas Bekasi yang paling kondang [...]
WarungDusun

Ada atmosfer modern nan nyaman di menu kampungnya

Kalau sayur lodeh hampir semua orang tahu, bagaimana dengan asem-asem khas Blitar ini? Asem-asem bukanlah sekadar sayur yang terbuat dari hijau-hijauan seperti sayur asem yang kita kenal. Justru makanan satu ini malah terbuat dari potongan daging sapi yang dibuat seperti sayur sop namun dengan rasa asam yang kuat [...]
Sangkuriang

Sop Gurame Kemangi Pedas vs Ikan Patin Bakar Omega 3

RM Sangkuriang sekali lagi diliput TransTV karena Sop Gurame Kemangi Pedas dan Ikan Bakar Patin Omega 3nya yang memang lain daripada yang biasanya [...]
Sangkuriang

Sop Gurame Kemangi Pedas vs Ikan Patin Bakar Omega 3

RM Sangkuriang sekali lagi diliput TransTV karena Sop Gurame Kemangi Pedas dan Ikan Bakar Patin Omega 3nya yang memang lain daripada yang biasanya [...]
BaksoMalangCakTio

Bakso Malang ini lebih lezat daripada yang di Bandung

Dekat Polres Metro Kota Bekasi, ada tempat makan dan nongkrong yang enak dan nyaman, namanya Bakso Malang Asli "CAK TIO" Veteran 66. Bukan saja tempatnya yang luas namun juga akses menuju tempat itu sangat mudah [...]
Bakso AG Komsen

Bakso AG Komsen dan Bakso 44 Komsen Konsisten dalam Rasa

Warung Bakso yang tetap konsisten mulai dari dibukanya tahun 1993 dengan tak berubah dalam rasa, sehingga pelanggannya kian hari kian bertambah. Mulai dari satu warung kecil kini sudah memiliki 2 warung besar [...]

Promoting BLOGS

MARKETING BOOST Anda ingin kami memblog profil usaha anda? Sewa kami untuk memblog-up anda atau usaha anda dalam jaringan media blogs kami. HIRE US TO BLOG YOU UP Phone: 021-9346-1965 atau di 08121215773 E-mail: dik_rizal@yahoo.com, iwaklawuh2002@yahoo.com