Bakso Malang Asli Cak Tio, Telp: 08129181453 - (021)9599.5354 - 8885.6037

Tampilkan postingan dengan label Pempek Palembang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pempek Palembang. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 Desember 2009

Sejarah Pempek Palembang

Informasi Asal
Indonesia
Daerah
Sumatera Selatan
Penyajian dan bahan
Bahan daging ikan, sagu, telur ayam, air matang, garam
Variasi Pempek kapal selam, pempek telur besar, pempek kapal selam kecil, pempek telur kecil, pempek keriting, pempek kulit, pempek tahu, pempek pistel, pempek udang, pempek belah, pempek panggang, pempek lenggang, dsb



Pempek atau Empek-empek adalah makanan khas Palembang yang terbuat dari ikan dan sagu. Sebenarnya sulit untuk mengatakan bahwa pempek pusatnya adalah Palembang karena hampir di semua daerah di Sumatera Selatan memproduksinya.

Penyajian pempek ditemani oleh saus berwarna hitam kecoklat-coklatan yang disebut cuka atau cuko (bahasa Palembang). Cuko dibuat dari air yang dididihkan, kemudian ditambah gula merah, udang ebi dan cabe rawit tumbuk, bawang putih, dan garam. Bagi masyarakat asli Palembang, cuko dari dulu dibuat pedas untuk menambah nafsu makan. 


Namun seiring masuknya pendatang dari luar pulau Sumatera maka saat ini banyak ditemukan cuko dengan rasa manis bagi yang tidak menyukai pedas. Cuko dapat melindungi gigi dari karies (kerusakan lapisan email dan dentin). Karena dalam satu liter larutan kuah pempek biasanya terdapat 9-13 ppm fluor. satu pelengkap dalam menyantap makanan berasa khas ini adalah irisan dadu timun segar dan mie kuning.

Jenis pempek yang terkenal adalah "pempek kapal selam", yaitu telur ayam yang dibungkus dengan adonan pempek dan digoreng dalam minyak panas. Ada juga yang lain seperti pempek lenjer, pempek bulat (atau terkenal dengan nama "ada'an"), pempek kulit ikan, pempek pistel (isinya irisan pepaya muda rebus yang sudah dibumbui), pempek telur kecil, dan pempek keriting.

Pempek bisa ditemukan dengan gampang di seantero Kota Palembang. Ada yang menjual di restoran, ada yang di gerobak, dan juga ada yang dipikul. Juga setiap kantin sekolah pasti ada yang menjual pempek. Tahun 1980-an, penjual pempek biasa memikul 1 keranjang pempek penuh sambil berkeliling Kota Palembang jalan kaki menjajakan makanannya. Pempek sekarang ada dua jenis yaitu Pempek biasa dan Parempek, campuran antara Pare dan Pempek.

Sejarah
Menurut sejarahnya, pempek telah ada di Palembang sejak masuknya perantau Cina ke Palembang, yaitu di sekitar abad ke-16, saat Sultan Mahmud Badaruddin II berkuasa di kesultanan Palembang-Darussalam. Nama empek-empek atau pempek diyakini berasal dari sebutan "apek", yaitu sebutan untuk lelaki tua keturunan Cina.

Berdasarkan cerita rakyat, sekitar tahun 1617 seorang apek berusia 65 tahun yang tinggal di daerah Perakitan (tepian Sungai Musi) merasa prihatin menyaksikan tangkapan ikan yang berlimpah di Sungai Musi yang belum seluruhnya dimanfaatkan dengan baik, hanya sebatas digoreng dan dipindang. Ia kemudian mencoba alternatif pengolahan lain. Ia mencampur daging ikan giling dengan tepung tapioka, sehingga dihasilkan makanan baru. Makanan baru tersebut dijajakan oleh para apek dengan bersepeda keliling kota. Oleh karena penjualnya dipanggil dengan sebutan "pek … apek", maka makanan tersebut akhirnya dikenal sebagai empek-empek atau pempek.[1]

Namun cerita rakyat ini patut ditelaah lebih lanjut karena singkong baru diperkenalkan bangsa Portugis ke Indonesia pada abad 16. Selain itu velocipede (sepeda) baru dikenal di Perancis dan Jerman pada abad 18. Selain itu Sultan Mahmud Badaruddin baru lahir tahun 1767. Juga singkong sebagai bahan baku sagu baru dikenal pada jaman penjajahan Portugis dan baru dibudidayakan secara komersial tahun 1810. Walaupun begitu sangat mungkin pempek merupakan adaptasi dari makanan Cina seperti baso ikan, kekian ataupun ngohyang.

Pada awalnya pempek dibuat dari ikan belida. Namun, dengan semakin langka dan mahalnya harga ikan belida, ikan tersebut diganti dengan ikan gabus yang harganya lebih murah, tetapi dengan rasa yang tetap gurih.

Pada perkembangan selanjutnya, digunakan juga jenis ikan sungai lainnya, misalnya ikan putak, toman, dan bujuk. Dipakai juga jenis ikan laut seperti Tenggiri, Kakap Merah, parang-parang, ekor kuning, dan ikan sebelah. Juga sudah ada yang menggunakan ikan dencis (skripsi satu mahasiswa di Riau isan_mutuah@plasa.com), ikan lele serta ikan tuna putih.

Tips Membuat Pempek
Pempek yang enak adalah pempek yang memiliki tekstur yang lembut, kenyal dan gurih. Bahan utama pada pempek adalah daging ikan. Ikan belida dan tengiri merupakan bahan utama yang terbaik dalam membuat pempek.


Bahan Dasar Yang Mempengaruhi Pembuatan Pempek


1. Ikan
Untuk hasil yang terbaik pilihlah ikan belida, karena ikan ini memiliki rasa yang gurih disertai daging yang lunak. Ikan lain yang acapkali digunakan pula antara lain : tengiri yang memiliki ciri daging lebih putih, beraroma khas dan sedikit amis, gabus yang memiliki rasa sedikit manis dan agak renyah, toman (sejenis ikan gabus), putak (ikan belida kecil).

2. Tepung Kanji
Gunakan hanya sedikit tepung kanji, gunanya sebagai pengikat adonan. Pempek akan terasa kenyal dan gurih apabila digunakan dengan takaran yang pas. Pilih kanji yang berwarna putih bersih, lembut, tidak berbau asam sebagai pertanda kanji yang berkualitas.

3. Tepung Ketan
Untuk mendapatkan pempek dengan hasil yang legit dan lentur gunakan hanya sedikit saja.

4. Air
Dibutuh hanya sedikit sekali. Agar suhu pada adonan tetap dingin dan kesegaran ikan terjaga sebaiknya gunakan air dingin, sehingga ikan tetap pekat dan tidak cepat kering.



A. Cara Membuat Pempek

1. Potong memanjang ikan menjadi 2 bagian, pisahkan daging ikan dari kulit ikan dan durinya (fillet). Sisihkan yang kulit untuk membuat pempek kulit. Apabila menggunakan ikan gabus, rendam ikan didalam air hangat yang telah diberi 1 sdm garam untuk 1 kg ikan gabus, rendam selama 3 jam hingga daging berwarna putih.
2. Ambil daging ikan (fillet) dan haluskan, atau buang urat-uratnya dan saring bila perlu.
3. Didihkan air yang banyak untuk memasak dan tambahkan sedikit minyak goreng. Supaya bentuk pempek tidak rusak dan sempurna, jangan memasukkan pempek terlalu banyak pada rebusan air didih.
4. Setelah pempek mengapung (pertanda matang), rebus terus selama +-10 menit untuk memastikan pempek benar-benar matang.
5. Angkat dan siram dengan air dingin, tiriskan.
6. Dinginkan (diatas tampah dengan alas kain bersih) dan jangan bertumpuk.


Resep Dasar Pempek

Bahan - bahan :

* 500 fillet ikan tengiri, haluskan*
* 250 ml bubur tepung terigu
* 3 sdt garam
* 2 sdt gula pasir
* ±400 gram tepung kanji/tapioca**
* 3.000 ml air untuk merebus
* 1 sdm minyak goreng

Cara :

1. campur daging ikan, bubur tepung, garam, dan gula pasir, aduk rata. Masukkan tepung kanji sedikit demi sedikit, aduk perlahan dengan tangan hingga rata. Bentuk sesuai selera Anda. Bila adonan lengket ditangan, olesi tangan dengan minyak goreng atau tepung terigu.
2. Didihkan air, bubuhi minyak goreng, masukkan pempek dan rebus hingga mengapung. Angkat dan siram air dingin, tiriskan.
3. Bubur tepung terigu : campurkan 50 gram tepung terigu, 400 ml air dan 1 siung bawang putih (halus/parut). Masak hingga menjadi bubur, angkat dan aduk terus hingga dingin. Bila telah dingin, simpan di lemari es hingga saatnya digunakan.

*Haluskan dengan penggiling daging, ulek batu cobek, blender, food processor. Apabila menghaluskan dengan menggunakan blender, masukan sedikit-sedikit, pastikan blender kuat untuk memutar. Karena bisa jadi membuat blender rusak.

**sesuaikan takaran tepung dengan kondisi adonan, pastikan adonan kalis


B. Membuat Cuko Pempek
cuko terbuat dari larutan gula merah dibubuhi cabe rawit, tongcai, bawang putih, dan cuka. Cuka bisa diganti dengan asam jawa bila kurang suka, sehingga cuko akan menjadi lebih pekat. Cuko boleh ditambah dengan sedikit arak atau lobak serut untuk mempertajam cita rasanya. Sedangkan gula merah akan membuat saus cuko berwarna gelap.


Resep Dasar Cuko
(untuk hasil 500 ml Cuko)


Bahan - bahan :

* 50 gram asam jawa
* 150 gram gula merah/gula aren, iris halus
* 650 ml air

Bumbu Halus :

* 20 cabe rawit
* 2 sdm tongcai
* 4 siung bawang putih
* 2 sdm ebi, rendam air panas hingga lunak, tiriskan dan haluskan.

Cara Memasak :

1. Didihkan asam jawa, gula merah dan air diatas api sedang. Setelah gula larut, angkat dan saring. Kemudian didihkan kembali dan masukkan bumbu halus, masak hingga tidak berbau langu, angkat.
2. Simpan didalam lemari es, inapkan hingga keesokan hari agar cita rasanya menjadi lebih sedap.


sumber : wikipedia.com
http://resepkoki.com/blogs/entry/Tips-Membuat-Pempek

KEDAI 88: Pempek Palembang Termurah di Bekasi dan Tetap Disuka

Bakmi Bangka, Pempek Palembang dan Seafood Pertama
Yang Menyambut Anda di Pintu Gerbang Stasiun KA Bekasi


Stasiun KA Bekasi, kelanakuliner.com
Keluar dari Stasiun KA Bekasi, kemudian menuju ke arah pintu keluar selatan menuju ke pusat kota Bekasi, maka di jajaran pintu gerbang dekat badan stasiun kita akan jumpai makanan penyambut para penumpang kereta api sekaligus para pengunjung yang datang dari luar kota. Sesuai dengan rencana kelanakuliner untuk menjelajahi Kota Bekasi dengan berjalan kaki dimulai dari pintu gerbang stasiun kereta api pusat kota, maka yang pertama kali saya cari dan kunjungi adalah tempat jajanan kuliner. Sebagai pilihan maka jatuh kepada Kedai "88". (dalam adat Cina, angka 8 menunjukkan hokki, mungkin 88 bermakna dobel hokki).


Sesuai dengan janji kelanakuliner akhirnya disambut ramah oleh sang pemilik, Heri, yang akrab dipanggil Koko Heri. Lelaki kelahiran Palembang asli 7 Maret 1983 ini memang sejak kecil sudah diperkenalkan dengan dunia dagang oleh orang tuanya. Lelaki yang hobi fitnes ini menuturkan bahwa usahanya dimulai dari modal 40 ribu rupiah pada tahun 1999 dengan sebuah gerobak di pojok Proyek Jalan Djuanda Kota Bekasi. Bermodalkan keahlian keluarganya membuat pempek asli dari daerah kelahirannya dimana baik gula aren dan bahan baku sagunya khusus didatangkan dari Palembang. Demikian pula dengan bakmi dan masakan seafood yang diolahnya, Ko Heri mencoba menyajikan semua masakannya dengan bahan terjamin dan berkualitas, di samping itu dia juga memperhatikan kondisi halalnya yang kini dia jamin 100%. Setelah berjalan beberapa tahun, mulai dari sebuah gerobak pempek dan bakmi Bangka, kini Kedai "88" mulai berkembang dan produksi semakin meningkat. Bayangkan saja sedikitnya 10 kg pempek dalam sehari habis terjual, dan kini sudah bertambah menjadi 3 cabang. Cabang Kedai "88" yang dikelola dirinya berlokasi di pintu gerbang Stasiun KA Bekasi, kemudian Cabang ke 2 di Karang Kitri, jalan Burangrang No. 214 dan cang pokoknya yang masih berdiri hingga kini, gerobak kedai "88" di Proyek bekasi, jalan Djuanda.


Peningkatan omzet yang bertahun-tahun ini adalah hasil kerja kerasnya dan ketekunan keluarga besarnya, heri sendiri kini telah meiliki 10 orang karyawan khusus yang membantunya di cabang stasiun KA Bekasi. Karyawannya yang tampak rata-rata berusia belasan tahun ini memang diambil dari lingkungan tempat usahanya. Kedai "88" cabang Stasiun KA Bekasi ini memang menyajikan sajian Pempek Palembang dari ikan tenggiri, dengan produk unggulan Pempek Kapal Selam (pempek isi telor), Lenjer Kecil, Pempek Kulit (tenggiri) dan Adaan. Ko Heri mengungkapkan bahwa untuk pempek yang disajikannya sementara waktu ini adalah yang paling murah dibandingkan makanan sejenis di seluruh wilayah Bekasi, namun suasana dan kualitasnya tak kalah dibandingkan dengan sajian sejenis di tempat lain. Ramainya orang yang lalau lalang di stasiun KA Bekasi tak mengurangi sedikitpun selera para pelanggan untuk mampir berkunjung dan menikmati masakannya di Kedai 88. Bahkan sering sekali, beberapa orang kantoran (yang biasanya menggunakan Kereta Api Expres AC Bekasi), mengadakan acara ulang tahun kilat dengan makan-makan di kedainya yang mampu menampung setidaknya 40 kursi ini. "Saat itu ada orang kantoran yang berulang tahun dan makan di sini dengan Ikan Gurame Asam Manis serta menu lainnya untuk beberapa porsi, dan ia tak banyak mengeluarkan uang suma sekitar 150 ribuan saja!" paparnya.

Mengetahui bahwa banyak pelanggannya di cabang Stasiun KA Bekasi adalah orang kantoran, maka dapat dipastikan bahwa peak (puncak) ramai kunjungan pelanggannya biasanya dari hari Senin sampai dengan Jum'at terutama pada jam sarapan pagi, makan siang dan jam pulang kantor. Sedangkan cabang Kayuringin jalan Burangrang, biasanya puncak keramaian justru pada hari Jum'at, Sabtu dan Minggu, termasuk cabang yang ada di Proyek Bekasi.

Anda mau tahu keunikan sajian di kedai "88"? Semua pempeknya dibuat tanpa menggunakan zat pengawet dan zat pewarna. Ikan tenggirinya dikikis kulitnya dan diambil dagingnya kemudian dicampur langsung dengan sagu.Untuk kulitnya tersendiri dibuat menjadi pempek kulit tenggiri, yang warnanya agak sedikit hitam. Namun masalah rasa tak kalah lezat dibandingkan dnegan jebis pempek lainnya. Sedangkan cukonya  (kuah cuka manis) asli dibuat dari gula aren (gula merah) khas Palembang. Inilah yang menyebabkan pempek Kedai "88" selalu habis diserbu pelanggannya setiap hari, jadi dia tak perlu menyimpannya lebih dari sehari di freezer atau chiller (kulkas/lemari pendingin).

Untuk minuman unggulan, seperti biasanya warung makan khas daerah Palembang, maka Es kacang Merah merupakan minuman segar dingin khas Wong Kito Galo ini. Es Kacang Merah yang manis dan girhnya kacang merah ini pasti pas buat mendorong segala menu masakan khas seafood ala Chinese yang biasanya tersaji panas-panas. Khusus untuk Es kacang Merah, maka sebaiknya Anda memesan via telepon atau datang sebelum jam makan siang, karena biasanya minuman khas ini sudah habis diserbu pelanggan sebelum jam 12.00 wib. Gimana? Luar biasa kan?

Biarpun pempeknya yang jadi fokus tulisan kelanakuliner, Ko Heri menegaskan kepada kelanakulienr bahwa sajian lainnya seperti Bakmi Bangka dan Seafoodnya juga termasuk yang disukai para pelanggannya. Saat mereka ingin makanan sedap sekejap dan mengenyangkan, maka biasanya menu seafood yang jadi pilihan. "Tapi kalau ditanya berapa besarnya omzet pemasukan dari jenis makanan yang mana, saya kira fifty-fifty lah". ujarnya diplomatis sambil berpromosi. Namun saat ditanya berapa omzet mana yang terbesar dari seluruh cabang, dia menjawab, "yah untuk cabang sini (Stasiun KA Bekasi) dan Kayuringin sebelas duabelas lah!" Wah artinya omzet setiap cabangnya sama-sama sebesar 2 hingga 3 juta per harinya. Sungguh sebuah omzet yang lumayan besar untuk kedai yang berukuran tak lebih dari 3x5 meter persegi itu (belum termasuk ruang dapur).

Kelanakuliner mencoba sajian pempek Kedai "88", dan kami disajikan Pempek Kapal Selam, Lenjer Kecil serta Pempek Kulit dan Adaan. Wow, baik anak saya Lulu maupun keponakan saya Fathimah sangat menyukainya saat saya bawa pulang buat food tester.(Fair gak seh kalau menggunakan anak kecil sebagai pekerja pencicip makanan?) Sistem layanan makan dine in  (makan di tempat) dan take away (bawa pulang) atau delivery (pesan antar). Kedai "88" buka dari jam 10.00 s/d 21.00 wib. dan masalah kapasitas kendaraan, pelanggan tak perlu kuatir, karena Stasiun KA Bekasi ini mampu menampung puluhan mobil dan ratusan sepeda motor di lahan parkirnya yang luas. Jelas peluang target pasar yang besar bukan?

Bila Anda ingin mencoba Pempek Kulit Kedai "88" yang unik dan lezat silakan kunjungi Stasiun KA Bekasi, dan keluar dari pintu selatan menuju tengah kota Bekasi, maka di jejeran kedai stasiun akan Anda jumpai Kedai "88" atau bisa juga Anda menghubungi nomor telepon berikut ini (021) 8895.9024 HP 0815.941.2487 atau (021) 7002.3336 kontak langsung dengan Ko Heri untuk reservasi atau pengiriman.


MENU UTAMA KEDAI "88"
NASI
Nasi Putih
Nasi GR Ayam
Nasi GR Spesial
Nasi GR Seafood
Nasi GR Pete
Nasi GR Ikan Asin
Nasi Capcay
UDANG
Udang GR Tepung
Udang GR Mentega
Udang Saos Padang
Udang Saos Tiram
Udang Saos Kuluyuk
Udang Lada Hitam
Udang Cah Jagung
MIE
Mie GR Ayam
Mie GR PelangiMie GR Seafood
Mie Masak Ayam
Mie Masak Seafood
AYAM
Ayam GR Kering
Ayam GR Mentega
Ayam Rica-rica
Ayam Cah kecap
Ayam Nangking
Ayam Kuluyuk
Ayam Cah Jagung
Bistik Ayam
BIHUN
Bihun GR Ayam
Bihun GR Seafood
Bihun Masak Ayam
Bihun Masak Seafood
KWETIAW
Kwetiaw GR Ayam
Kwetiaw GR Seafood
Kwetiaw Masak Seafood
Kwetiaw Siram Ayam
Kwetiaw Masak Ayam
Kwetiaw Siram Seafood
CAPCAY
Capcay GR Ayam
Capcay GR Seafood
Capcay Kuah Seafood
Capcay Polos
Tauge Cah Ikan Asin
Kangkung Cah Polos
Kangkung Cah Tauco
Kangkung Cah Terasi
Kangkung Cah Ayam
Kangkung Cah Seafood
GURAME
Gurame GR Kering
Gurame Asam Manis
Gurame Saos Padang
Gurame Bakar ala Shantung
Gurame Saos Tiram
Gurame Tahu Tausi
CUMI
Cumi GR Tepung
Cumi GR Mentega
Cumi Saos Padang
Cumi Saos Tiram
Cumi Kuluyuk
Cumi Cah Jagung Muda
LAIN-LAIN
Puyung Hay
Ifu Mie Seafood
Ifu Mie Ayam
Mun Tahu
Sapo Tahu
Angsio Tahu
Soup Ayam
Soup Asparagus Kepiting
Soup Asparagus Ayam
Soup Jagung Kepiting
Soup Jagung Ayam
Lumpia Udang
Lumpia Ayam
SAPI
Sapi Lada Hitam
Bistik Sapi
Kwetiaw GR Sapi
Kwetiaw Siram Sapi
Kwetiaw Kuah Sapi
Nasi GR Sapi
Nasi GR Gila
Nasi GR Komplit
Bakmi Kuah Sapi
Bihun GR Sapi
Bihun Kuah Sapi
KERANG
Kerang Saos Tiram
Kerang Saos Padang
Kerang Masak Tauco
MIE AYAM
Mia Ayam Polos
Mie Ayam Bakso
Mie Ayam Pangsit
Mie Ayam Bakso Pangsit
PEMPEK
Pempek Kapal Selam
Pempek Lenjer Kecil
Pempek Ada'an
Pempek Kulit
Tekwan
ANEKA MINUMAN RINGAN/SOFT DRINK
Es Kacang Merah - Rp.5.000,-
Cocacola / Sprite / Fanta - Rp.2.500,-
Aqua / Teh Tawar - Rp. 500,-
Aqua Botol Rp.2.000,-
Tehbotol / TeKita / TEBS / Fruitea - Rp.2.500,-
Es Teh Manis/Panas - Rp.2.000,-
Es Teh Tawar Rp.1.000,-
Es Jeruk - Rp. 4.000,-
Es Campur - Rp. 5.000,-
Aneka Jus Buah - Rp. 5.000,-

KEDAI 88: Pempek Palembang Termurah di Bekasi dan Tetap Disuka

Bakmi Bangka, Pempek Palembang dan Seafood Pertama
Yang Menyambut Anda di Pintu Gerbang Stasiun KA Bekasi


Stasiun KA Bekasi, kelanakuliner.com
Keluar dari Stasiun KA Bekasi, kemudian menuju ke arah pintu keluar selatan menuju ke pusat kota Bekasi, maka di jajaran pintu gerbang dekat badan stasiun kita akan jumpai makanan penyambut para penumpang kereta api sekaligus para pengunjung yang datang dari luar kota. Sesuai dengan rencana kelanakuliner untuk menjelajahi Kota Bekasi dengan berjalan kaki dimulai dari pintu gerbang stasiun kereta api pusat kota, maka yang pertama kali saya cari dan kunjungi adalah tempat jajanan kuliner. Sebagai pilihan maka jatuh kepada Kedai "88". (dalam adat Cina, angka 8 menunjukkan hokki, mungkin 88 bermakna dobel hokki).


Sesuai dengan janji kelanakuliner akhirnya disambut ramah oleh sang pemilik, Heri, yang akrab dipanggil Koko Heri. Lelaki kelahiran Palembang asli 7 Maret 1983 ini memang sejak kecil sudah diperkenalkan dengan dunia dagang oleh orang tuanya. Lelaki yang hobi fitnes ini menuturkan bahwa usahanya dimulai dari modal 40 ribu rupiah pada tahun 1999 dengan sebuah gerobak di pojok Proyek Jalan Djuanda Kota Bekasi. Bermodalkan keahlian keluarganya membuat pempek asli dari daerah kelahirannya dimana baik gula aren dan bahan baku sagunya khusus didatangkan dari Palembang. Demikian pula dengan bakmi dan masakan seafood yang diolahnya, Ko Heri mencoba menyajikan semua masakannya dengan bahan terjamin dan berkualitas, di samping itu dia juga memperhatikan kondisi halalnya yang kini dia jamin 100%. Setelah berjalan beberapa tahun, mulai dari sebuah gerobak pempek dan bakmi Bangka, kini Kedai "88" mulai berkembang dan produksi semakin meningkat. Bayangkan saja sedikitnya 10 kg pempek dalam sehari habis terjual, dan kini sudah bertambah menjadi 3 cabang. Cabang Kedai "88" yang dikelola dirinya berlokasi di pintu gerbang Stasiun KA Bekasi, kemudian Cabang ke 2 di Karang Kitri, jalan Burangrang No. 214 dan cang pokoknya yang masih berdiri hingga kini, gerobak kedai "88" di Proyek bekasi, jalan Djuanda.


Peningkatan omzet yang bertahun-tahun ini adalah hasil kerja kerasnya dan ketekunan keluarga besarnya, heri sendiri kini telah meiliki 10 orang karyawan khusus yang membantunya di cabang stasiun KA Bekasi. Karyawannya yang tampak rata-rata berusia belasan tahun ini memang diambil dari lingkungan tempat usahanya. Kedai "88" cabang Stasiun KA Bekasi ini memang menyajikan sajian Pempek Palembang dari ikan tenggiri, dengan produk unggulan Pempek Kapal Selam (pempek isi telor), Lenjer Kecil, Pempek Kulit (tenggiri) dan Adaan. Ko Heri mengungkapkan bahwa untuk pempek yang disajikannya sementara waktu ini adalah yang paling murah dibandingkan makanan sejenis di seluruh wilayah Bekasi, namun suasana dan kualitasnya tak kalah dibandingkan dengan sajian sejenis di tempat lain. Ramainya orang yang lalau lalang di stasiun KA Bekasi tak mengurangi sedikitpun selera para pelanggan untuk mampir berkunjung dan menikmati masakannya di Kedai 88. Bahkan sering sekali, beberapa orang kantoran (yang biasanya menggunakan Kereta Api Expres AC Bekasi), mengadakan acara ulang tahun kilat dengan makan-makan di kedainya yang mampu menampung setidaknya 40 kursi ini. "Saat itu ada orang kantoran yang berulang tahun dan makan di sini dengan Ikan Gurame Asam Manis serta menu lainnya untuk beberapa porsi, dan ia tak banyak mengeluarkan uang suma sekitar 150 ribuan saja!" paparnya.

Mengetahui bahwa banyak pelanggannya di cabang Stasiun KA Bekasi adalah orang kantoran, maka dapat dipastikan bahwa peak (puncak) ramai kunjungan pelanggannya biasanya dari hari Senin sampai dengan Jum'at terutama pada jam sarapan pagi, makan siang dan jam pulang kantor. Sedangkan cabang Kayuringin jalan Burangrang, biasanya puncak keramaian justru pada hari Jum'at, Sabtu dan Minggu, termasuk cabang yang ada di Proyek Bekasi.

Anda mau tahu keunikan sajian di kedai "88"? Semua pempeknya dibuat tanpa menggunakan zat pengawet dan zat pewarna. Ikan tenggirinya dikikis kulitnya dan diambil dagingnya kemudian dicampur langsung dengan sagu.Untuk kulitnya tersendiri dibuat menjadi pempek kulit tenggiri, yang warnanya agak sedikit hitam. Namun masalah rasa tak kalah lezat dibandingkan dnegan jebis pempek lainnya. Sedangkan cukonya  (kuah cuka manis) asli dibuat dari gula aren (gula merah) khas Palembang. Inilah yang menyebabkan pempek Kedai "88" selalu habis diserbu pelanggannya setiap hari, jadi dia tak perlu menyimpannya lebih dari sehari di freezer atau chiller (kulkas/lemari pendingin).

Untuk minuman unggulan, seperti biasanya warung makan khas daerah Palembang, maka Es kacang Merah merupakan minuman segar dingin khas Wong Kito Galo ini. Es Kacang Merah yang manis dan girhnya kacang merah ini pasti pas buat mendorong segala menu masakan khas seafood ala Chinese yang biasanya tersaji panas-panas. Khusus untuk Es kacang Merah, maka sebaiknya Anda memesan via telepon atau datang sebelum jam makan siang, karena biasanya minuman khas ini sudah habis diserbu pelanggan sebelum jam 12.00 wib. Gimana? Luar biasa kan?

Biarpun pempeknya yang jadi fokus tulisan kelanakuliner, Ko Heri menegaskan kepada kelanakulienr bahwa sajian lainnya seperti Bakmi Bangka dan Seafoodnya juga termasuk yang disukai para pelanggannya. Saat mereka ingin makanan sedap sekejap dan mengenyangkan, maka biasanya menu seafood yang jadi pilihan. "Tapi kalau ditanya berapa besarnya omzet pemasukan dari jenis makanan yang mana, saya kira fifty-fifty lah". ujarnya diplomatis sambil berpromosi. Namun saat ditanya berapa omzet mana yang terbesar dari seluruh cabang, dia menjawab, "yah untuk cabang sini (Stasiun KA Bekasi) dan Kayuringin sebelas duabelas lah!" Wah artinya omzet setiap cabangnya sama-sama sebesar 2 hingga 3 juta per harinya. Sungguh sebuah omzet yang lumayan besar untuk kedai yang berukuran tak lebih dari 3x5 meter persegi itu (belum termasuk ruang dapur).

Kelanakuliner mencoba sajian pempek Kedai "88", dan kami disajikan Pempek Kapal Selam, Lenjer Kecil serta Pempek Kulit dan Adaan. Wow, baik anak saya Lulu maupun keponakan saya Fathimah sangat menyukainya saat saya bawa pulang buat food tester.(Fair gak seh kalau menggunakan anak kecil sebagai pekerja pencicip makanan?) Sistem layanan makan dine in  (makan di tempat) dan take away (bawa pulang) atau delivery (pesan antar). Kedai "88" buka dari jam 10.00 s/d 21.00 wib. dan masalah kapasitas kendaraan, pelanggan tak perlu kuatir, karena Stasiun KA Bekasi ini mampu menampung puluhan mobil dan ratusan sepeda motor di lahan parkirnya yang luas. Jelas peluang target pasar yang besar bukan?

Bila Anda ingin mencoba Pempek Kulit Kedai "88" yang unik dan lezat silakan kunjungi Stasiun KA Bekasi, dan keluar dari pintu selatan menuju tengah kota Bekasi, maka di jejeran kedai stasiun akan Anda jumpai Kedai "88" atau bisa juga Anda menghubungi nomor telepon berikut ini (021) 8895.9024 HP 0815.941.2487 atau (021) 7002.3336 kontak langsung dengan Ko Heri untuk reservasi atau pengiriman.


MENU UTAMA KEDAI "88"
NASI
Nasi Putih
Nasi GR Ayam
Nasi GR Spesial
Nasi GR Seafood
Nasi GR Pete
Nasi GR Ikan Asin
Nasi Capcay
UDANG
Udang GR Tepung
Udang GR Mentega
Udang Saos Padang
Udang Saos Tiram
Udang Saos Kuluyuk
Udang Lada Hitam
Udang Cah Jagung
MIE
Mie GR Ayam
Mie GR PelangiMie GR Seafood
Mie Masak Ayam
Mie Masak Seafood
AYAM
Ayam GR Kering
Ayam GR Mentega
Ayam Rica-rica
Ayam Cah kecap
Ayam Nangking
Ayam Kuluyuk
Ayam Cah Jagung
Bistik Ayam
BIHUN
Bihun GR Ayam
Bihun GR Seafood
Bihun Masak Ayam
Bihun Masak Seafood
KWETIAW
Kwetiaw GR Ayam
Kwetiaw GR Seafood
Kwetiaw Masak Seafood
Kwetiaw Siram Ayam
Kwetiaw Masak Ayam
Kwetiaw Siram Seafood
CAPCAY
Capcay GR Ayam
Capcay GR Seafood
Capcay Kuah Seafood
Capcay Polos
Tauge Cah Ikan Asin
Kangkung Cah Polos
Kangkung Cah Tauco
Kangkung Cah Terasi
Kangkung Cah Ayam
Kangkung Cah Seafood
GURAME
Gurame GR Kering
Gurame Asam Manis
Gurame Saos Padang
Gurame Bakar ala Shantung
Gurame Saos Tiram
Gurame Tahu Tausi
CUMI
Cumi GR Tepung
Cumi GR Mentega
Cumi Saos Padang
Cumi Saos Tiram
Cumi Kuluyuk
Cumi Cah Jagung Muda
LAIN-LAIN
Puyung Hay
Ifu Mie Seafood
Ifu Mie Ayam
Mun Tahu
Sapo Tahu
Angsio Tahu
Soup Ayam
Soup Asparagus Kepiting
Soup Asparagus Ayam
Soup Jagung Kepiting
Soup Jagung Ayam
Lumpia Udang
Lumpia Ayam
SAPI
Sapi Lada Hitam
Bistik Sapi
Kwetiaw GR Sapi
Kwetiaw Siram Sapi
Kwetiaw Kuah Sapi
Nasi GR Sapi
Nasi GR Gila
Nasi GR Komplit
Bakmi Kuah Sapi
Bihun GR Sapi
Bihun Kuah Sapi
KERANG
Kerang Saos Tiram
Kerang Saos Padang
Kerang Masak Tauco
MIE AYAM
Mia Ayam Polos
Mie Ayam Bakso
Mie Ayam Pangsit
Mie Ayam Bakso Pangsit
PEMPEK
Pempek Kapal Selam
Pempek Lenjer Kecil
Pempek Ada'an
Pempek Kulit
Tekwan
ANEKA MINUMAN RINGAN/SOFT DRINK
Es Kacang Merah - Rp.5.000,-
Cocacola / Sprite / Fanta - Rp.2.500,-
Aqua / Teh Tawar - Rp. 500,-
Aqua Botol Rp.2.000,-
Tehbotol / TeKita / TEBS / Fruitea - Rp.2.500,-
Es Teh Manis/Panas - Rp.2.000,-
Es Teh Tawar Rp.1.000,-
Es Jeruk - Rp. 4.000,-
Es Campur - Rp. 5.000,-
Aneka Jus Buah - Rp. 5.000,-

Jumat, 04 Desember 2009

Pempek Pak Raden Khas Palembang di Kota Bekasi

Pempek Ikan Gabus yang Gurih dan Lezat
Penganan Asli Palembang Yang Sangat Disukai Orang Bekasi




Bekasi, kelanakuliner.com
Pernahkan Anda merasakan pempek asli Palembang yang berbahan baku ikan gabus, dengan tekstur ikan lembut dan dagingnya yang berwarna putih, sehingga berbeda dengan pempek berbahan baku ikan laut seperti ikan tenggiri. Untuk pempek berbahan ikan gabus ini, rasanya memang lebih hambar dibandingkan pempek berbahan baku ikan tenggiri (ikan laut), namun gurih dan lezatnya ternyata lebih pas buat lidah orang Bekasi, dan tetap disukai wong kito galo. Paling tidak begitulah pempek kapal selam yang saya rasakan dan nikmati di Pempek Pak Raden Jalan Ahmad yani, Ruko Sentra Bekasi Mas, depan RS Mitra Keluarga.


Menurut pengakuan Vika, sang pengelola Pempek Pak Raden cabang Ahmad  Yani Bekasi ini langsung kepada kelanakuliner.com, bahwa sengaja bahan baku ikan gabus sebagai pilihan karena keluarganya lebih menyukai pempek ikan gabus dibandingkan ikan tenggiri pada umumnya. Di samping itu ikan tenggiri sering sekali menimbulkan masalah buat beberapa orang yang alergi dengan ikan laut dan juga mereka yang tak suka dengan bau amis ikan laut yang terkadang lebih menyengat tercium dari pempeknya. Untuk pempek ikan gabus yang saya rasakan, memang bau amisnya tak tercium, bahkan rasanya cenderung lebih hambar bila dibandingkan dengan pempek lainnya yang pernah saya coba dengan bahan dasar ikan tenggiri.


Keunikan pempek Pak Raden adalah dari bahan baku dasarnya berupa sagu yang khusus didatangkan dari daerah tertentu kemudian ikan gabus yang termasuk ikan yang sulit diternak. "Di samping itu bahan baku seperti gula merah dan cuko (cuka, red) juga harus didatangkan dari Palembang", ungkap Vika, wanita yang baru memiliki satu orang bayi usia kurang dari 1 tahun ini.. "Hal ini dilakukan agar kualitas rasanya seperti yang biasa kami biasa konsumsi," ujarnya sambil tersenyum. Walaupun Pempek termasuk salah satu makanan yang dikategorikan makanan perusak gigi, namun jelas sekali terlihat Vika mempunyai geligi yang sehat dan putih bersih, padahal dirinya mengaku bahwa dirinya penggemar pempek berat, "Mungkin hampir setiap hari kami makan pempek bisa sampai 2 kali," jelasnya sambil senyum.


Saya merasakan bahwa Pempek Pak Raden yang ada di Jalan Ahmad Yani di Ruko Bekasi mas ini cukup ramai di hari-hari biasa oleh orang kerja kantoran pada saat jam makan siang, sedangkan hari Sabtu Minggu, biasanya diramaikan oleh ibu-ibu atau wanita-wanita yang menjadi tamu usaha dagang perabotan rumahan yang tepat berada di samping Pempek Palembang.

Itulah sebabnya Pak Raden ini termasuk salah satu cabang yang paling ramai dibandingkan yang lainnya. Menurut pengamatan kami saja, pada hari Sabtu itu saat saya bikin janji wawancara, terlihat banyak ibu-ibu yang sedang berkelompok menikmati makanan khas Palembang ini. Kapasitas penuh dari rumah makan khas Palembang ini sekitar 50 kursi, dan juga sanggup menerima pemesanan untuk acara khusus. Walaupun begitu, Vika lebih meyukai bila pesanan untuk acara-acara pesta dan delivery di sekitar seputar wilayah Kota Bekasi saja.


PEMPEK IKAN AIR TAWAR dan MINUMAN ES KACANG MERAH
Salah satu ciri khas makanan Palembang yang populer di Palembang ini biasanya berbahan baku ikan tenggiri, khusus Pempek Palembang yang dimiliki oleh keluarga dari Hj. Siti Nurhasanah kini dikelola oleh sang anak, Vika bersama suaminya untuk wilayah yang terletak di jalan paling ramai di tengah Kota Bekasi ini. Sedangkan cabang lainnya seperti yang berlokasi di perempatan Jalan Rawa Panjang dan Harapan Indah dikelola oleh saudara-saudaranya. Kesemua cabang Pempek Pak Raden memang menyajikan sajian pempek ikan gabus, namun masalah rasa bumbu seperti cuko dan sambelnya tidak seragam, sesuai dengan olahan  tangan masing-masing pemasak. Walaupun begitu, masing-masing memiliki pelanggan setianya. Jadi setiap cabang ada kekhasan dalam rasa dan bumbu, sehingga wajar usaha keluarga ini tidaklah mungkin dibuat menjadi konsep waralaba (frenchise).


Usaha keluarga yang dirintis sejak 1984 itu sudah memiliki 33 gerai yang tersebar di Bandung, Jakarta, Jambi, Pekanbaru, Lampung, Bekasi dan Depok. Pempek Pak Raden masih dikelola secara keluarga, dan unit bisnis sebanyak 33 yang ada dikelola sendiri dan kerabat, kakak dan adik pemilik.


Melihat daya tahan usaha ini dan permintaan pasar, sebetulnya Pempek Pak Raden ini sangat berpotensi untuk difranchisekan. Usaha yang dibangun HJ. Nurhasanah itu sudah dikenal tidak hanya di Indonesia, melainkan sudah sampai ke Malaysia dan Singapura.

Dari sebuah situs di internet tentang waralaba, pengakuan Hj. Nurhasanah,  memang dalam berbagai pameran yang diikutinya, sudah banyak peminat yang ingin memiliki usaha ini, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Lalu koq kenapa tidak difranchisekan?

Pengakuan Nurhasanah menyebutkan, saat ini pihaknya sedang mempersiapkan berbagai konsep dan system menuju franchise. “Persiapan ke arah franchise sudah 50%. Kesulitannya, karena Pempek ini masih sebagian besar dikelola oleh adik dan kakak, kemauannya untuk franchise masih perlu disosialisasikan,” katanya seraya menambahkan dirinya sudah sangat ingin memfranchisekan Pak Raden.


Namanya juga usaha keluarga, jamak sudah tiap kedai dikelola oleh mereka yang masih memiliki hubungan saudara dengan pendiri awal Ahmad Rivai Husein dan Hj. Siti Nurhasanah. Untuk menjaga keseragaman rasa, belasan kedai Pak Raden ini mengolah resep yang sama. Bahan baku pempek, berupa ikan gabus, dikirim dari Palembang. Ikan yang sudah digiling lantas dibekukan dan disebar ke semua kedai Pak Raden. Kerupuk ikan, pelengkap pempek, serta gula merah untuk campuran cuko, juga didatangkan dari kota di tepian Sungai Musi itu.


Namun begitu, tetap saja masalah rasa dari masing-masing kedai, seperti cukonya kadang ada yang lebih manis, ada yang lebih kecut. Hal ini memang tergantung dengan olahan tangan masing-masing pemilik kedai, demikian ungkap Vika. Jangankan bumbu, masalah interior desain dari setiap kedai saja tidak bisa diseragamkan. "Dari masalah warna cat bangunan Pempek Pak Raden saja bisa berbeda, Mas Dik. hal ini karena sesuai dengan selera dari pengelola masing-masing cabang.


Maklumlah Mas, usaha kami ini dikelola oleh  keluarga yang banyak kepala. Jadi banyak ide dan keinginan. Namun begitu masalah resep tetap seragam, tinggal tangan yang mengelola saja membuat ada sedikit perbedaan rasa. Masalah resep mungkin hanya dari ibu saya, Hj. Siti Nurhasanah (saya dengar di taperecorder Hj. Nurrahmah) saja yang masih asli dipegang oleh keluarga kami," akunya.

Pempek Pak Raden sendiri termasuk salah satu usaha keluarga pempek asli Palembang yang dikelola oleh keluarga muslim dan biasanya usaha ini dimiliki oleh etnis China. Seperti yang diceritakan oleh Vika, sang pemilik menjabarkan "Pempek Palembang sendiri aslinya adalah makanan asli Cina, yang dulunya seperti bakso dan kuahnya umumnya dibuat dengan bahan baku arak (tuak)."


Wanita berjilbab ini menambahkan, "Dulu ketika awal-awal kami buka cabang di Bekasi ini, pernah ada ibu-ibu yang ragu-ragu dengan Pempek kami, apakah bahan dasar kuah kami terbuat dari arak. Kemudian setelah saya ajak dan bincang-bincang sebentar, barulah saya tahu bahwa biasanya Pempek yang kebanyakan dia jumpai asli buatan Cina itu menggunakan arak atau tuak (yang memang diharamkan bagi Muslim), termasuk pempek Palembang lainnya yang ada di wilayah ini. Akhirnya ibu itu setelah saya yakinkan bahwa kami, Pempek Pak Raden tidak menggunakan arak, tapi hanya cuka, barulah ia mau singgah dan makan di tempat kami," ujarnya mengenang.


Cuko sendiri adalah kuah bumbu untuk menemani makan pempek, yang biasanya dibuat dari cuka (khusus didatangkan dari Palembang) kemudian gula Aren, Kecap Bango dan bawang putih serta garam "rahasia" bumbu asli buatan keluarganya yang tak bisa dibukaresepnya. Hampir semua karyawan kami tahu dan bisa bagaimana membuat pempek serta kuah bumbu cukonya, tapi rahasia garamnya tidak ada yang tahu sama sekali, kecuali ibu saya, Hj. Nurhasanah, tegas Vika.


Kalau di Palembang sendiri, warung Pempek itu sama persi dengan RM Padang, dimana hampir setiap seratus meter ada RM makan Padang, ungkap Vika, pengusaha kuliner kelahiran asli Palembang berusia 25 tahun lalu ini. Maka pengembangan usaha di wilayah Bekasi dengan sistem pelayanan delivery menjadi satu pengembangan yang disepakati oleh keluarga besar kami. Pempek Pak Raden sendiri adalah usaha milik keluarga yang awalnya dimulai dari kedai pertama di daerah Bukit, Palembang oleh Ahmad Rivai Husein


Berdasarkan pengamatan kelanakuliner Pempek Palembang kini memang sudah sama dengan reumah makan Padang yang nyaris ada di setiap kota di seluruh Indonesia. Tapi Pempek Pak Raden sekarang ini baru ada hanya di pulau Sumatera dan jawa saja. Cabang Pempek Pak Raden sementara ini ada 5 kedai di Palembang, 2 di Jambi, 2 di Lampung, 2 di Bandung, dan 4 kedai di Jakarta sedangkan Bekasi ada 3 kedai. Vika sendiri mengelola yang di pusat kota Bekasi jalan Ahmad Yani.


Tak lengkap rasanya kalau kita membahas makanan tanpa minuman. Minuman khas Palembang ini adalah Es Kacang Merah, salah satu kebanggaan Pak Raden sebagai pelengkap makan pempek,. Anda bisa sekalian saja mencicipi es kacang merah asli Palembang ini yang sinya kacang merah kering direbus dengan gula putih, lantas diguyur sirup, susu, dan diberi es batu. Srupuut… pas untuk menghilangkan rasa asam cuko yang pedas membakar tenggorokan. Bahkan mungkin bisa mengikis habis sisa asam cuka yang menempel di gigi Anda.


Sejarah berdirinya merk Pempek Pak Raden ini, ungkap Vika kepada kelana kuliner, "Dulu sewaktu saya masih kecil, pada masa itu film Unyil sangat terkenal dan populer. Masalahnya adalah Pak Raden itu identik dengan budaya orang Jawa, padahal di Palembang sendiri istilah gelar Raden dan Raden Ajeng atau Raden Ayu sudah biasa untuk orang-orang tertentu (mungkin dulunya transmigran dari Jawa, red.) Jadi di Palembang masih banyak yang didapati orang-orang dengan nama gelar tersebut.


Maka pilihan merk Pak Raden ditetapkan keluarga. Awalnya masih menggunakan wajah boneka Pak Raden, lama-kelamaan pihak keluarga menggantinya dengan topi tunjang khas Palembang yang berbentuk segitiga itu dan hanya hurup tulisa PR singkatan dari nama Pak Raden saja yang dipertahankan setelah wajah fotonya Pak Raden tidak kami pakai lagi. Sedangkan dari informasi frenchise.com, saya mengutip ucapan H. Nurhasanah yang bercerita,

"Ketika ingin buka restoran, sang ibu tidak diijinkan". Nurhasanah lah yang dipercaya untuk mengembangkan usaha pempeknya itu. “Saya yang meneruskan cita-citanya untuk buka restoran pempek-pempek ini, dengan nama Pak Raden. Nama ini saya berikan untuk penghormatan terhadap paman saya yang telah banyak berjasa untuk saya. Pak untuk panggilan paman, karena dia laki-laki dan Raden adalah kasta tertinggi dalan silsilah kaum priyayi di Palembang,” kata Nurhasanah menjelaskan


Anda tertarik mencoba makanan khas Palembang yang gurih dan lezat berbumbu asam cuka manis ini? Kunjungi saja Pempek Pak Raden yang ada di Bekasi.

Atau bisa juga menghubungi untuk reservasi di
No. Telp (021) 889.66.796
Flexi (021) 678.74.123
Mentari 0815.370.9946 dengan ibu Vika.






Pempek Pak Raden

Ruko Bekasi Mas
Jl. Raya Ahmad Yani - Bekasi
Telp: (021) 889.66.796




Pempek Pak Raden

Rawapanjang
Jl. RA. Kartini No.2 Rawa Panjang - Bekasi
Telp: (021) 824.31.746
Sidik Rizal-dobeldobel.com
















Pempek Pak Raden Khas Palembang di Kota Bekasi

Pempek Ikan Gabus yang Gurih dan Lezat
Penganan Asli Palembang Yang Sangat Disukai Orang Bekasi




Bekasi, kelanakuliner.com
Pernahkan Anda merasakan pempek asli Palembang yang berbahan baku ikan gabus, dengan tekstur ikan lembut dan dagingnya yang berwarna putih, sehingga berbeda dengan pempek berbahan baku ikan laut seperti ikan tenggiri. Untuk pempek berbahan ikan gabus ini, rasanya memang lebih hambar dibandingkan pempek berbahan baku ikan tenggiri (ikan laut), namun gurih dan lezatnya ternyata lebih pas buat lidah orang Bekasi, dan tetap disukai wong kito galo. Paling tidak begitulah pempek kapal selam yang saya rasakan dan nikmati di Pempek Pak Raden Jalan Ahmad yani, Ruko Sentra Bekasi Mas, depan RS Mitra Keluarga.


Menurut pengakuan Vika, sang pengelola Pempek Pak Raden cabang Ahmad  Yani Bekasi ini langsung kepada kelanakuliner.com, bahwa sengaja bahan baku ikan gabus sebagai pilihan karena keluarganya lebih menyukai pempek ikan gabus dibandingkan ikan tenggiri pada umumnya. Di samping itu ikan tenggiri sering sekali menimbulkan masalah buat beberapa orang yang alergi dengan ikan laut dan juga mereka yang tak suka dengan bau amis ikan laut yang terkadang lebih menyengat tercium dari pempeknya. Untuk pempek ikan gabus yang saya rasakan, memang bau amisnya tak tercium, bahkan rasanya cenderung lebih hambar bila dibandingkan dengan pempek lainnya yang pernah saya coba dengan bahan dasar ikan tenggiri.


Keunikan pempek Pak Raden adalah dari bahan baku dasarnya berupa sagu yang khusus didatangkan dari daerah tertentu kemudian ikan gabus yang termasuk ikan yang sulit diternak. "Di samping itu bahan baku seperti gula merah dan cuko (cuka, red) juga harus didatangkan dari Palembang", ungkap Vika, wanita yang baru memiliki satu orang bayi usia kurang dari 1 tahun ini.. "Hal ini dilakukan agar kualitas rasanya seperti yang biasa kami biasa konsumsi," ujarnya sambil tersenyum. Walaupun Pempek termasuk salah satu makanan yang dikategorikan makanan perusak gigi, namun jelas sekali terlihat Vika mempunyai geligi yang sehat dan putih bersih, padahal dirinya mengaku bahwa dirinya penggemar pempek berat, "Mungkin hampir setiap hari kami makan pempek bisa sampai 2 kali," jelasnya sambil senyum.


Saya merasakan bahwa Pempek Pak Raden yang ada di Jalan Ahmad Yani di Ruko Bekasi mas ini cukup ramai di hari-hari biasa oleh orang kerja kantoran pada saat jam makan siang, sedangkan hari Sabtu Minggu, biasanya diramaikan oleh ibu-ibu atau wanita-wanita yang menjadi tamu usaha dagang perabotan rumahan yang tepat berada di samping Pempek Palembang.

Itulah sebabnya Pak Raden ini termasuk salah satu cabang yang paling ramai dibandingkan yang lainnya. Menurut pengamatan kami saja, pada hari Sabtu itu saat saya bikin janji wawancara, terlihat banyak ibu-ibu yang sedang berkelompok menikmati makanan khas Palembang ini. Kapasitas penuh dari rumah makan khas Palembang ini sekitar 50 kursi, dan juga sanggup menerima pemesanan untuk acara khusus. Walaupun begitu, Vika lebih meyukai bila pesanan untuk acara-acara pesta dan delivery di sekitar seputar wilayah Kota Bekasi saja.


PEMPEK IKAN AIR TAWAR dan MINUMAN ES KACANG MERAH
Salah satu ciri khas makanan Palembang yang populer di Palembang ini biasanya berbahan baku ikan tenggiri, khusus Pempek Palembang yang dimiliki oleh keluarga dari Hj. Siti Nurhasanah kini dikelola oleh sang anak, Vika bersama suaminya untuk wilayah yang terletak di jalan paling ramai di tengah Kota Bekasi ini. Sedangkan cabang lainnya seperti yang berlokasi di perempatan Jalan Rawa Panjang dan Harapan Indah dikelola oleh saudara-saudaranya. Kesemua cabang Pempek Pak Raden memang menyajikan sajian pempek ikan gabus, namun masalah rasa bumbu seperti cuko dan sambelnya tidak seragam, sesuai dengan olahan  tangan masing-masing pemasak. Walaupun begitu, masing-masing memiliki pelanggan setianya. Jadi setiap cabang ada kekhasan dalam rasa dan bumbu, sehingga wajar usaha keluarga ini tidaklah mungkin dibuat menjadi konsep waralaba (frenchise).


Usaha keluarga yang dirintis sejak 1984 itu sudah memiliki 33 gerai yang tersebar di Bandung, Jakarta, Jambi, Pekanbaru, Lampung, Bekasi dan Depok. Pempek Pak Raden masih dikelola secara keluarga, dan unit bisnis sebanyak 33 yang ada dikelola sendiri dan kerabat, kakak dan adik pemilik.


Melihat daya tahan usaha ini dan permintaan pasar, sebetulnya Pempek Pak Raden ini sangat berpotensi untuk difranchisekan. Usaha yang dibangun HJ. Nurhasanah itu sudah dikenal tidak hanya di Indonesia, melainkan sudah sampai ke Malaysia dan Singapura.

Dari sebuah situs di internet tentang waralaba, pengakuan Hj. Nurhasanah,  memang dalam berbagai pameran yang diikutinya, sudah banyak peminat yang ingin memiliki usaha ini, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Lalu koq kenapa tidak difranchisekan?

Pengakuan Nurhasanah menyebutkan, saat ini pihaknya sedang mempersiapkan berbagai konsep dan system menuju franchise. “Persiapan ke arah franchise sudah 50%. Kesulitannya, karena Pempek ini masih sebagian besar dikelola oleh adik dan kakak, kemauannya untuk franchise masih perlu disosialisasikan,” katanya seraya menambahkan dirinya sudah sangat ingin memfranchisekan Pak Raden.


Namanya juga usaha keluarga, jamak sudah tiap kedai dikelola oleh mereka yang masih memiliki hubungan saudara dengan pendiri awal Ahmad Rivai Husein dan Hj. Siti Nurhasanah. Untuk menjaga keseragaman rasa, belasan kedai Pak Raden ini mengolah resep yang sama. Bahan baku pempek, berupa ikan gabus, dikirim dari Palembang. Ikan yang sudah digiling lantas dibekukan dan disebar ke semua kedai Pak Raden. Kerupuk ikan, pelengkap pempek, serta gula merah untuk campuran cuko, juga didatangkan dari kota di tepian Sungai Musi itu.


Namun begitu, tetap saja masalah rasa dari masing-masing kedai, seperti cukonya kadang ada yang lebih manis, ada yang lebih kecut. Hal ini memang tergantung dengan olahan tangan masing-masing pemilik kedai, demikian ungkap Vika. Jangankan bumbu, masalah interior desain dari setiap kedai saja tidak bisa diseragamkan. "Dari masalah warna cat bangunan Pempek Pak Raden saja bisa berbeda, Mas Dik. hal ini karena sesuai dengan selera dari pengelola masing-masing cabang.


Maklumlah Mas, usaha kami ini dikelola oleh  keluarga yang banyak kepala. Jadi banyak ide dan keinginan. Namun begitu masalah resep tetap seragam, tinggal tangan yang mengelola saja membuat ada sedikit perbedaan rasa. Masalah resep mungkin hanya dari ibu saya, Hj. Siti Nurhasanah (saya dengar di taperecorder Hj. Nurrahmah) saja yang masih asli dipegang oleh keluarga kami," akunya.

Pempek Pak Raden sendiri termasuk salah satu usaha keluarga pempek asli Palembang yang dikelola oleh keluarga muslim dan biasanya usaha ini dimiliki oleh etnis China. Seperti yang diceritakan oleh Vika, sang pemilik menjabarkan "Pempek Palembang sendiri aslinya adalah makanan asli Cina, yang dulunya seperti bakso dan kuahnya umumnya dibuat dengan bahan baku arak (tuak)."


Wanita berjilbab ini menambahkan, "Dulu ketika awal-awal kami buka cabang di Bekasi ini, pernah ada ibu-ibu yang ragu-ragu dengan Pempek kami, apakah bahan dasar kuah kami terbuat dari arak. Kemudian setelah saya ajak dan bincang-bincang sebentar, barulah saya tahu bahwa biasanya Pempek yang kebanyakan dia jumpai asli buatan Cina itu menggunakan arak atau tuak (yang memang diharamkan bagi Muslim), termasuk pempek Palembang lainnya yang ada di wilayah ini. Akhirnya ibu itu setelah saya yakinkan bahwa kami, Pempek Pak Raden tidak menggunakan arak, tapi hanya cuka, barulah ia mau singgah dan makan di tempat kami," ujarnya mengenang.


Cuko sendiri adalah kuah bumbu untuk menemani makan pempek, yang biasanya dibuat dari cuka (khusus didatangkan dari Palembang) kemudian gula Aren, Kecap Bango dan bawang putih serta garam "rahasia" bumbu asli buatan keluarganya yang tak bisa dibukaresepnya. Hampir semua karyawan kami tahu dan bisa bagaimana membuat pempek serta kuah bumbu cukonya, tapi rahasia garamnya tidak ada yang tahu sama sekali, kecuali ibu saya, Hj. Nurhasanah, tegas Vika.


Kalau di Palembang sendiri, warung Pempek itu sama persi dengan RM Padang, dimana hampir setiap seratus meter ada RM makan Padang, ungkap Vika, pengusaha kuliner kelahiran asli Palembang berusia 25 tahun lalu ini. Maka pengembangan usaha di wilayah Bekasi dengan sistem pelayanan delivery menjadi satu pengembangan yang disepakati oleh keluarga besar kami. Pempek Pak Raden sendiri adalah usaha milik keluarga yang awalnya dimulai dari kedai pertama di daerah Bukit, Palembang oleh Ahmad Rivai Husein


Berdasarkan pengamatan kelanakuliner Pempek Palembang kini memang sudah sama dengan reumah makan Padang yang nyaris ada di setiap kota di seluruh Indonesia. Tapi Pempek Pak Raden sekarang ini baru ada hanya di pulau Sumatera dan jawa saja. Cabang Pempek Pak Raden sementara ini ada 5 kedai di Palembang, 2 di Jambi, 2 di Lampung, 2 di Bandung, dan 4 kedai di Jakarta sedangkan Bekasi ada 3 kedai. Vika sendiri mengelola yang di pusat kota Bekasi jalan Ahmad Yani.


Tak lengkap rasanya kalau kita membahas makanan tanpa minuman. Minuman khas Palembang ini adalah Es Kacang Merah, salah satu kebanggaan Pak Raden sebagai pelengkap makan pempek,. Anda bisa sekalian saja mencicipi es kacang merah asli Palembang ini yang sinya kacang merah kering direbus dengan gula putih, lantas diguyur sirup, susu, dan diberi es batu. Srupuut… pas untuk menghilangkan rasa asam cuko yang pedas membakar tenggorokan. Bahkan mungkin bisa mengikis habis sisa asam cuka yang menempel di gigi Anda.


Sejarah berdirinya merk Pempek Pak Raden ini, ungkap Vika kepada kelana kuliner, "Dulu sewaktu saya masih kecil, pada masa itu film Unyil sangat terkenal dan populer. Masalahnya adalah Pak Raden itu identik dengan budaya orang Jawa, padahal di Palembang sendiri istilah gelar Raden dan Raden Ajeng atau Raden Ayu sudah biasa untuk orang-orang tertentu (mungkin dulunya transmigran dari Jawa, red.) Jadi di Palembang masih banyak yang didapati orang-orang dengan nama gelar tersebut.


Maka pilihan merk Pak Raden ditetapkan keluarga. Awalnya masih menggunakan wajah boneka Pak Raden, lama-kelamaan pihak keluarga menggantinya dengan topi tunjang khas Palembang yang berbentuk segitiga itu dan hanya hurup tulisa PR singkatan dari nama Pak Raden saja yang dipertahankan setelah wajah fotonya Pak Raden tidak kami pakai lagi. Sedangkan dari informasi frenchise.com, saya mengutip ucapan H. Nurhasanah yang bercerita,

"Ketika ingin buka restoran, sang ibu tidak diijinkan". Nurhasanah lah yang dipercaya untuk mengembangkan usaha pempeknya itu. “Saya yang meneruskan cita-citanya untuk buka restoran pempek-pempek ini, dengan nama Pak Raden. Nama ini saya berikan untuk penghormatan terhadap paman saya yang telah banyak berjasa untuk saya. Pak untuk panggilan paman, karena dia laki-laki dan Raden adalah kasta tertinggi dalan silsilah kaum priyayi di Palembang,” kata Nurhasanah menjelaskan


Anda tertarik mencoba makanan khas Palembang yang gurih dan lezat berbumbu asam cuka manis ini? Kunjungi saja Pempek Pak Raden yang ada di Bekasi.

Atau bisa juga menghubungi untuk reservasi di
No. Telp (021) 889.66.796
Flexi (021) 678.74.123
Mentari 0815.370.9946 dengan ibu Vika.






Pempek Pak Raden

Ruko Bekasi Mas
Jl. Raya Ahmad Yani - Bekasi
Telp: (021) 889.66.796




Pempek Pak Raden

Rawapanjang
Jl. RA. Kartini No.2 Rawa Panjang - Bekasi
Telp: (021) 824.31.746
Sidik Rizal-dobeldobel.com
















Pasang Iklan Anda di Sini? HUBUNGI (021)9327.4925 - 9346.1965 - 606.36235 - 081.385.386.583


Pondok Citra

Nasi Pecel Kembang Turi

Sepertinya memang cuma di tempat ini yang menyajikan pecel Madiun (nggak selalu seh, kadang ada juga yang mencari Pecel Nganjuk) dengan menu asli dari daerah tersebut dengan menggunakan kembang turi sebagai sajian unggulan [...]
KPK BakarMadu

Jangan Takut Masuk KPK - Slogan Baru Setelah Masuk Trans7

Tahukah Anda makanan khas dari Pekalongan? Ada yang spesial gak seh? Tapi siapa sangka satu warung pojok dari kota Batik ini mengundang rasa ingin tahu banyak orang untuk mencoba sajian uniknya berupa Bebek Bakar Madu. Hmmm seperti apa seh rasanya sampe TransTV mau meliputnya? [...]
DapurJandaku

Carilah Janda di Mall Ambassador dan nikmatilah

Demi menghilangkan pikiran kotor di benak, saya sapa seorang wanita berusia 30-an tahu yang masih tampak seksi dan cantik, dan ternyata dia adalah pemilik warung makan yang lumayan provokatif itu. Esther namanya [...]
Es Sarang Kuntilanak

Es Sarang Kuntilanak VS Es Pocong?

Es Pocong namanya. Biasanya kalangan mahasiswa di kampus-kampus wilayah Depok banyak yang mengenali minuman bermerk ini. Entah mengapa minuman segar dan nikmat ini menggunakan nama "seram" seperti Es Sarang Kuntilanak" (Es Sarkun) dan Es Pulo Hantu (Es Lohan) [...]
Bengkel Kuliner

Pujasera Syariah Pertama di dunia

BengkelKuliner buka peluang investasi dengan sistem jual putus Rahasia Bumbu dan Pelatihan Tenaga Ahli berkonsep Rest Area dgn investasi minimal Rp.200jt [...]
Cangkru'an VW

SegO RAKyat Vokoke Wareg

tempat ini choesoes oentoek tjangkroe’an toean poean njang siboek bekerdja zonder waktoe oentoek memasak agar soepaja toean poean tida’ spanneng bergaboenglah oentoek tjangkroek jang bermakna [...]
Soto Marmer

LEZATNYA SOTO YANG SESUNGGUHNYA

Adalah sebuah warung makan sederhana yang dimulai dengan membuka jaringan kuat dan menemui bentuknya di kala terakhir perjalanan menuju kesuksesan. RM Soto Mawar Merah atau yang lebih dikenal dengan Soto Marmer ini memulai dengan cara itu. Sang pengusaha, H. Arta Indra, [...]
Udin Kombo

RM Khas Betawi H. Syamsudin Kombo, berdiri sejak 1980

Salah satu tempat tongkrongan warga Bekasi yang ada di Harapan Indah dan menjadi tempat favorit menikmati makanan asli khas Bekasi adalah RM Khas Betawi H. Syamsudin Kombo [...]
PondokGabusPucung

Pondok Gabus H. Lukman, Lebih dari 20 tahun Jadi Aikon Kuliner Bekasi

Kagak salah dah! bila Anda melewati GOR menuju ke arah Pulogadung di jalan Jend. Sudirman, maka tak jauh setelah Anda melewati pertigaan GOR, di sebelah kanan Anda berdiri warung legendaris yang kini menjadi ciri khas Bekasi yang paling kondang [...]
WarungDusun

Ada atmosfer modern nan nyaman di menu kampungnya

Kalau sayur lodeh hampir semua orang tahu, bagaimana dengan asem-asem khas Blitar ini? Asem-asem bukanlah sekadar sayur yang terbuat dari hijau-hijauan seperti sayur asem yang kita kenal. Justru makanan satu ini malah terbuat dari potongan daging sapi yang dibuat seperti sayur sop namun dengan rasa asam yang kuat [...]
Sangkuriang

Sop Gurame Kemangi Pedas vs Ikan Patin Bakar Omega 3

RM Sangkuriang sekali lagi diliput TransTV karena Sop Gurame Kemangi Pedas dan Ikan Bakar Patin Omega 3nya yang memang lain daripada yang biasanya [...]
Sangkuriang

Sop Gurame Kemangi Pedas vs Ikan Patin Bakar Omega 3

RM Sangkuriang sekali lagi diliput TransTV karena Sop Gurame Kemangi Pedas dan Ikan Bakar Patin Omega 3nya yang memang lain daripada yang biasanya [...]
BaksoMalangCakTio

Bakso Malang ini lebih lezat daripada yang di Bandung

Dekat Polres Metro Kota Bekasi, ada tempat makan dan nongkrong yang enak dan nyaman, namanya Bakso Malang Asli "CAK TIO" Veteran 66. Bukan saja tempatnya yang luas namun juga akses menuju tempat itu sangat mudah [...]
Bakso AG Komsen

Bakso AG Komsen dan Bakso 44 Komsen Konsisten dalam Rasa

Warung Bakso yang tetap konsisten mulai dari dibukanya tahun 1993 dengan tak berubah dalam rasa, sehingga pelanggannya kian hari kian bertambah. Mulai dari satu warung kecil kini sudah memiliki 2 warung besar [...]

Promoting BLOGS

MARKETING BOOST Anda ingin kami memblog profil usaha anda? Sewa kami untuk memblog-up anda atau usaha anda dalam jaringan media blogs kami. HIRE US TO BLOG YOU UP Phone: 021-9346-1965 atau di 08121215773 E-mail: dik_rizal@yahoo.com, iwaklawuh2002@yahoo.com