Bakso Malang Asli Cak Tio, Telp: 08129181453 - (021)9599.5354 - 8885.6037

Kuliner Dunia

Loading...

Senin, 30 November 2009

Bubur Ayam Sukabumi Ceker Ayam Malaka Jaya Perumnas Klender

Usaha Orang Muda Bergaya Dewasa
Makanan Segala Usia, Digemari Kawula Muda


Jakarta Timur, kelanakuliner.com
Bertemu dengan Jonah sang pemilik usaha bubur ayam ceker khas Sukabumi ini seperti bertemu layaknya orang muda perkotaan. Dengan motor gedenya, Honda Tiger 2000 sang anggota biker HTJT (Honda Tiger Jakarta Timur) ini, tiba di warung bubur ayam Sukabumi yang terletak di Pondok Kelapa sebagai cabang ke dua. Sebenarnya warung buburnya sudah ada 3 cabang, apalagi dari semua warung bubur ceker ayamnya ini sudah mendapat sponsor branding dari Tehbotol Sosro.

Untuk warung Bubur Ayam Sukabumi dengan merk Bubur Ceker Ayam ini, Jonah kini mengembangkan usahanya ke wilayah Malaka Jaya perumnas Klender. Pelanggan dari hari ke hari semakin bertambah, terutama untuk cabang yang ada di wilayah jalur ramai orang hilir mudik dengan kendaraan baik itu pribadi maupun umum. Jonah pun mulai membangun merk. Dengan bermodalkan sebuah warung utama di bilangan Pondok Kelapa dekat dengan usaha kuliner lainnya yang telah lama berdiri, rupanya sajian buburnya yang lumayan istimewa ini mulai disukai para pelanggannya.


Kelana kuliner sendiri menikmati seporsi bubur ayamnya yang terdiri dari semangkuk bubur panas, yang sebelumnya dipecahkan telur ayam dan kemudian dicampur beberapa skup bubur panas kemudian ditaburi daun bawang, kerupuk dan stick keju (cheese stick). Istimewanya rasa buburnya tetap terasa nikmat walaupun saat saya nikmati, beberapa jam kemudian setelah saya merasa lapar. memang akan jauh lebih nikmat bila dimakan saat panas-panas. Yang bikin saya merasa puas adalah porsinya yang luar biasa jumbo. Apalagi untuk satu porsi mangkuk bubur ayam yang dihiasi ceker ayam ini, saya merasa kenyang banget (lain halnya buat orang gembul dan doyan makan, mungkin harus memesan 2 atau 4 porsi, hehehehe)


Bubur ayam yang begitu terasa telor ayamnya yang setengah matang, dan kerasnya cheese stick serta gurih dan lembutnya ceker ayam, pastinya lebih nyaman dinikmati bersama teman atau kencan Anda. Warung Bubur Sukabumi yang mampu menampung setidaknya 16 orang ini memang di pinggir jalan Pondok kelapa, namun lahan parkirnya hanya sanggup menampung setidaknya 5 mobil dan beberapa motor. Beruntung Jonah, sang pemilik berwajah ganteng dan berambut gondrong ini, sebagai anggota komunitas motor terkadang banyak temannya yang datang ke warung buburnya dengan membawa motor, sehingga pernah satu malam, jajalan di sekitar warung bubur ayam Sukabuminya ini penuh dengan motor Honda Tiger dan menyukai bubur ayam cekernya yang memang mulai ngetop.

Anda ingin mencoba makan bubur ayam yang selalu buka dari jam 08.00 pagi hingga 22.00 malam ini dengan merk Bubur Ayam Sukabumi plus Ceker Ayam, silakan meluncur ke

BUBUR AYAM CEKER SUKABUMI
Jl. Raya Pondok Kelapa Blok BI/1 Jakarta Timur
Jl. Jatiwaringin Raya 32 B, Jatiwaringin Jakarta Timur
Jl. Kartini Raya gg. Mawar 7 Bekasi
Jl Jatimakmur Raya no.16 Pondok Gede
Jl. Malaka Raya Blok A No.19, Perumnas Klender Jakarta Timur
Telp (021) 9192.6817
kontak : Jonah

Bubur Ayam Sukabumi Ceker Ayam Malaka Jaya Perumnas Klender

Usaha Orang Muda Bergaya Dewasa
Makanan Segala Usia, Digemari Kawula Muda


Jakarta Timur, kelanakuliner.com
Bertemu dengan Jonah sang pemilik usaha bubur ayam ceker khas Sukabumi ini seperti bertemu layaknya orang muda perkotaan. Dengan motor gedenya, Honda Tiger 2000 sang anggota biker HTJT (Honda Tiger Jakarta Timur) ini, tiba di warung bubur ayam Sukabumi yang terletak di Pondok Kelapa sebagai cabang ke dua. Sebenarnya warung buburnya sudah ada 3 cabang, apalagi dari semua warung bubur ceker ayamnya ini sudah mendapat sponsor branding dari Tehbotol Sosro.

Untuk warung Bubur Ayam Sukabumi dengan merk Bubur Ceker Ayam ini, Jonah kini mengembangkan usahanya ke wilayah Malaka Jaya perumnas Klender. Pelanggan dari hari ke hari semakin bertambah, terutama untuk cabang yang ada di wilayah jalur ramai orang hilir mudik dengan kendaraan baik itu pribadi maupun umum. Jonah pun mulai membangun merk. Dengan bermodalkan sebuah warung utama di bilangan Pondok Kelapa dekat dengan usaha kuliner lainnya yang telah lama berdiri, rupanya sajian buburnya yang lumayan istimewa ini mulai disukai para pelanggannya.


Kelana kuliner sendiri menikmati seporsi bubur ayamnya yang terdiri dari semangkuk bubur panas, yang sebelumnya dipecahkan telur ayam dan kemudian dicampur beberapa skup bubur panas kemudian ditaburi daun bawang, kerupuk dan stick keju (cheese stick). Istimewanya rasa buburnya tetap terasa nikmat walaupun saat saya nikmati, beberapa jam kemudian setelah saya merasa lapar. memang akan jauh lebih nikmat bila dimakan saat panas-panas. Yang bikin saya merasa puas adalah porsinya yang luar biasa jumbo. Apalagi untuk satu porsi mangkuk bubur ayam yang dihiasi ceker ayam ini, saya merasa kenyang banget (lain halnya buat orang gembul dan doyan makan, mungkin harus memesan 2 atau 4 porsi, hehehehe)


Bubur ayam yang begitu terasa telor ayamnya yang setengah matang, dan kerasnya cheese stick serta gurih dan lembutnya ceker ayam, pastinya lebih nyaman dinikmati bersama teman atau kencan Anda. Warung Bubur Sukabumi yang mampu menampung setidaknya 16 orang ini memang di pinggir jalan Pondok kelapa, namun lahan parkirnya hanya sanggup menampung setidaknya 5 mobil dan beberapa motor. Beruntung Jonah, sang pemilik berwajah ganteng dan berambut gondrong ini, sebagai anggota komunitas motor terkadang banyak temannya yang datang ke warung buburnya dengan membawa motor, sehingga pernah satu malam, jajalan di sekitar warung bubur ayam Sukabuminya ini penuh dengan motor Honda Tiger dan menyukai bubur ayam cekernya yang memang mulai ngetop.

Anda ingin mencoba makan bubur ayam yang selalu buka dari jam 08.00 pagi hingga 22.00 malam ini dengan merk Bubur Ayam Sukabumi plus Ceker Ayam, silakan meluncur ke

BUBUR AYAM CEKER SUKABUMI
Jl. Raya Pondok Kelapa Blok BI/1 Jakarta Timur
Jl. Jatiwaringin Raya 32 B, Jatiwaringin Jakarta Timur
Jl. Kartini Raya gg. Mawar 7 Bekasi
Jl Jatimakmur Raya no.16 Pondok Gede
Jl. Malaka Raya Blok A No.19, Perumnas Klender Jakarta Timur
Telp (021) 9192.6817
kontak : Jonah

Minggu, 29 November 2009

Warung Jawa Timur: Ayam Krengseng Sari Kurma

Ayam Kecap Jawa Timur Bumbu Sari Kurma


Bekasi, kelanakuliner.com
Menelusuri jalur Jalan Raya Harapan Baru I menuju perumahan Harapan Baru Regency, kita akan melalui sebuah jalan Kemiri Raya di perumahan Harapan Baru I tepat depan SMP N 13 Medan Satria. Kira-kira 15 meter dari jalan raya Harapan Baru depan SMP negeri itu, maka kita akan bisa menemui sebuah rumah makan yang menjual sajian unik dari daging ayam. Sajian ayam Krengseng Sari Kurma ini memang sedikit aneh kedengarannya. Sajian yang cukup populer di Jawa Timur dengan nama Ayam Kecap khas Malang atau Ayam Krengseng ini diolah dengan tambahan Sari Kurma yang memperkaya citarasa dan khasiatnya buat kesehatan siapapun yang menkomsumsinya.


Bahkan informasi terakhir yang saya dapatkan adalah bahwa setiap masakannya yang berasa manis, pasti kandungan gulanya yang biasanya takarannya penuh, kini setengahnya diganti dengan Sari Kurma. Hal ini dilakukan oleh sang pemilik, Ibu Siti atas saran suaminya, pak Badri demi  nutrisi sajian yang mereka jual dan juga kesehatan para pelanggannya. Rupanya pelanggann pun merespon baik inovasi menu sehat setiap masakan manis olahan Warung Makan Jawa Timur ini.




Dengan adanya tambahan kurma di samping kecap Banggo sebagai bumbu utamanya, maka sensasi rasa manisnya lebih mantap dan lain daripada Ayam Krengseng yang biasanya ditemui di Jawa Timur. Di samping itu, khasiat dari Ayam Kecap khas Jawa Timur berbumbu Sari Kurma ini lebih banyak daripada olahan masakan ayam pada umumnya.

Setelah bertemu dengan sang pemilik, Ibu Siti Maesaroh yang kerap dipanggil Mama (si) Kembar ini menjelaskan, bahwa dalam sajian ayamnya sendiri yang berbumbu kecap sudah demikian dikenal dan juga telah diterima oleh lingkungan perumahan warga. Kalau sebelumnya ibu empat anak ini telah membuka usaha warung selama lebih dari 25 tahun, dimana ia bermain dari beragam jenis usaha mulai dari catering, nasi lauk rantangan dan nasi box, hingga kini.

Wanita kelahiran 40 tahun lalu ini juga menyatakan, bahwa warung makan Jawa Timur yang dikelolanya ini memang 5 tahun sebelumnya hanya menyajikan masakan khas Jawa Timur, itupun karena warungnya berlokasi tepat di pinggir jalan protokol. Tapi kini setelah menetap di komplek perumahan dengan mengontrak dari seorang kolega suaminya yang bekerja sebagai maintenance salah satu pabrik di dekat rumahnya ini, bu Siti lebih memilihi menu sajian rumahan dengan masakan tradisional yang diminati oleh para tetangganya, tanpa mengkhususkan pada menu daerah Jawa Timur. Namun begitu Siti, yang mempunyai 2 anak perempuan kembar ini, mengandalkan beberapa sajian unggulan, terutama sekali adalah Ayam Krengseng Sari Kurma, Ikan Tuna Bumbu Asam Padeh, Ayam Asam Padeh dimana dia lebih suka menyebutnya dengan Ayam Bumbu Rujak dan Ikan Tuna (atau Tongkol) Bumbu Rujak.

Untuk sajian khas Warung Makan Sederhana Jawa Timur Mama si Kembar ini, Ayam Krengseng Sari Kurma, saya mencobanya dan saya merasakan bumbunya begitu mirip dengan bumbu rendang Padang. Hanya saja dagingnya bukan daging sapi, tapi ayam. Masalah rasa kurmanya yang begitu kuat, saya sarankan Anda untuk mencobanya, apalagi khasiatnya yang mampu menyembuhkan beragam penyakit dan menurunkan tekanan darah tinggi. Belum lagi saya ditawari minum Teh Manis Sari Kurma, dan kebetulan sekali saya sedang sakit kepala karena kehujanan saat sebelum berkunjung ke warung makan sederhana yang mojok di jalan Kemiri Raya. Tak berlebihan bila saya menilai masakan ibu Siti memang bisa dijadikan sebagai makanan yang bukan saja menyehatkan tapi sekaligus menyembuhkan. Tidak berlebihan sepertinya, apalagi kalau Anda sudah mencobanya pasti setuju dengan pendapat saya. Sayang ada satu kekurangan dari warung makan ini, karena lokasinya berada di tengah komplek perumahan dan bukan di pinggir jalan, jadi kapasitas pengunjung paling banyak hanya sanggup menampung tak lebih dari 10 tamu. Namun begitu tampaknya pengunjung dari ibu-ibu rumah tangga atau para tetangganya menjadi pelanggan tetap warung makan Jawa Timur ini. Sementara tamu yang berkunjung makan kebanyakan adalah mitra kerja dari sang suami atau pemilik rumah. Sepertinya warung makan ini memang cukup enak untuk dijadikan tempat ketemu kolega walau dalam skala kecil dan pastinya nyaman makan siang atau malam di tempat kecil ini.

Menu Ayam Krengseng Sari Kurma atau Ayam Kecap khas Jawa Timur ini pun tidak terlalu mahal, cukup  seporsinya Rp. 9.000,- dan Anda bisa menikmatinya dengan setangkup nasi. Alangkah nikmatnya bila bisa juga dinikmati dengan teh hangat manis sari kurma. Sepertinya semua sajian di warung makan sederhana ini selalu disertai sari kurma. Tak heran, karena ibu Siti yang bersuamikan Badri (42) ini memang menjual jamu herbal khas dari Timur Tengah, Sari Kurma ini dengan merk Al-Jazeerah. Dijamin Anda setelah menikmati sajian bertaburan sari kurma, akan berkeringat dan segala hawa panas serta toksin keluar bersamaan dengan keringat deras yang keluar. Bukan saja manis nikmat kurmanya, tapi segar dan menyembuhkan. Berminat?

Bila Anda tertarik menikmati sajian khas Mama si Kembar di Warung Makan Jawa Timur ini, silakan hubungi langsung Ibu Siti di no telp (021) 261.961.50 atau langsung mengunjungi alamatnya di Jalan Kemiri Raya I. Perumahan Harapan Baru I Medan Satria (tepat 15 meter depan SMP Negeri 13).

Lalu menu apa saja yang biasa disajikan di Warung Makan Jawa Timur? Di samping adamenu unik harian yang selalu bergaanti-ganti setiap hari, Anda bisa datang untuk makan atau beli dibawa pulang menu umum yang biasanya disajikan seperti:
- Bandeng Presto (bisa antar pesan minimal 5 ptg @ Rp.9.000)
- Tuna Asam Pedas (bisa antar pesan minimal 5 ptg @ Rp.9.000)
- Ikan Salem Goreng
- Lele Goreng

- Sayur Nangka Sari Kurma
- Opor Tahu
- Urap Pecel
- Sambel Tumpang
- Tumis-tumisan (+ SariKurma)

- Ayam Krengseng Sari Kurma (antar pesan minimal 5 porsi@ Rp.9.000)
- Ayam Ungkeb
- Ayam Opor
- Ayam Bumbu Rujak Sari Kurma (antar pesan minimal 5 porsi@ Rp.9.000)

- Sate Ati Ampela

- Sayur Nangka Sari Kurma
- Sayur Sop
- Sayur Bening
- Sayur Asem
- Sop Daging & Rawon Sari Kurma (khusus antar pesan minimal 10 porsi)

- Perkedel Kentang
- Bakwan Jagung
- Tempe & Tahu Goreng

- Nasi Bungkus (minimal pesan antar 10 bungkus, di atas 50 order minimal 2 hr sebelumnya)

- Nasi Box (minimal pesan antar 10 bungkus, di atas 50 order minimal 2 hr sebelumnya)
- Tumpeng Syukuran (antar pesan khusus Jabodetabek)

Sidik Rizal-dobeldobel.com


Warung Jawa Timur: Ayam Krengseng Sari Kurma

Ayam Kecap Jawa Timur Bumbu Sari Kurma


Bekasi, kelanakuliner.com
Menelusuri jalur Jalan Raya Harapan Baru I menuju perumahan Harapan Baru Regency, kita akan melalui sebuah jalan Kemiri Raya di perumahan Harapan Baru I tepat depan SMP N 13 Medan Satria. Kira-kira 15 meter dari jalan raya Harapan Baru depan SMP negeri itu, maka kita akan bisa menemui sebuah rumah makan yang menjual sajian unik dari daging ayam. Sajian ayam Krengseng Sari Kurma ini memang sedikit aneh kedengarannya. Sajian yang cukup populer di Jawa Timur dengan nama Ayam Kecap khas Malang atau Ayam Krengseng ini diolah dengan tambahan Sari Kurma yang memperkaya citarasa dan khasiatnya buat kesehatan siapapun yang menkomsumsinya.


Bahkan informasi terakhir yang saya dapatkan adalah bahwa setiap masakannya yang berasa manis, pasti kandungan gulanya yang biasanya takarannya penuh, kini setengahnya diganti dengan Sari Kurma. Hal ini dilakukan oleh sang pemilik, Ibu Siti atas saran suaminya, pak Badri demi  nutrisi sajian yang mereka jual dan juga kesehatan para pelanggannya. Rupanya pelanggann pun merespon baik inovasi menu sehat setiap masakan manis olahan Warung Makan Jawa Timur ini.




Dengan adanya tambahan kurma di samping kecap Banggo sebagai bumbu utamanya, maka sensasi rasa manisnya lebih mantap dan lain daripada Ayam Krengseng yang biasanya ditemui di Jawa Timur. Di samping itu, khasiat dari Ayam Kecap khas Jawa Timur berbumbu Sari Kurma ini lebih banyak daripada olahan masakan ayam pada umumnya.

Setelah bertemu dengan sang pemilik, Ibu Siti Maesaroh yang kerap dipanggil Mama (si) Kembar ini menjelaskan, bahwa dalam sajian ayamnya sendiri yang berbumbu kecap sudah demikian dikenal dan juga telah diterima oleh lingkungan perumahan warga. Kalau sebelumnya ibu empat anak ini telah membuka usaha warung selama lebih dari 25 tahun, dimana ia bermain dari beragam jenis usaha mulai dari catering, nasi lauk rantangan dan nasi box, hingga kini.

Wanita kelahiran 40 tahun lalu ini juga menyatakan, bahwa warung makan Jawa Timur yang dikelolanya ini memang 5 tahun sebelumnya hanya menyajikan masakan khas Jawa Timur, itupun karena warungnya berlokasi tepat di pinggir jalan protokol. Tapi kini setelah menetap di komplek perumahan dengan mengontrak dari seorang kolega suaminya yang bekerja sebagai maintenance salah satu pabrik di dekat rumahnya ini, bu Siti lebih memilihi menu sajian rumahan dengan masakan tradisional yang diminati oleh para tetangganya, tanpa mengkhususkan pada menu daerah Jawa Timur. Namun begitu Siti, yang mempunyai 2 anak perempuan kembar ini, mengandalkan beberapa sajian unggulan, terutama sekali adalah Ayam Krengseng Sari Kurma, Ikan Tuna Bumbu Asam Padeh, Ayam Asam Padeh dimana dia lebih suka menyebutnya dengan Ayam Bumbu Rujak dan Ikan Tuna (atau Tongkol) Bumbu Rujak.

Untuk sajian khas Warung Makan Sederhana Jawa Timur Mama si Kembar ini, Ayam Krengseng Sari Kurma, saya mencobanya dan saya merasakan bumbunya begitu mirip dengan bumbu rendang Padang. Hanya saja dagingnya bukan daging sapi, tapi ayam. Masalah rasa kurmanya yang begitu kuat, saya sarankan Anda untuk mencobanya, apalagi khasiatnya yang mampu menyembuhkan beragam penyakit dan menurunkan tekanan darah tinggi. Belum lagi saya ditawari minum Teh Manis Sari Kurma, dan kebetulan sekali saya sedang sakit kepala karena kehujanan saat sebelum berkunjung ke warung makan sederhana yang mojok di jalan Kemiri Raya. Tak berlebihan bila saya menilai masakan ibu Siti memang bisa dijadikan sebagai makanan yang bukan saja menyehatkan tapi sekaligus menyembuhkan. Tidak berlebihan sepertinya, apalagi kalau Anda sudah mencobanya pasti setuju dengan pendapat saya. Sayang ada satu kekurangan dari warung makan ini, karena lokasinya berada di tengah komplek perumahan dan bukan di pinggir jalan, jadi kapasitas pengunjung paling banyak hanya sanggup menampung tak lebih dari 10 tamu. Namun begitu tampaknya pengunjung dari ibu-ibu rumah tangga atau para tetangganya menjadi pelanggan tetap warung makan Jawa Timur ini. Sementara tamu yang berkunjung makan kebanyakan adalah mitra kerja dari sang suami atau pemilik rumah. Sepertinya warung makan ini memang cukup enak untuk dijadikan tempat ketemu kolega walau dalam skala kecil dan pastinya nyaman makan siang atau malam di tempat kecil ini.

Menu Ayam Krengseng Sari Kurma atau Ayam Kecap khas Jawa Timur ini pun tidak terlalu mahal, cukup  seporsinya Rp. 9.000,- dan Anda bisa menikmatinya dengan setangkup nasi. Alangkah nikmatnya bila bisa juga dinikmati dengan teh hangat manis sari kurma. Sepertinya semua sajian di warung makan sederhana ini selalu disertai sari kurma. Tak heran, karena ibu Siti yang bersuamikan Badri (42) ini memang menjual jamu herbal khas dari Timur Tengah, Sari Kurma ini dengan merk Al-Jazeerah. Dijamin Anda setelah menikmati sajian bertaburan sari kurma, akan berkeringat dan segala hawa panas serta toksin keluar bersamaan dengan keringat deras yang keluar. Bukan saja manis nikmat kurmanya, tapi segar dan menyembuhkan. Berminat?

Bila Anda tertarik menikmati sajian khas Mama si Kembar di Warung Makan Jawa Timur ini, silakan hubungi langsung Ibu Siti di no telp (021) 261.961.50 atau langsung mengunjungi alamatnya di Jalan Kemiri Raya I. Perumahan Harapan Baru I Medan Satria (tepat 15 meter depan SMP Negeri 13).

Lalu menu apa saja yang biasa disajikan di Warung Makan Jawa Timur? Di samping adamenu unik harian yang selalu bergaanti-ganti setiap hari, Anda bisa datang untuk makan atau beli dibawa pulang menu umum yang biasanya disajikan seperti:
- Bandeng Presto (bisa antar pesan minimal 5 ptg @ Rp.9.000)
- Tuna Asam Pedas (bisa antar pesan minimal 5 ptg @ Rp.9.000)
- Ikan Salem Goreng
- Lele Goreng

- Sayur Nangka Sari Kurma
- Opor Tahu
- Urap Pecel
- Sambel Tumpang
- Tumis-tumisan (+ SariKurma)

- Ayam Krengseng Sari Kurma (antar pesan minimal 5 porsi@ Rp.9.000)
- Ayam Ungkeb
- Ayam Opor
- Ayam Bumbu Rujak Sari Kurma (antar pesan minimal 5 porsi@ Rp.9.000)

- Sate Ati Ampela

- Sayur Nangka Sari Kurma
- Sayur Sop
- Sayur Bening
- Sayur Asem
- Sop Daging & Rawon Sari Kurma (khusus antar pesan minimal 10 porsi)

- Perkedel Kentang
- Bakwan Jagung
- Tempe & Tahu Goreng

- Nasi Bungkus (minimal pesan antar 10 bungkus, di atas 50 order minimal 2 hr sebelumnya)

- Nasi Box (minimal pesan antar 10 bungkus, di atas 50 order minimal 2 hr sebelumnya)
- Tumpeng Syukuran (antar pesan khusus Jabodetabek)

Sidik Rizal-dobeldobel.com


Kamis, 26 November 2009

Bango Berbagi Kelezatan Hidangan Sate dan Gule di Hari Qurban


Indonesia - dobeldobel.com
PT. Unilever Indonesia Tbk., melalui merek kecap andalannya, Bango, kembali menunjukkan konsistensinya dalam melestarikan warisan kuliner Nusantara dengan menyelenggarakan acara tahunan bertajuk ”Festival Jajanan Bango” (FJB), dimana FJB yang digelar kali ini telah memasuki tahun kelima. Jakarta mendapat kehormatan sebagai kota perdana untuk ajang festival jajanan yang bergengsi tersebut. Kota persinggahan berikutnya adalah Bandung (Jawa Barat) dan Surabaya (Jawa Timur).“Penyelenggaraan Festival Jajanan Bango dari tahun ke tahun selalu kami tingkatkan kualitasnya demi memuaskan para pengunjung. Kebetulan pada tahun ini kami mengusung kampanye bertajuk Kekuatan Sepenuh Hati ( The power of whole-heartedness ) yang diterapkan secara menyeluruh untuk segala aktivitas komunikasi pemasaran Bango, termasuk pada FJB,” tutur Adeline Ausy S. Suwandi, Marketing Manager Spread Cooking Category & Savoury PT Unilever Indonesia Tbk.


Menurut Ausy, kampanye pemasaran ini mengemas pesan: “Segala sesuatu yang datangnya dari hati akan menciptakan hasil yang istimewa.” Seperti halnya dalam pembuatan kecap Bango, mulai dari proses awal bahan baku utama melibatkan peran para petani kedele hitam dan pengrajin gula kelapa binaan Yayasan Unilever Indonesia (YUI). Dengan sepenuh hati, para petani kedele hitam menanam, merawat, memanen dan menyortir biji kedele jenis Mallika, dimana hasil akhirnya adalah kedele hitam bermutu tinggi. Kampanye pemasaran ini juga menyentuh para ibu rumah tangga yang tanpa kompromi dan sepenuh hati menggunakan kecap Bango untuk memasak hidangan buat anggota keluarga tercinta. Terakhir, kampanye pemasaran ini menggaungkan pesan kepada para penjaja makanan yang dengan sepenuh hati menyajikan hidangan lezat khas Indonesia demi kepuasan para pelanggannya.

Ausy menambahkan, FJB diselenggarakan sebagai wujud konsistensi Bango untuk terus mengajak masyarakat luas ikut melestarikan berbagai makanan tradisional Nusantara warisan nenek moyang kita, sebagai misi sosial yang akan terus menerus digemakan.

“Digelarnya FJB juga merupakan upaya untuk ikut menggerakkan dunia pariwisata Indonesia melalui wisata kuliner. Dengan lebih menghidupkan kegiatan wisata kuliner melalui ajang FJB, diharapkan dapat ikut memajukan sektor pariwisata di Indonesia,” jelas Ausy. ”Kami menyadari bahwa makanan adalah bagian yang amat penting dari budaya.Festival kuliner tahunan ini diharapkan dapat mendukung kemajuan pariwisata Indonesia dan menjadi agenda tahunan wisata kuliner bagi kota-kota yang disinggahi dan yang ikut serta dalam FJB,” imbuhnya. Ia berharap, makanantradisional khas Nusantara dapat menjadi duta budaya yang ampuh untuk mempromosikan Indonesia ke mancanegara”.


Indonesia memiliki beribu macam makanan khas dari Sabang hingga Merauke. Banyak sekali olahan makanan khas Indonesia yang menggunakan kecap sebagai salah satu bahannya. Kecap, terutama kecap manis, menjadi bagian penting dalam kekayaan kuliner Nusantara. Penggunaan kecap yang terbuat dari kedelai hitam dan gula kelapa berkualitas tinggi dapat memberikan kekayaan rasa terhadap masakan. Selain untuk bahan memasak, kecap juga kerap dipakai untuk dicurahkan pada makanan (topping) ataupun sebagai cocolan. “Selama lebih dari 80 tahun hadir di tengah masyarakat, selama itu pula kecap Bango yang terbuat dari 4 bahan alami pilihan - kedelai hitam, gula kelapa, garam dan air - selalu konsisten menjaga kualitas rasa yang telah teruji sejak 1928,” pungkas Ausy.



Jakarta, Kota perdana untuk ajang Festival Jajanan Bango 2009
Digelar selama 2 (dua) hari pada Sabtu, 23 Mei dan Minggu, 24 Mei 2009 di Plaza Selatan Gelora Bung Karno Senayan, arena FJB mulai dibuka untuk umum padapukul 12.00 WIB hingga 22.00 WIB di hari pertama. Sedangkan di hari kedua, arena FJB akan dibuka mulai pukul 09.00 WIB hingga 18.00 WIB.
”Sesuai dengan pilihan tema, kami hadirkan ratusan penjaja makanan pilihan berdasarkan keunggulan pada resep warisan, bahan baku pilihan, cara memasak otentik dan penyajian tradisional,” ucap Memoria Dwi Prasita, Brand Manager Bango, yang akrab disapa Memor.“Melalui FJB, kami ingin mengajak masyarakat luas untuk melestarikan aneka masakan tradisional yang sudah dikenal luas dan dinikmati secara turun temurun dimana keberadaannya saat ini kalah populer dengan makanan siap saji dari mancanegara,” papar Memor. “Dalam festival kuliner inilah kita bisa memperkenalkan salah satu kekayaan budaya Nusantara, terutama keanekaragaman makanannya,” tambahnya. Menurut Memor, dengan adanya kegiatan semacam FJB, diharapkan kecintaan masyarakat Indonesia terhadap warisan kuliner Nusantara kian tumbuh dan berkembang secara meluas.

Selain penjaja makanan lokal, FJB kali ini juga akan menghadirkan 8 Duta Bango yang mewakili kota Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Surakarta, Semarang, Medan dan Jakarta. Para Duta Bango yang ikut serta dalam FJB 2009 di Jakarta adalah Kupat Tahu Gempol Yang Jempol (Bandung),Soto Udang Medan RM. Rinaldy (Medan), Tengkleng Ibu Edi (Solo),Rujak Cingur Sedati Ibu Nur Aini (Surabaya),Sop Saudara Jl. Irian (Makassar),Brongkos Ibu Suprih (Yogyakarta), dan Tahu Bakso Ibu Pudji - Ungaran (Semarang).Sedangkan Pondok Sate Pejompongan terpilih sebagai Duta Bango wakil Jakarta yang juga bakal mengikuti festival jajanan di kota Surabaya dan Bandung. “Ini adalah kesempatan langka, dimana kita bisa mencicipi aneka ragam masakan Nusantara khas daerah masing-masing dengan citarasa enak dan kondang yang bisa dinikmati dalam satu kesempatan. Inilah salah satu keunggulan FJB, dimana kita bisa menikmati berbagai makanan khas Nusantara tanpa harus mengunjungi satu-persatu tempat makan enak yang tersebar di berbagai daerah,” jelas Memor.

Menurut Memor, berbeda dengan FJB tahun-tahun sebelumnya, FJB 2009 akan menghadirkan Kampung Bango, etalase perjalanan dan kiprah Bango selama ini. Sebuah upaya Bango untuk semakin dekat di hati pecintanya. Pengunjung akan dibawa ke sebuah tur yang menguak proses pembibitan kedele hitam hingga produksi. Juga tampilDapur Bango Cita Rasa Nusantara yang akan berbagi resep khas Nusantara dan tips memasak dipandu oleh Koki Bango. Sebagai ucapan rasa terima kasih Bango kepada para pecinta kuliner Nusantara, akan dibagikan secara cuma-cuma ribuan porsi Rujak Bango sebagai ide resep baru kepada para pengunjung.

FJB kali ini benar-benar lebih memanjakan para pengunjung.Sambil menyantap kelezatan aneka makanan dan jajanan khas Nusantara, tersaji berbagai acara hiburan yang menawan. Menyadari bahwa makanan merupakan bagian dari budaya, FJB juga menampilkan berbagai macam kesenian tradisional yangikut meramaikan acara ini, seperti pagelaran tari khas Betawi dan Barongsai dengan aksi yang penuh kejutan. Juga akan tampil penyanyi tenar Kris Dayanti yang akan menghibur pengunjung FJB. Khusus buat para pengunjung yang membawa balita dan anak kecil, tersedia juga tempat bermain untuk anak, sehingga FJB dapat menjadi hiburan bagi seluruh anggota keluarga.

Para pengunjung juga punya peluang untuk mengikuti kuis dan permainan interaktif dengan aneka ragam hadiah menarik. Selain dinikmati para pengunjung, adanya FJB juga memberi pengaruh positif kepada para penjaja makanan yang berpartisipasi, karena dengan keikutsertaan mereka, pelanggan menjadi bertambah dan usaha mereka dapat lebih berkembang. Sebagai catatan, jumlah pengunjung FJB tahun lalu sebanyak 680.000 orang dan total penghasilan penjaja makanan sebesar Rp 4,991,000,000 (hampir Rp 5 milyar).

Indonesia:
PT Unilever Indonesia
Graha Unilever
Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav 15
Jakarta 12930
T: +62 21 5299 6773
F: +62 21 526 2046

Info.Uli@unilever.com

Bango Berbagi Kelezatan Hidangan Sate dan Gule di Hari Qurban


Indonesia - dobeldobel.com
PT. Unilever Indonesia Tbk., melalui merek kecap andalannya, Bango, kembali menunjukkan konsistensinya dalam melestarikan warisan kuliner Nusantara dengan menyelenggarakan acara tahunan bertajuk ”Festival Jajanan Bango” (FJB), dimana FJB yang digelar kali ini telah memasuki tahun kelima. Jakarta mendapat kehormatan sebagai kota perdana untuk ajang festival jajanan yang bergengsi tersebut. Kota persinggahan berikutnya adalah Bandung (Jawa Barat) dan Surabaya (Jawa Timur).“Penyelenggaraan Festival Jajanan Bango dari tahun ke tahun selalu kami tingkatkan kualitasnya demi memuaskan para pengunjung. Kebetulan pada tahun ini kami mengusung kampanye bertajuk Kekuatan Sepenuh Hati ( The power of whole-heartedness ) yang diterapkan secara menyeluruh untuk segala aktivitas komunikasi pemasaran Bango, termasuk pada FJB,” tutur Adeline Ausy S. Suwandi, Marketing Manager Spread Cooking Category & Savoury PT Unilever Indonesia Tbk.


Menurut Ausy, kampanye pemasaran ini mengemas pesan: “Segala sesuatu yang datangnya dari hati akan menciptakan hasil yang istimewa.” Seperti halnya dalam pembuatan kecap Bango, mulai dari proses awal bahan baku utama melibatkan peran para petani kedele hitam dan pengrajin gula kelapa binaan Yayasan Unilever Indonesia (YUI). Dengan sepenuh hati, para petani kedele hitam menanam, merawat, memanen dan menyortir biji kedele jenis Mallika, dimana hasil akhirnya adalah kedele hitam bermutu tinggi. Kampanye pemasaran ini juga menyentuh para ibu rumah tangga yang tanpa kompromi dan sepenuh hati menggunakan kecap Bango untuk memasak hidangan buat anggota keluarga tercinta. Terakhir, kampanye pemasaran ini menggaungkan pesan kepada para penjaja makanan yang dengan sepenuh hati menyajikan hidangan lezat khas Indonesia demi kepuasan para pelanggannya.

Ausy menambahkan, FJB diselenggarakan sebagai wujud konsistensi Bango untuk terus mengajak masyarakat luas ikut melestarikan berbagai makanan tradisional Nusantara warisan nenek moyang kita, sebagai misi sosial yang akan terus menerus digemakan.

“Digelarnya FJB juga merupakan upaya untuk ikut menggerakkan dunia pariwisata Indonesia melalui wisata kuliner. Dengan lebih menghidupkan kegiatan wisata kuliner melalui ajang FJB, diharapkan dapat ikut memajukan sektor pariwisata di Indonesia,” jelas Ausy. ”Kami menyadari bahwa makanan adalah bagian yang amat penting dari budaya.Festival kuliner tahunan ini diharapkan dapat mendukung kemajuan pariwisata Indonesia dan menjadi agenda tahunan wisata kuliner bagi kota-kota yang disinggahi dan yang ikut serta dalam FJB,” imbuhnya. Ia berharap, makanantradisional khas Nusantara dapat menjadi duta budaya yang ampuh untuk mempromosikan Indonesia ke mancanegara”.


Indonesia memiliki beribu macam makanan khas dari Sabang hingga Merauke. Banyak sekali olahan makanan khas Indonesia yang menggunakan kecap sebagai salah satu bahannya. Kecap, terutama kecap manis, menjadi bagian penting dalam kekayaan kuliner Nusantara. Penggunaan kecap yang terbuat dari kedelai hitam dan gula kelapa berkualitas tinggi dapat memberikan kekayaan rasa terhadap masakan. Selain untuk bahan memasak, kecap juga kerap dipakai untuk dicurahkan pada makanan (topping) ataupun sebagai cocolan. “Selama lebih dari 80 tahun hadir di tengah masyarakat, selama itu pula kecap Bango yang terbuat dari 4 bahan alami pilihan - kedelai hitam, gula kelapa, garam dan air - selalu konsisten menjaga kualitas rasa yang telah teruji sejak 1928,” pungkas Ausy.



Jakarta, Kota perdana untuk ajang Festival Jajanan Bango 2009
Digelar selama 2 (dua) hari pada Sabtu, 23 Mei dan Minggu, 24 Mei 2009 di Plaza Selatan Gelora Bung Karno Senayan, arena FJB mulai dibuka untuk umum padapukul 12.00 WIB hingga 22.00 WIB di hari pertama. Sedangkan di hari kedua, arena FJB akan dibuka mulai pukul 09.00 WIB hingga 18.00 WIB.
”Sesuai dengan pilihan tema, kami hadirkan ratusan penjaja makanan pilihan berdasarkan keunggulan pada resep warisan, bahan baku pilihan, cara memasak otentik dan penyajian tradisional,” ucap Memoria Dwi Prasita, Brand Manager Bango, yang akrab disapa Memor.“Melalui FJB, kami ingin mengajak masyarakat luas untuk melestarikan aneka masakan tradisional yang sudah dikenal luas dan dinikmati secara turun temurun dimana keberadaannya saat ini kalah populer dengan makanan siap saji dari mancanegara,” papar Memor. “Dalam festival kuliner inilah kita bisa memperkenalkan salah satu kekayaan budaya Nusantara, terutama keanekaragaman makanannya,” tambahnya. Menurut Memor, dengan adanya kegiatan semacam FJB, diharapkan kecintaan masyarakat Indonesia terhadap warisan kuliner Nusantara kian tumbuh dan berkembang secara meluas.

Selain penjaja makanan lokal, FJB kali ini juga akan menghadirkan 8 Duta Bango yang mewakili kota Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Surakarta, Semarang, Medan dan Jakarta. Para Duta Bango yang ikut serta dalam FJB 2009 di Jakarta adalah Kupat Tahu Gempol Yang Jempol (Bandung),Soto Udang Medan RM. Rinaldy (Medan), Tengkleng Ibu Edi (Solo),Rujak Cingur Sedati Ibu Nur Aini (Surabaya),Sop Saudara Jl. Irian (Makassar),Brongkos Ibu Suprih (Yogyakarta), dan Tahu Bakso Ibu Pudji - Ungaran (Semarang).Sedangkan Pondok Sate Pejompongan terpilih sebagai Duta Bango wakil Jakarta yang juga bakal mengikuti festival jajanan di kota Surabaya dan Bandung. “Ini adalah kesempatan langka, dimana kita bisa mencicipi aneka ragam masakan Nusantara khas daerah masing-masing dengan citarasa enak dan kondang yang bisa dinikmati dalam satu kesempatan. Inilah salah satu keunggulan FJB, dimana kita bisa menikmati berbagai makanan khas Nusantara tanpa harus mengunjungi satu-persatu tempat makan enak yang tersebar di berbagai daerah,” jelas Memor.

Menurut Memor, berbeda dengan FJB tahun-tahun sebelumnya, FJB 2009 akan menghadirkan Kampung Bango, etalase perjalanan dan kiprah Bango selama ini. Sebuah upaya Bango untuk semakin dekat di hati pecintanya. Pengunjung akan dibawa ke sebuah tur yang menguak proses pembibitan kedele hitam hingga produksi. Juga tampilDapur Bango Cita Rasa Nusantara yang akan berbagi resep khas Nusantara dan tips memasak dipandu oleh Koki Bango. Sebagai ucapan rasa terima kasih Bango kepada para pecinta kuliner Nusantara, akan dibagikan secara cuma-cuma ribuan porsi Rujak Bango sebagai ide resep baru kepada para pengunjung.

FJB kali ini benar-benar lebih memanjakan para pengunjung.Sambil menyantap kelezatan aneka makanan dan jajanan khas Nusantara, tersaji berbagai acara hiburan yang menawan. Menyadari bahwa makanan merupakan bagian dari budaya, FJB juga menampilkan berbagai macam kesenian tradisional yangikut meramaikan acara ini, seperti pagelaran tari khas Betawi dan Barongsai dengan aksi yang penuh kejutan. Juga akan tampil penyanyi tenar Kris Dayanti yang akan menghibur pengunjung FJB. Khusus buat para pengunjung yang membawa balita dan anak kecil, tersedia juga tempat bermain untuk anak, sehingga FJB dapat menjadi hiburan bagi seluruh anggota keluarga.

Para pengunjung juga punya peluang untuk mengikuti kuis dan permainan interaktif dengan aneka ragam hadiah menarik. Selain dinikmati para pengunjung, adanya FJB juga memberi pengaruh positif kepada para penjaja makanan yang berpartisipasi, karena dengan keikutsertaan mereka, pelanggan menjadi bertambah dan usaha mereka dapat lebih berkembang. Sebagai catatan, jumlah pengunjung FJB tahun lalu sebanyak 680.000 orang dan total penghasilan penjaja makanan sebesar Rp 4,991,000,000 (hampir Rp 5 milyar).

Indonesia:
PT Unilever Indonesia
Graha Unilever
Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav 15
Jakarta 12930
T: +62 21 5299 6773
F: +62 21 526 2046

Info.Uli@unilever.com

Bakso Malang Asli "CAK TIO" Veteran 66 Alun-Alun Kota Bekasi

LEBIH NIKMAT DARIPADA YANG DI BANDUNG 
(Namanya Juga Bakso Malang Asli... Bukan Bakso Bandung Asli kan?)
ASLI DI TANGAN AHLI

Alun-Alun Kota Bekasi, bukankelanakuliner.com
Dekat Polres Metro Kota Bekasi, ada tempat makan dan nongkrong yang enak dan nyaman, namanya Bakso Malang Asli "CAK TIO" Veteran 66. Bukan saja tempatnya yang luas namun juga akses menuju tempat itu sangat mudah. Nggak usah ditanya, semua orang yang ada di Kota Bekasi kebanyakan tahu dimana letaknya Bakso Malang Asli Cak Tio dekat Polres Metro Kota Bekasi ini.

Uniknya lagi adalah keberaniannya berpromosi dengan tagline yang unik dan berani, yakni  ASLI di Tangan AHLI. Hal ini memang bisa dibuktikannya dengan sajiannya yang istimewa, terutama di bumbu saosnya yang memang asli didatangkan dari Malang dan tak bisa digantikan dengan saos dari tempat lain. Sebegitu kuatkah pengaruh saos bumbu aslinya....?
Ternyata tidak hanya itu, menurut Cak Tio yang bernama asli Setiono ini, pangalaman selama bertahun-tahun ikut dengan mantan bosnya yang juga berdagang sejenis, Bakso Malang Cacak, dirinya mengakui mendapatkan banyak pelajaran berharga mulai dari kualitas sajian, pelayanan dan manajemen usaha bakso malang itu sendiri. kalau dulu dia tak digaji selama tiga bulan pertama bekerja di tempat bosnya yang begitu dia hormati, Cak Tio lelaki kelahiran 11 April 1968 ini mengungkapkan, "Saya memang menawarkan diri untuk bisa bekerja tak minta gaji asal makanannya terjamin setiap harinya", jelasnya bernostalgia. Hingga bulan ke empat dia diberi bayaran Rp. 60.000,- sementara upah minimal karyawan yang ada di warung Bakso Malang Cacak itu setidaknya Rp. 75.000,-, namun Cak Tio tak mengeluh, karena tekadnya sudah bulat untuk belajar dan berdagang di kemudian hari.

Setelah melewati proses belajar membuat, melayani dan terkadang secxara langsung diajari cara membuat bakso dan lainnya oleh Cacak yang bergaya manajemen seperti militer ini. Walaupun dengan gaji kini hanya Rp. 60.000,- Cak Tio mengaku bisa mendapatkan uang lebih dari sekadar makan dan gaji kotornya itu, yakni uang tips dari pelanggan.

Tak heran hanya dengan bermodalkan pelayanan yang ramah dan keinginan agar pelanggan puas, apapun dia lakukan, mulai dari mengelap meja yang hendak diduduki dengan kain yang selalu tersampir di saku celananya, memberikan salam dan senyuman yang siap membantu serta mendatangi pelanggan dengan keramahtamahan ala Jawa nya, sehingga Cak Tio muda ini selalu mendapatkan uang tips yang lumayan besar.

Pengalamannya sebagai pelayan, bagian produksi dan terakhir ketika bagian pembelanjaan terutama saat sopir sang bos berhenti kerja, tanpa banyak fikir lagi dia menawarkan dirinya untuk mengisi posisi sebagai sopir, apalagi dengan gaji Rp.175.000,- per bulan adalah gaji yang terbesar dari seluruh karyawan yang ada. Sang bos pun merasa kebetulan sekali dan tak mau rugi, Cak Tio mendapatkan pekerjaan sebagai sopir asal beban pekerjaannya bisa ditambah di luar tugas utamanya sebagai sopir. Mulai dari menjemput anak istrinya bepergian, sampai mengaudit penjualan minuman botol di setiap cabang warung yang berjumlah 11 cabang itu.

Ternyata beratnya pekerjaan sebagai sopir tak sebanding dengan perolehan, apalagi setelah dia meminta izin bos untuk menikah dan memboyong istrinya ke tempat tinggal sang bos serta mengajak istrinya juga bekerja di tempat yang sama. Baru bekerja 2 bulan sang istri sudah hamil, akhirnya dia berhenti bekerja dan kembali Cak Tio harus mengumpulkan uang sedikit demi sedikit demi persiapan kelahiran anaknya.

Beban semakin besar penghasilan tidak lebih besar, kalau dulu sewaktu jadi pelayan dia bisa mengandalkan uang tips, kini jadi sopir dan juru belanja, tak bisa lagi mendapatkan kelebihan tambahan di luar gaji kotornya. Dia pun akhirnya memberanikan diri untuk buka usaha sendiri, tentunya setelah dia merasa yakin bisa buka usaha sendiri dan menjalankannya sendiri. Keputusan sudah bulat, akhirnya sebagai langkah awal dia membuka usaha di sekitar daerah usaha bosnya. Sayang tak berapa lama, akhirnya sang bos tahu, bahkan dia didatangi dan disarankan tidak membuka usaha di dekatnya.

Karena penghormatannya kepada sang bos, dan dia merasa bersyukur telah mendapatkan banyak pelajaran dari sang bos, Cak Tio pindah ke Kota Bekasi dan memulai usaha baru di awal tahun 1991 dengan membuka gerai warung Bakso Malang Asli merk Cak Tio. Singkat cerita, perjalanan usaha dagangnya lumayan berkembang hingga lebih dari 3 cabang dia mulai buka dan kelola sendiri beserta keluarganya dari kampung.

Tapi tak berlalu lama, seperti nama usahanya,  "malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih" (yang jelas bakso Malang memang susah ditolaknya... hehehe, prinsip dasar semangat), saat kejadian kerusuhan di tahun 1998, beberapa warungnya jadi korban penjarahan. Jatuh bangun berulang kali ini semakin menempa dirinya dan Cak Tio kembali hendak bangkit membangun usahanya yang porak poranda karena situasi politik itu.

Walau tak dimulai dari awal, namun bermodalkan tempat dan lahan saja tak cukup, dia membutuhkan modal tambahan untuk pengembangan usaha. Baginya hal yang terpenting saat itu adalah kualitas rasa. Semakin hari dia semakin perketat produksi, mulai dari pembelanjaaan bahan pokok daging sapi hingga proses produksi bakso dan lainnya, sehingga terkadang dia dianggap terlalu keras terhadap anak buahnya.

Cak Tio tetap maju dengan menanamkan semangat kerja yang lebih tinggi mencontoh dari perjalanan hidupnya yang keras. Kini dia tinggal menikmati hasilnya. Satu per satu cabang usaha warungnya meningkat hasilnya seiring dengan bertambahnya pelanggan yang mulai mengakui betapa nikmat dan lezatnya bakso malang asli olahan tangannya itu.

Untuk memperkuat merk, Cak Tio mulai mendekorasi dan melakukan pemasaran produk bersama beberapa koleganya. Memasang merk Bakso Malang Asli "Cak Tio" Veteran 66 untuk cabang utamanya, Cak Tio mendapat semangat baru. Kata-kata Lebih baik daripada yang di Bandung sebagai semangat baru usahanya.

Gak percaya dengan kata-katanya? Padahal banyak lho dari pelanggannya yang pernah menikmati bakso malang yang ada di mall-mall dan terkenal dari Bandung, ternyata dibandingkan dengan bakso malang olehannya jauh habis masalah rasa. Kalau Bakso Malang Asli Cak Tio, Mahal harga, gak ada cerita!

Masalah kesejahteraan karyawan bagi Cak Tio adalah hal yang utama. Lelaki beranak dua ini menambahkan bahwa kesejahteraan karyawan adalah hal terpenting untuk meningkatkan keberkahan usaha. Dirinya mengakui terkadang di luar gaji yang mereka dapatkan dia menambahkan uang di luar amplop yang pastinya akan menambah semangat dan motivasi bekerja.

Terutama buat mereka yang berprestasi, sehingga secara tidak langsung juga akan meningkatkan kualitas pelayanan mereka terhadap pelanggan. Semakin pelanggan terpuaskan maka semakin baik lah citra Bakso Malang Asli Cak Tio di mata pelanggan. "Yang seperti ini saya dapatkan ketika saya masih bekerja dulu, dimana saat saya memberikan pelayanan lebih dan khusus, pelanggan tidak jarang yang memberi saya uang tips karena puas dengan servis yang saya berikan," akunya mengenang masa kerjanya dulu.

Tertarik mendapatkan sesuatu yang lebih dari sekadar makan bakso Malang asli? Kunjungi dan hubungi Bakso Malang Asli Veteran 66 Cak Tio atau mau order pesanan dan reservasi tempat ditelpon saja pada no  
0812.9181.453 - (021) 9599.5354
Buruan datang ke sana.... memang rasanya JAUH LEBIH DARIPADA YANG DI BANDUNG.... hehehehe!
Sidik Rizal - kulinerkuliner.com

Bakso Malang Asli "CAK TIO" Veteran 66 Alun-Alun Kota Bekasi

LEBIH NIKMAT DARIPADA YANG DI BANDUNG 
(Namanya Juga Bakso Malang Asli... Bukan Bakso Bandung Asli kan?)
ASLI DI TANGAN AHLI

Alun-Alun Kota Bekasi, bukankelanakuliner.com
Dekat Polres Metro Kota Bekasi, ada tempat makan dan nongkrong yang enak dan nyaman, namanya Bakso Malang Asli "CAK TIO" Veteran 66. Bukan saja tempatnya yang luas namun juga akses menuju tempat itu sangat mudah. Nggak usah ditanya, semua orang yang ada di Kota Bekasi kebanyakan tahu dimana letaknya Bakso Malang Asli Cak Tio dekat Polres Metro Kota Bekasi ini.

Uniknya lagi adalah keberaniannya berpromosi dengan tagline yang unik dan berani, yakni  ASLI di Tangan AHLI. Hal ini memang bisa dibuktikannya dengan sajiannya yang istimewa, terutama di bumbu saosnya yang memang asli didatangkan dari Malang dan tak bisa digantikan dengan saos dari tempat lain. Sebegitu kuatkah pengaruh saos bumbu aslinya....?
Ternyata tidak hanya itu, menurut Cak Tio yang bernama asli Setiono ini, pangalaman selama bertahun-tahun ikut dengan mantan bosnya yang juga berdagang sejenis, Bakso Malang Cacak, dirinya mengakui mendapatkan banyak pelajaran berharga mulai dari kualitas sajian, pelayanan dan manajemen usaha bakso malang itu sendiri. kalau dulu dia tak digaji selama tiga bulan pertama bekerja di tempat bosnya yang begitu dia hormati, Cak Tio lelaki kelahiran 11 April 1968 ini mengungkapkan, "Saya memang menawarkan diri untuk bisa bekerja tak minta gaji asal makanannya terjamin setiap harinya", jelasnya bernostalgia. Hingga bulan ke empat dia diberi bayaran Rp. 60.000,- sementara upah minimal karyawan yang ada di warung Bakso Malang Cacak itu setidaknya Rp. 75.000,-, namun Cak Tio tak mengeluh, karena tekadnya sudah bulat untuk belajar dan berdagang di kemudian hari.

Setelah melewati proses belajar membuat, melayani dan terkadang secxara langsung diajari cara membuat bakso dan lainnya oleh Cacak yang bergaya manajemen seperti militer ini. Walaupun dengan gaji kini hanya Rp. 60.000,- Cak Tio mengaku bisa mendapatkan uang lebih dari sekadar makan dan gaji kotornya itu, yakni uang tips dari pelanggan.

Tak heran hanya dengan bermodalkan pelayanan yang ramah dan keinginan agar pelanggan puas, apapun dia lakukan, mulai dari mengelap meja yang hendak diduduki dengan kain yang selalu tersampir di saku celananya, memberikan salam dan senyuman yang siap membantu serta mendatangi pelanggan dengan keramahtamahan ala Jawa nya, sehingga Cak Tio muda ini selalu mendapatkan uang tips yang lumayan besar.

Pengalamannya sebagai pelayan, bagian produksi dan terakhir ketika bagian pembelanjaan terutama saat sopir sang bos berhenti kerja, tanpa banyak fikir lagi dia menawarkan dirinya untuk mengisi posisi sebagai sopir, apalagi dengan gaji Rp.175.000,- per bulan adalah gaji yang terbesar dari seluruh karyawan yang ada. Sang bos pun merasa kebetulan sekali dan tak mau rugi, Cak Tio mendapatkan pekerjaan sebagai sopir asal beban pekerjaannya bisa ditambah di luar tugas utamanya sebagai sopir. Mulai dari menjemput anak istrinya bepergian, sampai mengaudit penjualan minuman botol di setiap cabang warung yang berjumlah 11 cabang itu.

Ternyata beratnya pekerjaan sebagai sopir tak sebanding dengan perolehan, apalagi setelah dia meminta izin bos untuk menikah dan memboyong istrinya ke tempat tinggal sang bos serta mengajak istrinya juga bekerja di tempat yang sama. Baru bekerja 2 bulan sang istri sudah hamil, akhirnya dia berhenti bekerja dan kembali Cak Tio harus mengumpulkan uang sedikit demi sedikit demi persiapan kelahiran anaknya.

Beban semakin besar penghasilan tidak lebih besar, kalau dulu sewaktu jadi pelayan dia bisa mengandalkan uang tips, kini jadi sopir dan juru belanja, tak bisa lagi mendapatkan kelebihan tambahan di luar gaji kotornya. Dia pun akhirnya memberanikan diri untuk buka usaha sendiri, tentunya setelah dia merasa yakin bisa buka usaha sendiri dan menjalankannya sendiri. Keputusan sudah bulat, akhirnya sebagai langkah awal dia membuka usaha di sekitar daerah usaha bosnya. Sayang tak berapa lama, akhirnya sang bos tahu, bahkan dia didatangi dan disarankan tidak membuka usaha di dekatnya.

Karena penghormatannya kepada sang bos, dan dia merasa bersyukur telah mendapatkan banyak pelajaran dari sang bos, Cak Tio pindah ke Kota Bekasi dan memulai usaha baru di awal tahun 1991 dengan membuka gerai warung Bakso Malang Asli merk Cak Tio. Singkat cerita, perjalanan usaha dagangnya lumayan berkembang hingga lebih dari 3 cabang dia mulai buka dan kelola sendiri beserta keluarganya dari kampung.

Tapi tak berlalu lama, seperti nama usahanya,  "malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih" (yang jelas bakso Malang memang susah ditolaknya... hehehe, prinsip dasar semangat), saat kejadian kerusuhan di tahun 1998, beberapa warungnya jadi korban penjarahan. Jatuh bangun berulang kali ini semakin menempa dirinya dan Cak Tio kembali hendak bangkit membangun usahanya yang porak poranda karena situasi politik itu.

Walau tak dimulai dari awal, namun bermodalkan tempat dan lahan saja tak cukup, dia membutuhkan modal tambahan untuk pengembangan usaha. Baginya hal yang terpenting saat itu adalah kualitas rasa. Semakin hari dia semakin perketat produksi, mulai dari pembelanjaaan bahan pokok daging sapi hingga proses produksi bakso dan lainnya, sehingga terkadang dia dianggap terlalu keras terhadap anak buahnya.

Cak Tio tetap maju dengan menanamkan semangat kerja yang lebih tinggi mencontoh dari perjalanan hidupnya yang keras. Kini dia tinggal menikmati hasilnya. Satu per satu cabang usaha warungnya meningkat hasilnya seiring dengan bertambahnya pelanggan yang mulai mengakui betapa nikmat dan lezatnya bakso malang asli olahan tangannya itu.

Untuk memperkuat merk, Cak Tio mulai mendekorasi dan melakukan pemasaran produk bersama beberapa koleganya. Memasang merk Bakso Malang Asli "Cak Tio" Veteran 66 untuk cabang utamanya, Cak Tio mendapat semangat baru. Kata-kata Lebih baik daripada yang di Bandung sebagai semangat baru usahanya.

Gak percaya dengan kata-katanya? Padahal banyak lho dari pelanggannya yang pernah menikmati bakso malang yang ada di mall-mall dan terkenal dari Bandung, ternyata dibandingkan dengan bakso malang olehannya jauh habis masalah rasa. Kalau Bakso Malang Asli Cak Tio, Mahal harga, gak ada cerita!

Masalah kesejahteraan karyawan bagi Cak Tio adalah hal yang utama. Lelaki beranak dua ini menambahkan bahwa kesejahteraan karyawan adalah hal terpenting untuk meningkatkan keberkahan usaha. Dirinya mengakui terkadang di luar gaji yang mereka dapatkan dia menambahkan uang di luar amplop yang pastinya akan menambah semangat dan motivasi bekerja.

Terutama buat mereka yang berprestasi, sehingga secara tidak langsung juga akan meningkatkan kualitas pelayanan mereka terhadap pelanggan. Semakin pelanggan terpuaskan maka semakin baik lah citra Bakso Malang Asli Cak Tio di mata pelanggan. "Yang seperti ini saya dapatkan ketika saya masih bekerja dulu, dimana saat saya memberikan pelayanan lebih dan khusus, pelanggan tidak jarang yang memberi saya uang tips karena puas dengan servis yang saya berikan," akunya mengenang masa kerjanya dulu.

Tertarik mendapatkan sesuatu yang lebih dari sekadar makan bakso Malang asli? Kunjungi dan hubungi Bakso Malang Asli Veteran 66 Cak Tio atau mau order pesanan dan reservasi tempat ditelpon saja pada no  
0812.9181.453 - (021) 9599.5354
Buruan datang ke sana.... memang rasanya JAUH LEBIH DARIPADA YANG DI BANDUNG.... hehehehe!
Sidik Rizal - kulinerkuliner.com

Rabu, 25 November 2009

Tahu Bulat Misihu NanDut Pulogebang Permai

Tahu Bulat Khas Tasikmalaya
Lezat - Nikmat - Halal - Murah

Tahu Bulat Misihu NanDut 

Bekasi, dobeldobel.com - Kelanakuliner.com
Bagaimana pendapat anda dengan bentuk tahu pada umumnya? Kotak dan persegi empat itu adalah yang paling umum. Lalu bagaimana kalau ada tahu yang bentuknya bulat seperti bakso dan rasa gurih serta asinnya beraroma ikan tenggiri? Pasti Anda akan ketagihan dibuatnya. Selain murah meriah, tahu bulat Misihu yang merupakan masakan khas urang sunda dari Tasikmalaya ini memang mengenyangkan dan bisa dijadikan lauk makan dengan nasi dan bumbu sambelnya yang pedas manis asam gurih kayak saos pempek.

Tahu berwarna kuning yang harganya relatif murah sekali yakni hanya 500 rupiah per butir membuat makanan ini cepat habis diserbu pembeli jauh sebelum sampai tengah malam.

Mulanya dari penampilan mungkin orang akan salah mengira, karena bentuknya yang seperti bakso itu, setelah digoreng ia akan mengembang menjadi lebih besar dari ukuran semula dan tentunya jauh lebih besar dari bakso umumnya.

Teksturnya yang empuk dan begitu lunak namun tetap garing seperti umumnya tahu goreng tanah pasundan yang memang terkenal dengan makanan berbahan tahu ini. Tentunya Anda tahu makanan tahu yang terkenal di bumi parahyangan, mulai dari Tahu Sumedang, Tahu Pong, Tahu Cina Bandung, kemudian ada juga Tahu Cirebon (Cirebon masuk Sunda nggak seh?) dan tahu-tahu lainnya.

Namun dari kesemua tahu itu yang umumnya berbentuk persegi empat atau kotak, mungkin hanya Tahu Bulat Misihu Tasikmalaya saja yang beda. Bulatnya yang akrab bagi penggemar makanan ringan mengingatkan kita akan bentuk bakso, atau onde-onde tanpa wijen atau juga kue dading bola atau meat-ball nya makanan orang barat.


Menurut sang pemilik label NanDut (mas Uki,) lelaki lajang kelahiran 1980 ini bahwa makanan berbahan dasar tahu ini diberi rasa ikan yang tentunya berasal dari beragam jenis ikan, namun biasanya hanya ikan paus tenggiri yang pas. Tahu Misihu NanDut ini tentunya kaya dengan gizi dan protein yang bermanfaat buat kesehatan tubuh kita. Tahu ini rasanya jauh lebih gurih mulai dari kulit hingga isi lembut di dalamnya dibandingkan dengan tahu lainnya.


Anda tertarik mau mencicipinya, maka Anda bisa temui di daerah pintu gerbang masuk perumahan Pulogebang Permai dan untuk pemesanan antar kirim Anda bisa hubungi via telpon langsung kepada sang pemilik Outlet yang akrab dipanggil kang Uki ini. Apalagi yang Anda tunggu? Segera meluncur ke tujuan, karena tahu ini kerap keburu habis sebelum jam 9 malam diserbu para pelanggannya.

Saat Anda ingin memesan dalam jumlah besar terkirim dalam kemasan sebelum matang, tahu bulat Misihu ini bisa tahan 2-3 hari. bila dimasukkan ke dalam lemari dalam suhu cukup dingin.. Walaupun tidak menggunakan bahan pengawet, namun daya simpannya bisa 2-3 hari untuk itu sebaiknya hindari dari sengatan dan cahaya matahari langsung, jelas si penggemar motor gede ini kepada saya. Buruan Anda pesan sekarang jika ingin bermitra untuk buka usaha dagang Tahu Bulat Misihu khas Tasikmalaya ini, sebelum semuanya jadi terlalu mahal.
Dik Rizal-KelanaKuliner.com


Tahu Bulat Misihu NanDut
Gurih, Nikmat, Lezat, Murah

Outlet Utama:
Pulogebang Permai Blok A-5 No.14 Jakarta Timur
(Pintu Gerbang Pulo Gebang Permai)
Open : 14.00 pagi s/d 22.00
Silahkan mampir ya... Nikmati rasa baru dari sebuah tahu...
Oya...sang pemilik rupanya membuka kesempatan kemitraan buat Anda yang memiliki lokasi di daerah Kota Bekasi. Untuk keterangan lebih lanjut:
(021) 9881.1701 (10.00 wib s/d 17.00 wib) Uki

Tahu Bulat Misihu NanDut Pulogebang Permai

Tahu Bulat Khas Tasikmalaya
Lezat - Nikmat - Halal - Murah

Tahu Bulat Misihu NanDut 

Bekasi, dobeldobel.com - Kelanakuliner.com
Bagaimana pendapat anda dengan bentuk tahu pada umumnya? Kotak dan persegi empat itu adalah yang paling umum. Lalu bagaimana kalau ada tahu yang bentuknya bulat seperti bakso dan rasa gurih serta asinnya beraroma ikan tenggiri? Pasti Anda akan ketagihan dibuatnya. Selain murah meriah, tahu bulat Misihu yang merupakan masakan khas urang sunda dari Tasikmalaya ini memang mengenyangkan dan bisa dijadikan lauk makan dengan nasi dan bumbu sambelnya yang pedas manis asam gurih kayak saos pempek.

Tahu berwarna kuning yang harganya relatif murah sekali yakni hanya 500 rupiah per butir membuat makanan ini cepat habis diserbu pembeli jauh sebelum sampai tengah malam.

Mulanya dari penampilan mungkin orang akan salah mengira, karena bentuknya yang seperti bakso itu, setelah digoreng ia akan mengembang menjadi lebih besar dari ukuran semula dan tentunya jauh lebih besar dari bakso umumnya.

Teksturnya yang empuk dan begitu lunak namun tetap garing seperti umumnya tahu goreng tanah pasundan yang memang terkenal dengan makanan berbahan tahu ini. Tentunya Anda tahu makanan tahu yang terkenal di bumi parahyangan, mulai dari Tahu Sumedang, Tahu Pong, Tahu Cina Bandung, kemudian ada juga Tahu Cirebon (Cirebon masuk Sunda nggak seh?) dan tahu-tahu lainnya.

Namun dari kesemua tahu itu yang umumnya berbentuk persegi empat atau kotak, mungkin hanya Tahu Bulat Misihu Tasikmalaya saja yang beda. Bulatnya yang akrab bagi penggemar makanan ringan mengingatkan kita akan bentuk bakso, atau onde-onde tanpa wijen atau juga kue dading bola atau meat-ball nya makanan orang barat.


Menurut sang pemilik label NanDut (mas Uki,) lelaki lajang kelahiran 1980 ini bahwa makanan berbahan dasar tahu ini diberi rasa ikan yang tentunya berasal dari beragam jenis ikan, namun biasanya hanya ikan paus tenggiri yang pas. Tahu Misihu NanDut ini tentunya kaya dengan gizi dan protein yang bermanfaat buat kesehatan tubuh kita. Tahu ini rasanya jauh lebih gurih mulai dari kulit hingga isi lembut di dalamnya dibandingkan dengan tahu lainnya.


Anda tertarik mau mencicipinya, maka Anda bisa temui di daerah pintu gerbang masuk perumahan Pulogebang Permai dan untuk pemesanan antar kirim Anda bisa hubungi via telpon langsung kepada sang pemilik Outlet yang akrab dipanggil kang Uki ini. Apalagi yang Anda tunggu? Segera meluncur ke tujuan, karena tahu ini kerap keburu habis sebelum jam 9 malam diserbu para pelanggannya.

Saat Anda ingin memesan dalam jumlah besar terkirim dalam kemasan sebelum matang, tahu bulat Misihu ini bisa tahan 2-3 hari. bila dimasukkan ke dalam lemari dalam suhu cukup dingin.. Walaupun tidak menggunakan bahan pengawet, namun daya simpannya bisa 2-3 hari untuk itu sebaiknya hindari dari sengatan dan cahaya matahari langsung, jelas si penggemar motor gede ini kepada saya. Buruan Anda pesan sekarang jika ingin bermitra untuk buka usaha dagang Tahu Bulat Misihu khas Tasikmalaya ini, sebelum semuanya jadi terlalu mahal.
Dik Rizal-KelanaKuliner.com


Tahu Bulat Misihu NanDut
Gurih, Nikmat, Lezat, Murah

Outlet Utama:
Pulogebang Permai Blok A-5 No.14 Jakarta Timur
(Pintu Gerbang Pulo Gebang Permai)
Open : 14.00 pagi s/d 22.00
Silahkan mampir ya... Nikmati rasa baru dari sebuah tahu...
Oya...sang pemilik rupanya membuka kesempatan kemitraan buat Anda yang memiliki lokasi di daerah Kota Bekasi. Untuk keterangan lebih lanjut:
(021) 9881.1701 (10.00 wib s/d 17.00 wib) Uki

Kuliner Nusantara

Loading...

Pasang Iklan Anda di Sini? HUBUNGI (021)9327.4925 - 9346.1965 - 606.36235 - 081.385.386.583


Pondok Citra

Nasi Pecel Kembang Turi

Sepertinya memang cuma di tempat ini yang menyajikan pecel Madiun (nggak selalu seh, kadang ada juga yang mencari Pecel Nganjuk) dengan menu asli dari daerah tersebut dengan menggunakan kembang turi sebagai sajian unggulan [...]
KPK BakarMadu

Jangan Takut Masuk KPK - Slogan Baru Setelah Masuk Trans7

Tahukah Anda makanan khas dari Pekalongan? Ada yang spesial gak seh? Tapi siapa sangka satu warung pojok dari kota Batik ini mengundang rasa ingin tahu banyak orang untuk mencoba sajian uniknya berupa Bebek Bakar Madu. Hmmm seperti apa seh rasanya sampe TransTV mau meliputnya? [...]
DapurJandaku

Carilah Janda di Mall Ambassador dan nikmatilah

Demi menghilangkan pikiran kotor di benak, saya sapa seorang wanita berusia 30-an tahu yang masih tampak seksi dan cantik, dan ternyata dia adalah pemilik warung makan yang lumayan provokatif itu. Esther namanya [...]
Es Sarang Kuntilanak

Es Sarang Kuntilanak VS Es Pocong?

Es Pocong namanya. Biasanya kalangan mahasiswa di kampus-kampus wilayah Depok banyak yang mengenali minuman bermerk ini. Entah mengapa minuman segar dan nikmat ini menggunakan nama "seram" seperti Es Sarang Kuntilanak" (Es Sarkun) dan Es Pulo Hantu (Es Lohan) [...]
Bengkel Kuliner

Pujasera Syariah Pertama di dunia

BengkelKuliner buka peluang investasi dengan sistem jual putus Rahasia Bumbu dan Pelatihan Tenaga Ahli berkonsep Rest Area dgn investasi minimal Rp.200jt [...]
Cangkru'an VW

SegO RAKyat Vokoke Wareg

tempat ini choesoes oentoek tjangkroe’an toean poean njang siboek bekerdja zonder waktoe oentoek memasak agar soepaja toean poean tida’ spanneng bergaboenglah oentoek tjangkroek jang bermakna [...]
Soto Marmer

LEZATNYA SOTO YANG SESUNGGUHNYA

Adalah sebuah warung makan sederhana yang dimulai dengan membuka jaringan kuat dan menemui bentuknya di kala terakhir perjalanan menuju kesuksesan. RM Soto Mawar Merah atau yang lebih dikenal dengan Soto Marmer ini memulai dengan cara itu. Sang pengusaha, H. Arta Indra, [...]
Udin Kombo

RM Khas Betawi H. Syamsudin Kombo, berdiri sejak 1980

Salah satu tempat tongkrongan warga Bekasi yang ada di Harapan Indah dan menjadi tempat favorit menikmati makanan asli khas Bekasi adalah RM Khas Betawi H. Syamsudin Kombo [...]
PondokGabusPucung

Pondok Gabus H. Lukman, Lebih dari 20 tahun Jadi Aikon Kuliner Bekasi

Kagak salah dah! bila Anda melewati GOR menuju ke arah Pulogadung di jalan Jend. Sudirman, maka tak jauh setelah Anda melewati pertigaan GOR, di sebelah kanan Anda berdiri warung legendaris yang kini menjadi ciri khas Bekasi yang paling kondang [...]
WarungDusun

Ada atmosfer modern nan nyaman di menu kampungnya

Kalau sayur lodeh hampir semua orang tahu, bagaimana dengan asem-asem khas Blitar ini? Asem-asem bukanlah sekadar sayur yang terbuat dari hijau-hijauan seperti sayur asem yang kita kenal. Justru makanan satu ini malah terbuat dari potongan daging sapi yang dibuat seperti sayur sop namun dengan rasa asam yang kuat [...]
Sangkuriang

Sop Gurame Kemangi Pedas vs Ikan Patin Bakar Omega 3

RM Sangkuriang sekali lagi diliput TransTV karena Sop Gurame Kemangi Pedas dan Ikan Bakar Patin Omega 3nya yang memang lain daripada yang biasanya [...]
Sangkuriang

Sop Gurame Kemangi Pedas vs Ikan Patin Bakar Omega 3

RM Sangkuriang sekali lagi diliput TransTV karena Sop Gurame Kemangi Pedas dan Ikan Bakar Patin Omega 3nya yang memang lain daripada yang biasanya [...]
BaksoMalangCakTio

Bakso Malang ini lebih lezat daripada yang di Bandung

Dekat Polres Metro Kota Bekasi, ada tempat makan dan nongkrong yang enak dan nyaman, namanya Bakso Malang Asli "CAK TIO" Veteran 66. Bukan saja tempatnya yang luas namun juga akses menuju tempat itu sangat mudah [...]
Bakso AG Komsen

Bakso AG Komsen dan Bakso 44 Komsen Konsisten dalam Rasa

Warung Bakso yang tetap konsisten mulai dari dibukanya tahun 1993 dengan tak berubah dalam rasa, sehingga pelanggannya kian hari kian bertambah. Mulai dari satu warung kecil kini sudah memiliki 2 warung besar [...]

Kuliner News

Loading...

Promoting BLOGS

MARKETING BOOST Anda ingin kami memblog profil usaha anda? Sewa kami untuk memblog-up anda atau usaha anda dalam jaringan media blogs kami. HIRE US TO BLOG YOU UP Phone: 021-9346-1965 atau di 08121215773 E-mail: dik_rizal@yahoo.com, iwaklawuh2002@yahoo.com

Kuliner Lokal

Loading...